
Tita yang merasa bahagia dengan kedatangan ayah unta, segera berdiri hendak memeluk pria itu. Namun Tita begitu terkejut saat ayah nya justru berjalan melewatinya begitu saja.
"Hai honey ..." Bayu langsung duduk di samping mantan istrinya, menatap wajah ibu dari kedua putrinya yang kini terlihat semakin cantik walaupun usianya tidak muda lagi. "Apa kabar Mommy Unta? Lama tidak bertemu kau semakin hot." Seperti biasa Bayu akan mengeluarkan rayuan mautnya.
"Bay ...." Daniela yang merasa risih sedikit menghindar dari mantan suaminya. "Kau tidak lihat di sini ada anak dan menantu kita!"
Bayu langsung menatap Boy dan juga Tita, dan saat melihat wajah putrinya Bayu baru teringat ia belum memeluk putri tersayangnya itu.
"Anak unta kemari! Peluk ayah!" Bayu merentangkan kedua tangannya.
Tita yang tadinya kesal karena sempat tidak dihiraukan, kini tersenyum manis sambil berjalan mendekati Ayah nya.
"Eit ...." Boy menarik tangan Tita lalu memeluk wanitanya dengan erat. "Kau peluk aku saja, biar Ayah Bayu memeluk Mom Daniela." Boy tidak rela jika Tita memeluk pria lain selain dirinya, meski itu dengan ayah kandungnya sendiri.
"Ide bagus itu." Sahut Bayu, dan dengan penuh semangat hendak memeluk mantan istrinya.
"Jangan macam-macam denganku!" Daniela menatap tajam mantan suaminya.
"Ck .. aku hanya bercanda." Bayu tersenyum sinis.
__ADS_1
Kedua orang yang usianya tidak lagi muda itu, kini saling menatap dengan tajam, mereka bahkan lupa di ruangan tersebut ada anak dan juga menantunya, yang kini memperhatikan ke-duanya dengan ekspresi wajah yang berbeda.
"Lihatlah kalian begitu romantis." Celetuk Boy dengan raut wajah datarnya.
Membuat Bayu dan Daniela serentak menatap kearah menantunya dengan wajah yang bingung.
"B matamu baik-baik saja bukan? Mereka itu sedang perang dingin, kenapa kau bilang romantis?" Sahut Tita dengan wajah yang bingung.
Namun Boy hanya diam saja tidak menanggapi perkataan Tita.
"Sepertinya kebodohan putriku menular padamu." Sahut Bayu sembari tertawa.
"Kau itu kenapa? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya."
"Tapi tidak perlu kau berkata Tita bodoh!" ketus Daniela.
"Aku bilang —"
Ehem.
__ADS_1
Boy berdeham dengan keras membuat kedua orang yang sedang berdebat itu terdiam.
"Aku ingin kalian berdua kembali bersama!"
"What?" pekik Bayu dan Daniela bersamaan.
Sementara Tita yang mendengar perkataan suaminya justru tersenyum bahagia.
"Kau gila? Mana mungkin Ayah kembali bersamanya!" Bayu menatap sinis kearah mantan istrinya.
"Hei! Kau pikir aku mau kembali bersamamu!" Sahut Daniela tak kalah sinisnya.
"Tapi kalian harus melakukan apa yang aku katakan!" sela Boy. "Karena itu satu-satunya cara agar kebencian Eve pada Tita menghilang atau setidaknya berkurang. Apa kalian tidak ingin melihat kedua putri kalian saling mengasihi satu dan lainnya?"
Deg.
Baik Daniela dan Bayu langsung terdiam, perkataan Boy seperti sebuah tamparan bagi keduanya. Karena selain gagal dalam membina rumah tangga, mereka juga gagal menjadi orang tua bagi Eve dan Tita.
"Apa kalian tahu? Eve sengaja menggodaku hanya untuk menyakiti Tita." Boy menatap pada wanitanya yang saat ini tengah menggelengkan kepalanya, seakan mengisyaratkan agar dirinya tidak bercerita apa pun pada Ayah Bayu dan Mom Daniela.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Bayu begitu terkejut saat mendengar perkataan menantunya, karena selama ini Tita tidak pernah cerita apa pun mengenai Eve yang berkaitan dengan Boy.