Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 119


__ADS_3

"B kau lapar tidak?" Tita mengalungkan tangannya di leher suaminya agar tidak terjatuh.


"Aku sangat lapar." Boy mengusap punggung Tita naik turun.


"Kalau begitu kita makan diluar saja." Tita hendak berdiri dari pangkuan suaminya, namun pinggangnya ditahan lebih dulu oleh Boy.


"Kita makan disini saja." Boy menarik satu sudut bibirnya.


"Baiklah kita pesan makanan saja kalau begitu."


"Tidak perlu sayang, karena makanannya sudah ada di hadapanku." Tanpa membuang waktu Boy mengecup bibir Tita dengan penuh kelembutan.


Emph ...


Tita melepaskan kecupan suaminya dengan sekuat tenaga.


"B apa kau tidak bisa sekali saja tidak berpikiran mesum." Gerutu Tita dengan wajah yang kesal.

__ADS_1


"Tidak bisa." Boy menahan tengkuk Tita kemudian mencium wanitanya itu dengan penuh gairah, ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi sangat menuntut. Tangannya tidak tinggal diam, mulai menarik pakaian yang dikenakan oleh Tita hingga memperlihatkan bagian atas tubuh istrinya.


"B hentikan!" ucap Tita setelah ciuman panas mereka berakhir, karena kini suaminya itu sedang mengecup leher dan terus kebawah hingga membuatnya kegelian. "Kalau begini terus otak mesum ku ikut bertraveling." Gumam Tita dalam hati sambil terus menahan Boy untuk tidak semakin jauh.


"Tit diamlah!" Boy kesal saat tangan Tita terus saja menghalangi dirinya untuk menyentuh tubuh itu.


"B aku sangat lapar karena tadi pagi belum sempat sarapan." Tita menahan wajah Boy hingga membuat kedua mata mereka saling bertemu.


"Baiklah kita makan dulu." Boy mengambil pakaian Tita, lalu membantu wanitanya itu untuk memasangkan pengait bra yang sudah terlepas. "Kita makan di ruangan ini saja, bagaimana?"


"Aku pesan makanan dulu." Boy mengambil ponselnya lalu menyuruh Liam untuk mengorder makanan untuknya dan Tita.


"B kita duduk di sofa saja sambil menunggu makanan." Ajak Tita.


"Di sini saja." Boy menahan pinggang Tita agar tidak beranjak dari pangkuannya.


"Baiklah." Tita menatap wajah suaminya yang tampan itu dengan senyum malu-malu, ia tidak menyangka kalau pria yang ada di hadapannya itu sudah sangat berubah lebih hangat padanya, dan jangan lupakan kadar mesum pria itu yang naik dua kali lipat.

__ADS_1


"Kenapa? Aku tampan bukan?" Boy mengerlingkan matanya menggoda Tita.


"Iya suamiku ini sangat tampan." Tita mengusap lembut wajah Boy, merangkum wajah itu agar membekas diingatannnya. "B apa kau sudah bisa mencintaiku?" tanya Tita dengan jantung yang berdetak dengan keras.


Boy tidak menjawab pertanyaan Tita, dan lebih memilih menatap kedua mata wanitanya dengan intens.


"Apa pertanyaanmu ada kaitannya dengan Eve?" Boy sebenarnya tahu Tita sudah melihat rekaman CCTV saat ia dan Eve berciuman.


Saat kemarin melihat Tita tertidur di kamar, Boy mengecek rekaman CCTV karena merasa ada sesuatu yang terjadi antara Tita dengan Eve. Dan ternyata tebakannya benar, ia melihat pertengkaran yang terjadi antara adik kakak itu karena Tita sudah mengetahui kejadian saat Eve menciumnya dan ia yang membalas mencium Eve dengan mata yang tertutup sambil menyentuh tubuh Eve.


"Kenapa kau tidak bertanya langsung padaku? Kenapa kau lebih memilih meminta bantuan pada A, untuk melihat rekaman CCTV yang ada di ruanganku?"


Deg.


Tita terkejut dan tidak menyangka Boy mengetahui dirinya membawa Agam ke ruang kerja pria itu.


"A-aku .. tapi bagaimana bisa kau tahu aku meminta Agam untuk mengecek rekaman CCTV di ruang kerjamu?"

__ADS_1


__ADS_2