Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 106


__ADS_3

"Kak Eve ...!" Tita menatap tak percaya pada wanita cantik yang sudah berdiri di hadapannya.


"Tita .. Kakak tidak menyangka bisa bertemu denganmu." Eve memeluk adiknya yang masih duduk di kursi. "Boleh Kakak duduk disini?"


Tita yang terkejut hanya menjawab dengan anggukan kepala, ia masih bingung kenapa bisa kakak nya ada di Bali? Terlebih lagi berada di restaurant yang sama dengan, disaat begitu banyak restaurant yang ada di pulau Dewata.


"Kau pasti terkejut bertemu dengan kakak? Karena sejujurnya kakak juga terkejut bertemu dengan mu," Eve tersenyum pada Tita. "Kau tahu? Sejak dulu kakak ingin sekali berlibur ke Bali, dan akhirnya impian kakak menjadi kenyataan." Ujar Eve panjang lebar.


Tita hanya tersenyum kaku saat mendengar perkataan kak Eve, entah mengapa hati kecilnya merasa tidak nyaman bertemu kakaknya, apalagi saat teringat perkataan Agam tentang kak Eve.


"Mudah-mudahan apa yang dikatakan oleh A tidak benar." Gumam Tita dalam hati.


"Hei .. kenapa senyum mu seperti itu? Apa kau tidak suka bertemu dengan kakak?" Eve mengerucutkan bibirnya.


"Bukan seperti itu kak, hanya saja aku masih terkejut." Tita menarik napasnya lalu tersenyum tulus pada kakaknya. "Kak Eve ke Bali dengan siapa?" Tita berharap Ayah unta ikut dengan kakaknya.


"Kakak pergi sendiri, tadinya ayah ingin ikut tapi tidak jadi karena mendadak harus pergi ke Singapura." Jelas Eve. "Oh ya di mana B? Kenapa kau sendirian?"


"B sedang —"


"Eve ...." Boy berjalan mendekat ke mejanya, di mana istri dan wanita yang berprofesi sebagai sekertaris sekaligus kakak iparnya sedang duduk. "Sedang apa kau disini?" Boy mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Aku sedang berlibur, dan tidak menyangka bisa bertemu dengan kalian di restaurant ini." Eve menatap wajah Boy dengan senyum penuh arti.


Boy terdiam menatap wajah Eve dengan intens, lalu duduk di samping Tita tanpa melepaskan pandangan matanya pada wanita itu.


"Kak Eve menginap di mana?" tanya Tita sambil memakan makanannya.


Ia sengaja memulai pembicaraan karena sejak tadi mereka bertiga diam, dan entah mengapa Tita melihat ada kecanggungan diantara kak Eve dan suaminya.


"Sudah lama aku tidak melihat interaksi keduanya, kalau tidak salah terakhir kali saat aku menguping pembicaraan mereka di ruang kerja B." Gumam Tita dalam hati.


"Aku menginap di The Stones." Jawab Eve. "Kalian menginap di mana?"


"Kami di Vila—"


Membuat Tita terdiam lalu menggerutu dalam hati, ia pun melanjutkan makannya dengan tenang tanpa berbicara sedikitpun begitu juga dengan Eve yang tidak berani untuk bersuara. Setelah selesai menghabiskan makanannya, Tita yang ingin mengobrol dengan kak Eve justru di suruh untuk berdiri dari tempat duduknya.


"Kita pulang sekarang!" Boy memanggil pelayan untuk membayar tagihannya.


"B aku baru selesai makan, aku juga belum mengobrol dengan kak Eve." Tita tidak mau berdiri dari tempat duduknya.


"Saat pulang ke Jakarta kau bisa mengobrol dengan kakakmu." Boy menaruh kembali kartu miliknya ke dalam dompet setelah membayar makanan yang dipesannya.

__ADS_1


"Tapi B ..."


"Tit ...." Boy mendekat pada wajah Tita. "Aku sangat menginginkanmu sayang, jadi kita pulang sekarang!" Bisik Boy dengan seringai tipis dibibirnya.


Gleg


Tita menelan salivanya dengan susah, bayang-bayang tubuhnya yang terasa remuk membuat bulu kuduknya meremang.


"Boleh aku ikut?" tanya Eve dengan memberanikan diri, menatap pada Tita dan Boy bergantian.


"Tidak boleh!' Boleh ...." Ucap Tita dan Boy bersamaan, membuat mereka berdua saling menatap dengan tajam.


"Ijinkan Kak Eve ikut, atau aku tidak mau pulang denganmu!" ancam Tita.


"Kau tidak bisa mengancam ku, sayang," Boy mengusap wajah Tita. "Mau jalan sendiri atau aku gendong." Boy menyeringai menatap wanitanya.


"Ck .. " Tita menghela napasnya kasar. "B Tita janji akan menuruti semua keinginan mu, asalkan kak Eve diijinkan ikut." Pinta Tita.


Boy menatap Tita dengan intens lalu menatap pada Eve, ia menghela napasnya lalu berjalan keluar dari restaurant itu tanpa mengiyakan atau menolak permintaan Tita.


"Tita kakak boleh ikut atau tidak?" tanya Eve dengan bingung.

__ADS_1


"Sepertinya boleh." Tita menarik tangan kakaknya berjalan keluar dari restaurant, dapat ia lihat suami tampannya itu tengah menunggu di samping mobil.


Lalu mereka bertiga masuk ke dalam mobil, dengan tujuan yang sama yaitu vila milik keluarga Arbeto.


__ADS_2