Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 133


__ADS_3

"Ya kau akan menjadi seorang Dady karena Tita sedang mengandung, dan aku akan menjadi seorang kakek." Bayu tertawa lepas, tanpa menyadari di seluruh ruangan itu hanya dirinya yang tertawa, sementara yang lainnya hanya diam dengan raut wajah yang berbeda.


"Tit .. kau ..." Boy menghampiri Tita lalu menatap perut wanitanya dengan jantung yang berdetak dengan cepat. "Benar kau hamil?"


"Aku .. aku .." Tita bingung harus mengatakan apa. "Oh ya ampun aku harus menjawab apa? Kalau aku jawab ya, berarti aku membohongi suamiku. Tapi kalau aku jawab tidak, pasti kak Eve akan meminta B."


"Jawab Tit! Apa benar kau hamil?" Boy mengulangi pertanyaannya.


"Ya aku hamil." Jawab Tita dengan senyum kaku diwajahnya. "Lebih baik berbohong saja dulu, toh mereka tidak akan tahu aku berbohong kecuali jika aku diperiksa dokter. Dan untuk B nanti akan aku jelaskan semuanya." Gumam Tita dalam hati.


Boy yang terkejut dengan apa yang dikatakan Tita, langsung memeluk wanitanya itu lalu menggendongnya dengan mengayun tubuh Tita berputar-putar, karena rasa bahagia yang teramat ia rasakan begitu mendengar kabar kehamilan wanitanya.


"Kau hamil? Ada Baby B di perutmu?" Boy mengusap perut Tita dengan perlahan setelah menurunkan Tita dari gendongannya.

__ADS_1


Tita menganggukkan kepalanya dengan perasaan tidak enak karena sudah membohongi suaminya, apalagi saat melihat kebahagiaan di raut wajah Boy Arebto semakin membuatnya merasa bersalah.


"Yes .. aku akan menjadi seorang Daddy ..." Teriak Boy dengan sangat keras, mengalahkan suara tawa dari ayah mertuanya. "Terima kasih sayang." Boy mengecup bibir Tita dengan penuh kasih. "Aku akan memberitahukan Mom dan Dad, kalau mereka akan mempunyai seorang cucu." Boy hendak mengambil ponselnya.


"Apa tidak sebaiknya kita membawa Tita kedokteran untuk diperiksa? Apa benar dia sedang hamil atau tidak sebelum kau memberi kabar pada orang tuamu?" sahut Eve dengan sinis.


"Apa maksudmu?" tanya Boy dengan tatapan yang mematikan.


"Em .. maksudku sebaiknya kita ke dokter untuk memeriksakan usia kandungan Tita dan memeriksa kesehatan kandungnya." Eve menelan salivanya dengan susah, saat melihat aura kemarahan di wajah adik iparnya.


"Kenapa harus ditunda? Bukankah lebih cepat lebih baik?" Eve menghalangi langkah Tita, kini ia semakin yakin jika adiknya sedang berbohong tentang kehamilannya. Dan Jika Eve bisa membuktikan kebohongan Tita, maka Boy Arbeto pasti akan sangat marah dan ia bisa merebut hati pria itu kembali.


"Ya kau benar Eve, sebaiknya kita ke dokter kandungan untuk memeriksa kehamilan Tita. Ayah tidak ingin terjadi sesuatu pada calon cucu Ayah."

__ADS_1


Deg


Tita mati kutu saat dua orang menyuruhnya untuk pergi ke dokter kandungan. "Oh my God, tolong Tita." Batin Tita terus berdoa agar bisa terlepas dari situasi yang menakutkan ini.


"Kalau begitu sekarang juga kita pergi ke dokter kandungan." Boy menggandeng tangan Tita.


"B tunggu dulu!" Tita bingung mencari alasan agar dirinya tidak dibawa ke dokter kandungan.


"Kenapa sayang?" Boy menatap wajah Tita yang terlihat cemas.


"Aku .. itu .. anu ..." Tita menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sudah kau jangan banyak berpikir, ayo kita jalan!" Bayu menggandeng tangan Tita.

__ADS_1


"Tunggu ... !" Boy menghampiri Tita lalu menggendong wanitanya.


"B .. turunkan aku!" Tita malu saat suaminya menggendong dirinya sembari keluar dari ruangan. Karena menjadi tontonan beberapa karyawan yang lewat di hadapan mereka.


__ADS_2