
Rumah Farah pun selesai, begitu mereka pindah Raya dan Yuni sangat terkejut melihat rumah yang akan mereka tempati.
"Ini beneran rumah yang diberikan oleh ayahmu?" tanya Raya melihat rumah lantai 2 yang sama besarnya dengan rumah milik mereka dulu.
"Iya, Bu. Ini rumah yang diberikan ayah," ucap Farah kemudian membuka kunci pintu. Semua perabotan di dalam sudah lengkap, bahkan bibi yang akan membantu mereka membersihkan rumah dan juga bibi yang akan memasak untuk mereka sudah disiapkan Faris di sana. Mereka sangat senang dengan rumah yang akan mereka tempati, Yuni juga ikut bahagia melihat rumah itu.
Walau awalnya Yuni merasa pertemuannya dengan Raya adalah sebuah musibah. Namun, semenjak menghadapi masalah bersama-sama, ia menganggap pertemuannya dengan Raya adalah sebuah anugrah, jika ia tak bertemu dengan Raya dan tak diberi pelajaran oleh Faris, seperti apa yang telah dilakukan Faris, mungkin ia masih menjadi wanita bayara. Entah sampai kapan. Sekarang, walaupun penghasilannya tak seberapa. Namun, ia merasa sangat senang bisa menghasilkan uang dengan jerih payahnya mengurus toko, bukan dengan menjual tubuhnya.
Hari-hari mereka lalui dengan penuh gembira, toko Raya dan Yuni juga sudah mulai merangkak naik walau tak sesukses yang mereka bayangkan. Namun, itu sudah lebih dari cukup, setidaknya mereka memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pribada mereka begitupun dengan Farah. Dia semakin mahir menguasai bisnisnya dan bisa mulai menjalankan bisnisnya, baik Farah dan juga Tita sudah mendapatkan penghasilan sendiri dari bisnis yang mereka jalankan.
Farah mencoba peruntungan dalam bisnis properti sedangkan Tita mencoba peruntungannya dalam bisnis kuliner, ia memiliki sebuah restoran dan semakin hari restorannya semakin ramai. Tita sengaja mengusung konsep untuk anak muda, sehingga sesuai dengan target pasar, banyak anak muda yang menjadikan restoran tersebut menjadi tempat nongkrong mereka.
__ADS_1
Sampai saat ini Raya tak pernah lagi bertemu dengan Faris dan Nia, dia hanya mendengar kabar mereka dari Farah dan juga Tita yang masih berkomunikasi dengan baik dengan keluarga mantan suaminya itu.
****
Semua keinginan Nia tercapai, kebahagiaan memiliki seorang suami yang sangat mencintainya dan dua anak yang lucu. Sepasang buah hati yang menjadi sumber kebahagiaan dalam hidupnya.
Faris yang dulu terlalu sibuk dengan pekerjaannya, kini mulai mengurangi pekerjaannya dan dipercayakan semua pada orang-orang kepercayaannya. Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarganya, Faris selama ini sudah bekerja siang dan malam mengumpulkan pundi-pundi rupiah, sudah waktunya ia menikmatinya.
Kini mereka hidup dengan kebahagiaan mereka masing-masing, Raya dengan anak-anaknya dan Faris dengan anak-anaknya pula.
Ada banyak pelajaran yang diambil oleh Raya dari kisah hidupnya selama ini dan menjadikannya jauh lebih baik lagi, begitupun dengan Faris. Ia semakin berhati-hati dalam menjaga anak, istrinya. Ia tak ingin lagi merasakan luka yang sama, ia ingin bersama Nia sampai menua nanti, sampai maut memisahkan mereka. Ia ingin melihat anak-anaknya tumbuh dewasa dan juga hidup bahagia.
__ADS_1
Tamat.
Hai semua, terima kasih sudah menemani karya ini dari awal hingga tamat.
Semoga banyak pelajaran yang kita ambil dari karya ini. Sampai sini dulu ya, kita ketemu lagi di karya berikutnya. Mampir ya ke karya-karyaku yang lain, terima kasih salam hangat dariku.
Author M Anha.
Yuk mampir ke Karya terbatuku.
__ADS_1