Dudaku Ternyata Miliarder Tampan

Dudaku Ternyata Miliarder Tampan
Tak Tertarik


__ADS_3

Semakin hari Diva semakin gencar mendekati Faris. Namun, ia saat ini sudah sampai menghampiri Faris ke perusahaannya. Diva yang merasa di atas angin karena Faris tak melarangnya untuk berteman dengan Nia, membuat ia memberanikan diri untuk mendatangi perusahaannya dan di sinilah Diva sekarang, di ruangan Faris dan sedang menunggu Faris yang sedang rapat.


Diva pernah datang bersama dengan Nia ke kantor itu, membuat resepsionis yang bekerja di sana mengenalnya sebagai teman dari istri Faris. Diva waktu itu sengaja memperkenalkan diri kepada orang-orang di kantor untuk memudahkan ia masuk ke kantor itu, karena ia tahu tak sembarang orang bisa bertemu dengan Faris.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Faris begitu masuk dalam ruangannya.


"Nggak papa kok, aku tadi hanya kebetulan lewat dan mampir. Aku pikir Nia ada disini," ucap Diva berbasa-basi membuat Faris pun hanya menghela nafas, menyimpan berkas di atas meja, kemudian duduk di kursi kebesarannya.


"Oh ya, Mas. Apa kamu sangat mencintai Nia?" ucap Diva tiba-tiba membuat Faris mengurutkan keningnya menatap aneh pada wanita yang duduk di depannya itu .

__ADS_1


Diva kemudian berjalan mengitari meja dan menghampiri Faris dengan pakaian seksinya, berharap Faris bisa tertarik dengan tubuhnya.


Bukannya melirik atau tertarik pada Diva, Faris malah mengambil telepon yang ada di mejanya, memanggil security untuk ke ruangannya.


"Apa maksud kamu memanggil security?" tanya Diva saat Faris kembali menutup panggilannya dan kembali fokus pada layar laptopnya.


"Jika kamu tak mau pergi dengan sendirinya, biar security saja yang menyeretmu keluar dari sini, aku sedang sibuk. Aku membiarkanmu berteman dengan Nia selama ini, bukan berarti kamu bisa seenaknya datang ke kantor ini dan aku tak suka dengan apa yang kamu lakukan, jika kamu ingin menggoda, aku bukan pria seperti yang ada dalam pikiranmu. Sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum security benar-benar menyeretmu dari sini," ucap Faris dengan ada kesal. Namun, Diva tetap berdiri di tempatnya.


"Bawa wanita ini keluar dari sini dan jangan pernah lagi izinkan dia masuk, walau dia bersama dengan Nia sekalipun, kalian mengerti?" ucap Faris menatap tajam pada security yang menghadapnya, membuat security tersebut mengangguk patuh dan tahu jika apa yang dikatakan bosnya itu harus dilakukannya.

__ADS_1


Mereka berdua pun langsung menghampiri Diva dan langsung menyeret Diva keluar. Diva terus berih keras dan mencoba melepaskan diri. Namun, mereka tak mau melepaskannya sampai Diva keluar dari ruangan Faris dan menutup pintunya.


"Lepaskan! Lepaskan aku! Aku bisa pergi sendiri," ucap Diva menggigit tangan kedua security yang memegangnya dan menatap ke arah pintu Faris yang sudah tertutup. Kemudian, ia pun berjalan keluar dengan terus memaki satpam yang juga tak mau pergi darinya. Satpam juga ikut masuk ke dalam lift dan juga mengawasinya.


Begitu keluar dari lift, Diva langsung berjalan cepat menuju ke mobilnya sambil terus memaki satpam itu.


Namun, saat ia masuk ke dalam mobilnya, seseorang langsung mendorongnya masuk dan orang itu masuk ke dalam mobil Diva.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Diva terkejut dan berpindah di jok belakang karena ditarik oleh seseorang yang juga baru masuk dari pintu belakang, Diva bisa melihat mereka semua memakai pakaian serba hitam dan juga memakai masker. Diva yang meresa takut baru ingin berteriak. Namun, seseorang langsung membekap mulutnya dengan sapu tangan yang telah diberi obat bius, membuat Diva langsung pingsan.

__ADS_1


Mobil pun melajukan meninggalkan kantor Faris membawa Diva yang sedang tak sadarkan diri.


Kami berhasil membawanya, Bos. Sekarang kami sedang menuju ke lokasi yang sesuai dengan rencana," ucap sala saorang yang berada di dalam mobil Diva.


__ADS_2