Dudaku Ternyata Miliarder Tampan

Dudaku Ternyata Miliarder Tampan
Rencana Gagal


__ADS_3

Yuni mengepalkna tangannya merasa kesal, ia tak oernah gagal sebelumnya menjalankan apapun, dia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi semalam.


Potong demi potongan ingatannya pun terlihat dengan jelas, ia baru mengingat jika semalam saat ia menggoda Faris ia terasa panas dan tak bisa dikendalikannya. Faris meninggalkannya, mendorongnya ke tempat tidur saat dia menarik Faris dan dua orang pria justru bersamanya di atas ranjang yang seharusnya ia bersama dengan Faris dan selebihnya yang ia ingat lagi apa yang terjadi, yang jelas mereka melakukan hal yang sesuai dengan yang ia rencanakan dan kali ini ia bisa melihat jelas jika ia melakukannya semalam bukan bersama dengan Faris, tapi bersama dua orang yang ada di dalam video itu. Yuni sangat kesal dan menjambak rambutnya sendiri.


"Tunggu, apa jangan-jangan kopi yang semalam aku minum, itu kopi yang seharusnya diminum oleh Faris. Apa dia sudah mengetahui rencanaku, bagaimana mungkin? Aku melakukannya dengan sangat baik dan hati-hati. Ia bahkan tak curiga sedikitpun. Yuni menelpon kembali Raya, kemudian menceritakan apa yang terjadi semalam.


"Sudahlah, aku kan sudah bilang jika kamu harus lebih hati-hati. Faris bukan orang bodoh seperti yang kau bayangkan, saat ada celah sedikitpun dia pasti akan mencurigaimu," ucap Raya sangat kesal dengan hal itu.


" Sudahlah, aku tak mau berurusan dengan Faris lagi, kamu selesaikan sendiri urusanmu. Bukannya untung aku malah rugi," ucap Yuni dan


Ia pun langsung menghapus video itu. Yuni yang tak punya urusan lagi di negara itu tak mau berlama-lama, ia segera meninggalkan hotel dengan kekesalannya. Ia langsung memesan tiket pesawat dan akan kembali kenegaranya, percuma saja ia berakting dan berpura-pura di depan Faris, yang ia dapatkan hanyalah rasa malu dan kesal. Ia juga rugi akan hal semalam, dia melayani dua orang itu secara gratis.


****


"Aku ingin kamu memberi pelajaran pada Raya, buat dia menyesal telah berniat burul oada kebahagiaan rumah tanggaku, buat ia berpikir terlebih dahulu jika ingin bertindak, untuk tak berbuat seenaknya, buat pelajaran yang membuat dia bahkan takut untuk berpikir melakukan kesalahan yang sama," ucap Faris pada seseorang di balik teleponnya, kemudian ia pun kembali memasukkan teleponnya ke dalam saku jasnya dan berjalan sambil menarik koper menuju ke pesawat yang akan membawanya kembali ke tanah air.

__ADS_1


Segala urusannya di negara itu sudah selesai, termasuk urusannya dengan Yuni wanita yang mencoba menjebaknya. Faris tak akan memaafkan mereka.


***


Semalam Faris yang sudah keluar dari kamar mandi menghampiri Yuni kembali di sofa, menemani Yuni makan. Namun, ia melihat jika sendok yang ada di piring cangkir kopinya terlihat ada sisa kopi di sana, padahal ia belum pernah mengaduk kopinya dengan sendok tersebut dan melihat Kopi milik Yuni yang sendoknya masih bersih. Kecurigaan mulai muncul di hati Faris akan hal itu dan saat Yuni selesai makan, kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tangannya, Faris menggunakan waktu itu untuk menukar kopi mereka. Awalnya ia merasa bersalah telah mencurigai Yuni di mana hingga kopi keduanya habis, Yuni baik-baik saja.


Sangat lama mereka berbincang dan Yuni sudah meminum kopi yang tadi adalah miliknya hingga habis. Namun, tidak terjadi apa-apa padanya.


Faris ingin melihat reaksi Yuni, apakah pikirannya itu benar atau tidak. Faris berpura-pura seolah-olah ada sesuatu yang bereaksi pada tubuhnya dan dia bisa melihat senyuman Yuni yang aneh menurutnya. Faris pun melanjutkan aktingnya seolah-olah ia terpengaruh oleh sesuatu yang kemungkinan dimasukkan Yuni ke dalam kopinya tadi dan benar saja ia sangat terkejut saat Yuni tiba-tiba menyentuhnya saat ia sudah tertidur. Ia semakin terkejut saat melihat sepertinya Yuni memasang alat perekam.


Faris yakin jika bukan dia yang meminum kopi yang diberi obat Yuni, tapi Yuni sendiri dan ternyata dugaannya benar. Yuni semakin terangsang oleh permainannya sendiri, ia pun membanting Yuni ke kasur dan beranjak dari sana. Yuni awalnya menariknya, tak reka jika Faris meninggalkannya, tapi Faris langsung menepisnya, bersamaan dengan itu dua orang yang memang sudah ditelepon oleh Faris untuk datang, ia adalah supir yang selama ini mengantarnya kemana saja dan juga tannya. Ia pun langsung meminta orang itu untuk memuaskan hasrat Yuni yang terlihat sudah tak tertahankan lagi dan dengan senang hati mereka menerima apa yang di berikan pada mereka, belum lagi Faris juga memberinya uang.


Faris mengecek ponsel Yuni, menghapus rekaman yang ada dirinya kemudian kembali ngerekam apa yang saat ini sedang Yuni lakukan bersama dua orang pria itu.


Saat Faris akan pergi, ponsel Yuni berdering yang ada di dalam tasnya. Faris melihat panggilan tersebut dan alangkah terkejutnya saat ia melihat panggilan itu dari Raya. Faris sengaja mematikan panggilan tersebut dan mencari isi pesan atas nama Raya, ternyata semua ini sudah direncanakan oleh Raya dan juga Yuni, rwncana untuk membuatnya semakin si curigai jika kehadiran Diva beberapa saat yang lalu juga adalah rencana Raya.

__ADS_1


Malam itu juga Faris langsung meninggalkan apartemen itu dan memilih untuk menginap di kamar lain.


****


Faris merebahkan tubuhnya dan menutup mata saat pesawat sudah lepas landas. "Aku harus lebih hati-hati lagi, aku memang bisa menjaga Nia untuk tak berbuat macam-macam dan merusak semua kebahagiaan kami, tapi aku juga harus menjaga diriku sendiri. Aku tak boleh melakukan hal-hal yang bisa membuat Nia pergi dariku," gumamnya dalam hati.


Faris masih tak bisa membayangkan jika sampai semalam ia tak mengetahui rencana Yuni dan jatuh dalam jebakannya, sudah dipastikan jika video itu sampai pada Raya. Raya pasti akan langsung meneruskan kepada Nia dan entah apa yang akan terjadi pada istrinya itu dan anak yang ada di dalam rahimnya, jika semua itu berjalan sesuai dengan rencana mereka.


Faris tanpa sadar mencengkeram erat gelas yang dipegang yang hingga gelas itu pun pecah melukai tangannya.


"Ada apa, Pak?" tanya pramugari menghampiri Faris, memberikan tisu dan mencoba membersihkan darah yang menetes dari telapak tangan Faris karena terkena pecahan gelas tadi.


"Aku tak sengaja memecahkannya," ucap Faris membuat pramugari tersebut pun mengobati luka Faris mengeluarkan darah, membuat pramugari tersebut membalutnya.


Setelah pramugari tersebut mengobati Faris, ia kemudian melanjutkan menyandarkan bahunya sambil melihat telapak tangannya yang terbungkus perban, rasa perih yang dirasakannya saat ini tak apa-apa dibanding rasa kekesalannya pada Raya. Ia sudah memaafkannya setelah berkali-kali melakukan kesalahan. Namun, tidak untuk kali ini, dia akan benar-benar menjauhkan Raya dari kehidupan rumah tangganya bersama dengan Nia.

__ADS_1


"Raya, kau telah salah jika bermain-main denganku. Selama ini aku membiarkan bertingkah karena kamu pernah menjadi bagian dalam hidupku. Namun, tindakanmu kali ini benar-benar keterlaluan, kamu hampir saja merusak rumah tanggaku bersama Nia!"


__ADS_2