
"Sayang ...."
Selena hendak mencium bibir Boy Arbeto, namun gerakannya terhenti saat prianya itu justru berjalan begitu saja melewatinya.
"Ada apa kau kesini?"
Boy berjalan menuju sofa dan langsung duduk tanpa mengalihkan tatapan matanya pada Tita yang sejak tadi hanya diam saja menatap dirinya dan juga Selena.
"Tentu saja karena aku merindukanmu." Selena langsung duduk di pangkuan Boy. "Apa kau tidak merindukan aku?" Bisik Selena sambil mengecup bibir kekasihnya.
Tita yang melihat adegan mesra antara Boy dan wanita yang ia sebut Tante itu langsung membelalakkan ke-dua matanya, Tita tidak menyangka akan melihat suaminya di cium oleh wanita lain.
Sementara itu Liam yang berdiri tidak jauh dari wanita yang berstatus sebagai istri tuannya, hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Kenapa aku harus terjebak di dalam situasi seperti ini? Pasti sebentar lagi akan ada drama rumah tangga." Liam pun memilih untuk pergi dari ruang kerja tuan Boy Arbeto, karena perasaannya sudah mulai tidak enak. Tapi baru saja dua langkah kakinya berjalan, Liam terkejut saat mendengar suara seseorang yang terjatuh.
"B sakit."
Rintih Selena saat tubuhnya terjatuh ke lantai karena kekasihnya tiba-tiba saja berdiri dari duduknya.
Boy sendiri tidak memperdulikan rintihan Selena, ia berjalan mendekati Tita yang masih diam berdiri dengan wajah tanpa ekspresi apa pun.
__ADS_1
"Kenapa kau diam saja?" sentak Boy.
"Kenapa aku diam? Memangnya aku harus berbuat apa? Tita balik bertanya dengan wajah yang bingung.
"Kau itu istriku bukan?"
Boy menatap tak percaya pada Tita, karena baru kali ini ia melihat seorang wanita yang tidak cemburu atau marah saat dirinya dekat dengan wanita lain. Karena biasanya para wanitanya itu akan marah dan bertengkar hebat saat melihatnya sedang bermesraan dengan wanita lain. Tapi yang dilakukan Tita justru berbanding terbalik, sejak awal wanita itu hanya diam saja bahkan saat dirinya dicium oleh Selena, dan Boy yang terbiasa diperebutkan oleh para wanita merasa tidak suka dengan sikap Tita yang cuek seperti itu.
"Tentu saja aku istrimu." Tita tertawa sambil menepuk bahu Boy Arbeto.
"Kalau kau istriku kenapa kau diam saja saat aku didekati dan dicium oleh wanita lain?"
"Ck, gadis gila ini benar-benar membuatku emosi." Boy mengusap dadanya.
Sementara itu Selena yang berjalan mendekati Boy merasa terkejut, saat mendengar bahwa wanita yang sejak tadi berada di satu ruangan dengannya adalah istri dari kekasihnya.
"Lia ...." Boy menatap pada asistennya.
"I-iya tuan." Liam yang baru saja melangkahkan kakinya kearah pintu, segera terdiam dengan raut wajah yang panik.
__ADS_1
"Katakan pada wanita gila itu apa yang harus dilakukannya!" perintah Boy.
"Baik tuan."
Liam menatap pada wanita yang berstatus sebagai istri dari tuan Boy Arbeto. "Nona Tita, Anda seharusnya marah pada nona Selena karena sudah berani bermesraan dengan Tuan Boy Arbeto yang merupakan suami Anda." Ucap Liam sambil melangkah mundur menuju pintu ruangan.
"Dengar itu baik-baik! Kau itu seharusnya marah pada wanita itu." Boy menjitak kepala Tita dengan gemas sambil menatap kearah Selena.
"Oh ...." Tita mengusap kepalanya sambil mengangguk.
"Kenapa hanya oh? Kau harus tunjukkan kemarahanmu!" perintah Boy.
"Sekarang?" Tita menatap suaminya dan wanita itu secara bergantian.
"Tentu saja sekarang!" Boy menghela napasnya.
"Oke tunggu sebentar!" Tita menatap kebelakang dan melihat asisten suaminya yang hendak membuka pintu ruangan. "Liam." panggil Tita.
"Oh ya ampun kenapa aku dipanggil disaat aku hampir berhasil keluar dari ruangan ini." Dengan perlahan Liam menengok kebelakang. "Iya nona, ada yang bisa aku bantu?"
__ADS_1