Dudaku Ternyata Miliarder Tampan

Dudaku Ternyata Miliarder Tampan
Cinta Seorang Anak


__ADS_3

Farah dan Tita mendatangi toko ibunya menggunakan mobil yang diberikan oleh Faris untuk mereka.


Mereka tak mengabarkan kepada ibunya jika ia akan datang, mereka sengaja melakukannya, mereka ingin memberikan surprise kepada ibunya.


Farah dan Tita berniat akan langsung tinggal di tempat ibunya, sampai saat ini ibunya masih tinggal di toko bersama dengan Yuni. Rumah Yuni sudah dijual, begitupun dengan mobil ibunya untuk menambah modal usaha toko mereka. Semua barang mereka telah mereka bawa.


"Selamat siang, silakan masuk," ucap Raya yang langsung menghampiri seseorang yang baru saja masuk ke dalam tokonya. Namun, senyumnya langsung menghilang saat melihat siapa yang datang.


"Farah, Tita," ucapnya yang langsung memeluk kedua anaknya, begitupun dengan Tita dan Farah, mereka langsung memeluk ibunya.

__ADS_1


"Iya, Bu. Ini kami. Kami datang untuk Ibu," ucap Farah membuat Raya pun melerai pelukan mereka, ia menatap Farah dengan sangat intens. Sudah sangat lama ia tak melihat putrinya itu, berbeda dengan Tita yang sering datang berkunjung ke toko tersebut.


"Maaf ya, Nak. Ibu tak bisa datang di acara penting mu," ucap Raya sangat menyesal dia tak bisa melihat anaknya mencapai impiannya.


"Iya, nggak apa-apa, Bu. Farah mengerti kondisi Ibu, mulai sekarang Farah akan bantu Ibu. Izinkan Farah berbakti pada Ibu," ucap Farah membuat Raya pun mengangguk dan memeluk putrinya.


"Maaf karena telah membuatmu dan Tita jauh dari Ibu, maaf jika selama ini kalian kecewa pada Ibu," ucap Raya kembali memeluk kedua putrinya. Yuni pun menghampiri mereka.


"Tentu saja, ini juga adalah milik Ibu kalian," ucapnya.

__ADS_1


"Kalian mau tunggal bersama Ibu?" tanyq Raya.


"Iya, Bu. Ayah sudah punya mama Nia yang akan bersamanya. Ibu biar kamu yang menjaga Ibu."


Mendengar itu Farah sangat senang. kemudian mereka pun tinggal di toko itu, kini sudah seminggu mereka bersama sambil menunggu Faris membereskan semua pemindahan dan juga rumah yang telah diberikan pada mereka.


Farah dan Tita tak memberitahu masalah pemberian Faris pada mereka, ia ingin menjaga perasaan ibunya dan juga akan memberitahu jika semua itu saat sudah benar-benar menjadi miliknya. Saat mereka sudah akan pindah di rumah yang diberikan oleh Faris dan mulai mengelola usaha yang mereka dapatkan.


Setiap hari Farah dan Tita pun keluar dari toko itu untuk mencari pekerjaan, Tita memutuskan untuk bekerja sambil kuliah, sedangkan Farah ingin langsung fokus pada usahanya. Tadinya Ibu mereka berpikir jika mereka akan mencari pekerjaan di perusahaan orang lain, ia tak pernah menyangka jika Tita dan Farah mulai belajar bisnis yang diberikan oleh ayahnya. Faris sengaja memberikan masing-masing dari mereka asisten pribadi yang sudah sangat berkompeten dalam pekerjaan itu, selain untuk membantu mereka, asisten tersebut juga untuk mengajari mereka cara mengelola bisnis tersebut.

__ADS_1


Keduanya langsung bisa menyesuaikan diri dengan apa yang diberikan oleh ayahnya, mereka juga sudah mulai menyiapkan rumah tempat mereka tinggal yang kebetulan rumah yang diberikan Faris untuk Farah dekat dengan toko ibunya, membuat mereka memutuskan akan menggunakan rumah itu sebagai rumah inti. Sedangkan, rumah milik Tita hanya digunakan sebagai tempat beristirahat, karena rumah Tita lebih dekat dari tempat keduanya bekerja.


Malam hari Tita dan Farah menghampiri ibunya dan menjelaskan semua apa yang Faris berikan. Rasa penyesalan dalam hati semakin menyeruak di hati Raya, bukan lagi menyesal karena telah meninggalkan Faris, tapi ia menyesal pernah mencoba menghancurkan kehidupan rumah tangga Faris dan Nia. Ia tak akan pernah memaafkan dirinya sendiri jika rencana ia dan Yuni hari itu berhasil, ia sudah pernah menghancurkan kehidupan Faris dan Faris masih memberikan semua itu untuk anak-anaknya.


__ADS_2