Dudaku Ternyata Miliarder Tampan

Dudaku Ternyata Miliarder Tampan
Wajah Asli Raya


__ADS_3

"Di mana aku?" gumam Diva saat ia sadar dan melihat jika dirinya berada di sebuah kamar seorang diri, di kamar yang sama sekali tak ia kenal.


Diva dengan cepat memeriksa pakaiannya, ia bernafas lega saat pakaiannya masih utuh melekat pada tubuhnya. Ia pun turun dari tempat tidur mencoba membuka pintu. Namun, pintunya terkunci.


Diva mencoba untuk melihat ke jendela, ia membuka jendela dan melihat jika dia berada di lantai 2. Ia melihat sekelilingnya, ia sama sekali tak ia kenali, dia berada di mana saat ini. Semua terlihat asing, dia tak tahu ada di mana, tapi yang jelas ia bisa melihat dari jendela kamar itu jika ia saat ini berada di sebuah kamar di rumah berlantai dua dan terletak di tengah hutan, tak ada siapapun di sekitar sana .


"Hai! Apa ada orang? Tolong buka pintunya, siapapun yang mendengarku!" teriak Diva. Namun, setelah menunggu beberapa saat, tak ada sahutan yang menjawab panggilannya, membuat Diva menjadi cemas dan takut. Ia pun kembali menghampiri pintu, menggedor-gedor pintunya.


"Siapapun di luar, tolong buka pintunya, aku di mana? Siapa kalian?" ucap Diva terus mencoba membuka pintu. Namun, hasilnya tetap saja ia tak bisa membuka pintu dan tak ada siapapun yang membalas teriakannya. Diva mencoba mencari cara bagaimana ia bisa keluar dari sana, ia ingin melompat dari lantai 2, itu tak mungkin juga ia lakukan, tak ada celah untuk dia lewati jendela turun dari sana.


"Apa yang harus aku lakukan?" ucap Diva frustasi.


Diva berjalan bolak-balik, terus berteriak dan mengetuk pintunya. Hanya itu yang bisa dilakukannya. Namun, hingga malam menjelang tak ada seorangpun yang membuka pintu, Diva pun menangis dan terus berteriak hingga tanpa sadar ia pun tertidur.


Pagi hari Diva terbangun saat merasakan seseorang menendang kakinya, di mana Diva semalam tertidur di lantai sambil bersandar di tempat tidur.


Diva yang merasakan tendangan itu mengerjakan matanya dan ia melihat 3 orang yang kemarin menyekapnya. Ia langsung berdiri dari memundurkan langkahnya.

__ADS_1


"Kalian siapa? Di mana aku? Apa yang kalian lakukan padaku?" ucap Diva melihat mereka sembil memundurkan diri menjauhi mereka. Mereka tak menjawab apapun.


Diva yang melihat ke arah pintu terbuka, langsung ingin berlari. Namun, ia langsung dicegah oleh ketiga orang tersebut, ia terus berontak dan tak ada yang mencegahnya.


Tak lama kemudian, seseorang masuk dan semua melihat ke arah orang yang baru masuk ke dalam kamar itu.


"Tante Raya?" ucap Diva saat melihat orang yang baru masuk di dalam kamar itu adalah Raya.


Plak! Satu tamparan mendarat di pipi Diva. Diva memegang pipinya yang terasa panas dan menatap tajam pada Raya, wanita yang pernah bekerja sama dengannya untuk mendapatkan Faris, bekerja sama menghancurkan rumah tangga Faris dan Nia.


"Aku sudah menunggu sangat lama untuk rencana itu, aku memintamu untuk mendekati Nia, menjadikan dia sahabatmu dan agar ia percaya padamu dengan begitu kamu bisa masuk dan mendapat kepercayaan dari Faris. Tapi, apa yang kamu lakukan, sebentar lagi kamu akan mendapat kepercayaan mereka, tapi kamu rusaknya dengan kelakuan gila mu itu, kamu pikir aku tak tahu apa yang kamu lakukan?"


"Aku capek, Tante. Berpura-pura baik dan tak ada hasil," ucap Diva masih dengan memegang kedua pipinya.


"Apa setelah melakukan apa yang kamu inginkan, kamu mendapatkan hasil, Hah?" ucap Raya memegang dagu Diva dengan cengkraman yang bergetar, ia merasa sangat kesal pada wanita yang ada di depannya itu.


Mendengar pertanyaan dari Raya, Diva pun terdiam, karena memang apa yang dilakukannya telah gagal, ia bukannya mendapatkan Faris. Namun, ia hanya mendapatkan kemarahan dari Faris.

__ADS_1


"Jika aku tahu kamu itu tak bisa diandalkan, sudah dari awal aku mencari wanita lain yang lebih penurut darimu, yang lebih menginginkan Faris bukan hanya sekedar menginginkan untuk menjadi mainannya," ucap Raya dengan kesal.


"Aku minta maaf, Tante. Aku mengaku salah, aku tak mendengarkan apa yang Tante katakan," ucap Diva, selain takut pada Raya ia juga takut pada ketiga orang yang masih berdiri menatapnya.


"Ah, baiklah. Aku memaafkanmu. Tapi, kamu tak boleh memberitahu siapapun tentang kerjasama kita dan untuk hari ini aku mengakhiri kerjasama kita, aku akan mencari wanita lain untuk mendekati Faris dan kamu jangan coba-coba mendekati Faris lagi. Sebaiknya kamu pergi dari kehidupan Nia dan jangan lagi berhubungan dengannya. Kamu mengertikan apa yang aku maksud kan?" tanya Raya membuat Diva menggeleng.


"Enggak, Tante. Aku takkan menyerah, aku akan kembali mencoba merebut hati Faris," ucapnya.


"Sepertinya kamu itu memang pembangkang! Turuti perkataanku. Kalau tidak, aku akan membuatmu menyesal, aku bisa saja mengurungmu di sini sampai kau mati atau memberikanmu kepada ketiga orang ini. Jadi jangan bertindak hal-hal yang membuatku marah, ingat apa yang aku katakan tadi, jangan lagi mendekati Faris, menjauh dari dia dan anggap kita tak pernah bertemu dan melakukan kerjasama. Kamu paham kan? Aku tak main-main, Diva! Jika kamu sampai melanggar apa yang aku katakan kali ini, kamu akan menyesal!" ucap Raya kemudian ia pun berlalu dari sana meninggalkan Diva yang masih tertegun di kamar itu.


Raya dan juga ketiga anak buahnya pergi dari sana meninggalkan Diva seorang diri. Diva berjalan keluar dan tak melihat siapa-siapa di sana, ia melihat kunci mobilnya di atas meja yang ada di ruang tengah di lantai bawah. Entah itu rumah milik siapa, sungguh tak sangat terawat, seperti rumah itu adalah rumah kosong. Diva pun langsung mengambil kunci mobilnya dan berjalan keluar dan melihat mobilnya terparkir di depan rumah itu, dengan tangan bergetar Diva masuk ke dalam mobilnya, menyalakan mesin mobil dan meninggalkan rumah itu. Ia melajukan mobilnya dengan sangat kencang, tak ingin jika ia sampai terkurung lagi di rumah itu apalagi jika berhubungan dengan tiga orang dan juga Raya. Ia sangat menginginkan Faris. Namun, ancaman dari Raya tadi membuatnya takut. Begitu sampai di jalan raya,, Diva mengambil ponselnya memblokir nomor Nia.


***


Raya tak mau menyerah untuk menghancurkan rumah tangga mereka.


Setelah rencananya dan juga Diva gagal, ia mencari wanita lain yang lebih liar dan juga cerdas dari Diva. Kali ini dia akan menggunakan cara licik untuk merusak rumah tangga mereka.

__ADS_1


__ADS_2