Dudaku Ternyata Miliarder Tampan

Dudaku Ternyata Miliarder Tampan
Hempaksan Bibit Pelakor


__ADS_3

"Nia yang tadi itu siapa?" tanya Indira yang bisa melihat jika wanita itu memiliki niat jahat pada mereka.


"Oh, itu temanku saat bekerja di perusahaanku yang lama, tadi nggak sengaja bertemu dan cuma berbincang sebentar kok. Memangnya kenapa, Tante?" tanya Nia yang bisa melihat jika wajah Indira tak begitu senang saat menanyakannya.


"Kamu jangan terlalu dekat dengan wanita seperti itu, entahlah Tante nggak suka dengan penampilannya," ucap Indira. Ia bisa mencium bau-bau pelakor dari kehadiran wanita itu.


Mendengar itu, Nia hanya menggangguk dan kemudian mereka masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu mereka.


Semenjak hari itu, Diva terus mengirim pesan dan mengomentari postingan-postingan di akun media sosial Nia, membuat mereka semakin akrab, terlebih lagi Diva sering membahas masalah pekerjaan. Nia yang sangat merindukan pekerjaannya yang dulu terus saja membalas pesannya.


"Kamu itu sering berkomunikasi dengan siapa, sih?" tanya Faris yang bisa menyadari jika Nia sering memegang ponselnya dan berkirim pesan dengan seseorang.


Nia pun memperlihatkan ponselnya pada Faris. "Itu teman lamaku di kantor," jawab Nia.


Faris mengambil ponsel Nia dan membaca semua chatnya, tak ada yang perlu dikhawatirkan dan Faris kembali memberikan ponsel itu pada Nia.


"Oh ya, sabtu ini aku tak punya pekerjaan. Apa kamu ingin kita jalan-jalan?" tanya Faris membuat Nia pun langsung mengangguk.


"Iya, Mas. Kita jalan-jalan, yuk," ucap Nia kemudian mereka pun mulai mengatur rencana untuk jalan-jalan bersama Shanun. Faris sengaja meluangkan waktunya untuk mengajak anak dan istrinya untuk berjalan-jalan.


Hari yang mereka nantikan pun tiba. Saat ini mereka sedang berada di rumah makan yang berbentuk lesehan dan membiarkan Shanum yang mulai merangkak bermain-main di sekitaran tempat mereka makan, Diva kembali menyapanya.


"Wah, kebetulan sekali kita bertemu di sini. Ayo gabung sama kami saja," ucap Nia membuat Diva pun langsung menghampiri dan duduk di samping Faris. Diva melihat story Wa Nia, membuat ia langsung datang ke tempat yang sama.


"Kalian sering makan di sini?" tanya Diva berbasa-basi membuat Nia menggeleng.

__ADS_1


"Nggak kok, ini juga baru pertama kalinya aku ke sini bersama dengan Mas Faris. Katanya Mas Faris yang sering ke sini," ucap Nia kemudian Nia pun mengenalkan Diva pada Faris.


Setelah mereka berkenalan, Faris memilih fokus pada Shanum yang bermain, membiarkan Nia berbicara panjang lebar dengan Diva.


Faris sedikit tak nyaman saat Diva terus saja mendekat ke arahnya dengan alasan bermain bersama dengan Shanum, belum lagi penampilan Diva yang begitu terbuka. Rok mininya terkadang terangkat memperlihatkan area yang seharusnya tak dilihat oleh Faris, membuat Faris lebih menghindar dan menjaga penglihatannya.


Makanan pun datang, lagi-lagi Diva seolah sudah mengenal Faris dengan baik, ia memberikan makanan kepada Faris dan sok akrab dengannya di saat Nia sedang mengurus Shanum.


"Mas, aku ke kamar mandi dulu ya, aku mau membersih Shanum, sepertinya dia harus mengganti popoknya," ucap Nia kemudian ia pun membawa Shanum ke kamar mandi setelah mendapat anggukan dari Faris.


Setelah Nia pergi barulah Diva benar-benar melancarkan aksinya, bahkan ia sengaja membuka satu kancing bajunya dengan alasan gerah, memperlihatkan dada yang menyembul. Faris yang tak nyaman ingin pergi. Namun, Diva menariknya untuk duduk kembali.


"Kamu mau ke mana, Mas?" tanya Diva yang tiba-tiba juga memanggil Faris dengan sebutan mas, seperti cara Nia memanggil Faris.


Faris berlalu pergi dari sana dengan Diva yang terus mengusap tangannya yang terasa sakit. "Awas ya kamu, saat ini kamu jual mahal, lihat saja nanti, kamu pasti tergoda denganku, tubuhku jauh lebih menarik daripada Nia," ucap Diva merasa kesal.


Faris ingin menyusul Nia. Namun, Nia sudah datang membuat mereka bertemu di jalan.


"Ada apa, Mas?" tanya Nia membuat Faris pun langsung mengambil Shanum ke gendongannya.


"Aku tunggu di mobil, kamu ambil barang-barang kita di sana. Aku tak nyaman dengan temanmu itu, ia selalu mendekatiku," ucap Faris membawa Shanum menuju ke parkiran. Nia tak menjawab apa-apa dan berjalan menuju tempat mereka tadi, di mana Diva masih menunggu di sana.


"Nia, di mana putrimu?" tanyanya padahal yang sebenarnya dia menyenangkan suaminya.


"Dia sudah di parkiran, Mas Faris ada pekerjaan jadi kami duluan ya, ini sudah aku bayar, kok," ucap Nia mengambil tas tangan serta perlengkapan bayi yang ada di meja di samping Diva.

__ADS_1


"Loh, kok kalian langsung pergi sih. Kalian kan belum makan," ucap Diva tak terima. Namun, dia bisa apa jika saat ini mereka sudah pergi meninggalkan mereka.


"Maaf ya, aku pergi dulu. Lain kali kita ketemu lagi," ucap Nia saat Faris kembali mengirim pesan agar dia lebih cepat dengan alasan Shanum mulai rewel dan kepanasan.


Nia pun pergi, sementara Diva hanya cemberut melihat targetnya pergi dan rencananya hari ini gagal untuk menggoda Faris.


Di saat dia sedang menggerutu tak jelas tiba-tiba Ponselnya bergetar dan segera mengangkatnya.


"Hallo," jawabnya ketus, dimana yang menelponnya adalah Raya.


"Diva?"


"Iya, Tante. Ada apa?" tanya Difa setelah mengangkat panggilan dari Raya.


"Kamu masih mau kan bekerja sama dengan Tante?" tanya Raya dari balik teleponnya.


"Ya iyalah, Tante. Emangnya kenapa? Aku sekarang sedang mendekati Nia," jawab Diva.


"Aku memintamu mendekati Nia dan juga mengakrabkan diri padanya, bukan menggoda Faris seperti apa yang baru saja kau lakukan."Diva bisa mendengar nada kesal dari balik panggilan Raya. "Ingat Diva, aku hanya bisa membantumu jika kamu menuruti apa kataku. Kau tahu, Faris sangat tak suka dengan wanita seperti itu, dia tak akan tergoda dengan tubuhmu walau kau melepaskan semua pakaianmu di depannya. Jadi, turuti saja apa yang aku katakan, jangan bertindak sendiri," ucap Raya, kemudian mematikan panggilannya. Ia sangat kesal saat mendapat laporan dari orang yang diminta untuk mengawasi Diva dalam melancarkan aksinya dan orang itu mengirim video, di mana video itu terlihat jelas jika Diva sedang menggoda Faris.


Diva mematikan ponselnya dan melihat sekitarnya, mengapa Raya bisa tahu akan apa yang dilakukannya. Apakah dia ada di sekitar sana atau menyuruh seseorang. Namun, setelah melihat dengan seksama, Diva sama sekali tak mencurigai siapa pun yang ada sisana yang mungkin memberitahu apa yang dilakukannya kepada Raya.


"Ngeselin banget, sih!" ucap Diva kemudian ia pun meninggalkan tempat itu. Untuk apa juga dia tinggal di sana seorang diri, ia tadi sengaja datang ke tempat itu karena kembali mendapat informasi dari orang yang dimintanya untuk mengawasi mereka, mengabarkan jika saat ini Nia bersama dengan Faris di rumah makan dan setelah memeriksa postingan Nia info itu benar.


Diva merupakan anak dari pemilik perusahaan tempat Nia bekerja dulu, ia juga bekerja sebagai karyawan saat Nia masih bekerja. Namun, posisinya sebagai anak dari pemilik perusahaan membuat ia bisa pergi seenaknya meninggalkan pekerjaannya dan menjalankan urusan pribadinya.

__ADS_1


__ADS_2