Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 53


__ADS_3

Boy yang berdiri di depan mejanya, mulai merasa jengah melihat adegan sebuah keluarga di depan matanya, ia merasa kesal karena ruang kerjanya dijadikan sebagai tempat ajang berkumpul keluarga tanpa ada yang mempedulikan kehadiran dirinya selaku pemilik ruangan.


"Oh ya ampun, ayah sampai lupa pada menantu kesayanganku."


Bayu mendekat kearah Boy, memeluk memantu yang sangat ia benci sekaligus ia sayangi hanya karena pria itu adalah putra sahabat baiknya yang sangat kaya raya.


"B maafkan ayah yang datang kemari dengan tiba-tiba, karena kami sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Tita." Terang Bayu sambil membawa menantunya untuk mendekat kearah kedua putrinya. "Oh ya, kenalkan ini putri tertua ku sekaligus kakak Tita." Bayu menatap Eve memberikan kode untuk memperkenalkan diri.


Eve yang mengerti langsung mengulurkan tangannya dengan wajah yang tersenyum.


"Eve ...."


"B ...."


Boy menatap wanita yang ada dihadapannya, wanita dengan wajah campuran Asia Eropa itu terlihat sangat cantik, dengan rambut pirang yang panjang, tubuh yang proporsional yang terlihat sexy meski wanita itu memakai pakaian yang sopan.


Jika dilihat lebih intens lagi wanita yang berstatus sebagai kakak iparnya itu sangat mirip dengan Tita, bisa dikatakan Eve adalah versi Tita dewasa.

__ADS_1


"B ayah minta ijin membawa Tita pulang kerumah, dan menginap untuk beberapa hari karena—"


"Tidak aku ijinkan." Ucap Boy dengan cepat dan tegas.


"Tapi Tita mau pulang bersama ayah unta dan kak Eve."


Tita ingin sekali menginap dirumah ayah unta, ingin bercengkrama dengan kakaknya, bertukar cerita, dan bertanya banyak hal terutama bertanya tentang Mom Daniela.


Selain itu Tita juga ingin mencari suasana baru dengan tinggal di rumahnya sendiri, karena beberapa hari ini Tita merasakan kesepian semenjak Boy berubah menjadi dingin dan tidak berbicara sama sekali padanya jika bukan sesuatu yang penting.


Dan jangan lupakan hantu yang selalu membuat luka dileher Tita, membuatnya semakin tidak betah untuk tinggal di apartemen.


"Tapi aku mau pulang." Tita balas menatap tajam suaminya.


Membuat keduanya saling menatap dengan tajam, hingga membuat Bayu dan Eve kebingungan.


"Hei .. kalian berdua jangan bertengkar." Bayu mengusap punggung Tita untuk menenangkan emosi putrinya.

__ADS_1


Membuat sorot mata tajam milik Boy Arbeto kini beralih menatap ke ayah mertuanya, tatapan tajam itu sama persis saat Boy melihat Tita dipeluk oleh ayah mertuanya tadi. Ia tidak suka jika miliknya disentuh oleh orang lain termasuk ayah mertuanya sendiri.


"Tapi ayah dia itu menyebalkan, masa Tita menginap saja tidak boleh." Gerutu Tita masih menatap tajam pada suaminya.


"Sudah tidak apa-apa, mungkin lain kali kau bisa menginap dirumah." Bayu masih menenangkan emosi putrinya.


"Tidak mau." Tita menatap kearah ayah unta dan kakaknya sambil berpikir. "Kalau Tita tidak boleh menginap, kalian saja yang menginap di apartemen kami." Ujar Tita.


"Tidak boleh." Boy kembali berkata dengan sangat tegas.


"Ish .. kau itu egois sekali, aku menginap di rumah ayah unta tidak boleh, ayah unta dan kak Eve menginap di apartemen tidak boleh." Tita mengerucutkan bibirnya.


Boy hanya diam saja tidak menyahut perkataan Tita.


"Bagaimana kalau suami mu ikut menginap di rumah ayah?" Eve yang sejak tadi diam memberanikan diri untuk bersuara.


"Ya kau benar sayang, bagaimana menantuku apa kau mau menginap di rumah kami?" tanya Bayu.

__ADS_1


Boy masih diam tanpa ekspresi apapun di wajahnya, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan ikut terdiam menunggu jawaban dari seorang Boy Arbeto.


__ADS_2