Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 73


__ADS_3

Boy yang merasa tertantang, menekan pinggang Tita hingga tubuh mereka saling menempel.


"Kau akan menyesal sudah menantang seorang Boy Arbeto." Ucap Boy dengan seringai tipis dibibirnya.


Ia langsung mengangkat tubuh Tita dan menaruh tubuh mungil itu di pundaknya.


"Ah .. B apa yang kau lakukan?"


Tita berteriak ketakutan karena kini tubuhnya digendong bagaikan karung beras yang tengah dipanggul oleh seorang kuli.


"Ayah unta .. kak Eve tolong aku ...."


Eve yang sempat terkejut segera menghampiri adik dan adik iparnya.


"B lepaskan adikku!" Eve berusaha menarik tubuh Tita, namun karena tinggi dan tenaganya tidak sebanding dengan Boy Arbeto ia pun kesusahan untuk membantu adiknya.


"Ada apa ini?"


Teriak seseorang dari arah pintu, membuat ketiga orang yang ada di halaman rumah menghentikan gerakan mereka.


"Ayah tolong Tita ...."


Ia merasa senang karena akhirnya ayah unta keluar dari rumah, untuk menyelamatkan dirinya dari suami yang tidak berakhlak.


"Ada apa ini, B? Kenapa putri kesayanganku digendong seperti itu?" Bayu berjalan menghampiri kedua putri dan menantunya.


"Aku hanya ingin membawa istriku pulang ke apartemen, apa itu salah?" Boy kembali berjalan menuju mobilnya.

__ADS_1


"Berhenti!" sentak Bayu.


Ia tidak bisa membiarkan Boy membawa Tita, apalagi setelah melihat wajah putrinya yang ketakutan.


"Turunkan putriku sekarang juga!" perintah Bayu dengan tegas.


"Oh my God, tidak putrinya tidak ayah nya selalu membuat emosi ku tersulut." Gumam Boy sembari menghela napasnya dengan kasar.


Ia pun mendekati ayah mertuanya lalu membisikan sesuatu di telinga pria tersebut.


"Bilang dari tadi, kalau begitu cepat pulang! Dan jangan lupa yang semangat!"


Bayu tersenyum saat tahu alasan menantunya membawa Tita, pulang dengan paksa karena ingin membuat cucu untuknya.


"Ayah unta jahat!" teriak Tita dengan wajah yang kesal.


Karena ayah nya justru mempersilahkan pria itu untuk membawa dirinya.


Boy hanya menganggukkan kepalanya dengan seringai tipis dibibirnya, lalu menutup pintu mobil dan memerintahkan supir untuk segera menjalankan mobilnya.


"Ayah, kenapa Tita dibiarkan pergi?" tanya Eve setelah melihat mobil yang ditumpangi oleh Boy dan adiknya keluar dari halaman rumah mereka.


"Biarkan saja sayang, mereka ingin membuatkan cucu untuk Ayah." Seloroh Bayu dengan tawa yang keras.


"Cucu?" gumam Eve dalam hati.


Lalu berjalan mengikuti ayahnya masuk ke dalam rumah dengan raut wajah yang tak terbaca.

__ADS_1


...🍀🍀🍀...


"B lepaskan tangan Tita!" ia merasa kesal karena sejak naik ke dalam mobil, tangannya itu terus di genggam oleh suaminya.


Boy yang baru tersadar dengan tindakannya, segera melepaskan tangan Tita sembari berdeham dengan keras.


"Kau jangan salah paham, aku tadi hanya lupa untuk melepaskannya?"


"Aku tidak peduli, sekarang juga hentikan mobilnya! Tita mau pulang." ia memukul jendela mobil dengan kasar.


"Hei apa yang kau lakukan? Mobil mahalku ini bisa lecet!" Ketus Boy.


"Biar saja Tita tidak peduli, sekarang hentikan mobilnya!" Tita terus memukul dan menendang pintu mobil.


"Kau sudah membuatku kesal."


Boy langsung menarik Tita hingga wanita itu jatuh di pelukannya, dan tanpa banyak berkata langsung mengecup bibir tipis yang sudah menjadi candunya. Kecupan yang awalnya hanya sebuah ciuman lembut, berubah menjadi ******* yang kasar.


"****!" Boy menggeram saat merasakan gairahnya naik. "Aku harap Liam sudah sampai di apartemenku." Gumam Boy dalam hati.


"B kau itu menyebalkan!" Umpat Tita saat ciuman itu terlepas. "Lepaskan! Aku mau pulang." Tita memukul-mukul dada bidang suaminya.


"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau mendapatkan hukuman dariku." Bisik Boy dengan seringai tipis dibibirnya.


"Hukuman?" Tita menautkan kedua alisnya, pikirannya kini sudah bertraveling menjelajah ke setiap otak mesumnya. "Benar aku akan dihukum?" ia menatap wajah suaminya yang begitu dekat dengan wajahnya.


Boy menganggukkan kepalanya dengan tatapan mata yang terus menatap bibir Tita yang terlihat bengkak karena perbuatannya.

__ADS_1


"Bilang dari tadi kalau kau akan menghukumku, jadikan aku tidak perlu membuat drama seperti ini." Tita tersenyum penuh arti sembari menepuk bahu suaminya.


Boy yang bingung dengan sikap Tita yang justru bahagia karena akan dihukum, tidak memusingkan hal tersebut saat ia kembali mencium bibir tipis milik wanitanya. Boy pun menyuruh supirnya untuk menaikkan kecepatan mobil mereka agar cepat sampai di apartemen.


__ADS_2