Experiment Number

Experiment Number
BAB 10 KERJA SAMA


__ADS_3

"Setelah mendengar penjelasan ku,apakah kau tertarik masuk ke organisasi OSIS? " Tanyak kak Sofi sambil menatap ku.


"Sebelum menjawab,bolehkah aku bertanya satu hal lagi?" Tanya ku kembali.


"Tentu saja,asalkan itu berhubungan dengan OSIS maka sebisa mungkin aku akan menjawabnya. " Jawab kak Sofi.


"Begini. Selain menjaga para anggota OSIS yang memiliki kemampuan, alasan apa lagi yang membuat organisasi OSIS sangat tertutup bahkan tidak ada satupun murid yang tau siapa saja anggota OSIS?."


"Kalau itu seharusnya kamu juga tau.Kebanyakan siswa pasti akan berhati hati bertindak jika berada di dekat OSIS karna takut melakukan kesalahan yang dapat menurunkan nilai mereka. Jadi untuk mengetahui sifat asli mereka,pihak sekolah pun membangun organisasi OSIS yang tertutup. Yah..walaupun tertutup,tidak banyak yang masih terus mengawasi ruang OSIS karna penasaran." Jelas kak Sofi.


"Minuman nya sudah kubuat. Jadi bagai mana Cakkra,apakah kau tertarik bergabung?" Tanya kak Kyo.


"Akan kucoba" Jawab ku.


"Berarti jawaban mu iya kan. Baiklah kalau begitu,kami akan memberikan tugas pertama kepadamu sebagai anggota baru" Ucap kak Kyo.


Aku diberikan tugas pertama sebagai anggota,awalnya aku menolak nya karna tampilan suratnya terlalu heboh tapi setelah kupikir pikir kurasa tidak ada salahnya menerima tugas itu karena tugasnya hanya mengantarkan surat saja ke kakak kelas ku dari kelas 11 MIPA 2 lagipula yang menerima suratnya laki-laki.


Kak Kyo menyuruhku memberikan surat tersebut dan jika dia bertanya suratnya dari mana,aku hanya perlu menjawab bahwa surat itu dari kepala sekolah. Kak Kyo dan kak Sofi tidak melarang ku ditemani oleh orang lain ke sana jadi aku berniat meminta Varro untuk menemaniku besok setelah jam istirahat.


Saat kembali ke kamar,Varro menatap ku dengan curiga dan bertanya kepadaku.


"Lu dari mana ajah,katanya mau ke kantin tapi ko pas gua ke kantin lunya kagak ada?" Tanya Varro curiga.


"Itu,tadi pas selesai makan gua keliling dulu bentar terus pas mau langsung balik gua gasengaja ketemu Pak Ali,nah Pak Ali nitip surat ke gua. Gua disuruh ngasih suratnya ke kak Ciel soalnya surat nya dari kepala sekolah." Jawab ku berbohong


"Kenapa nitipnya ke lu,kan Pak Ali bisa langsung kasih aja ke orang nya langsung" Ucap Varro


"G-gatau juga.Var,temenin gua ke gedung kelas dua besok yah" Ucap ku memohon ke Varro.


"Emmm yaudah deh,gua juga sedikit penasaran sama bentuk gedung kelas dua." Jawab Varro.


"Oke,besok setelah jam istirahat kita ke sana" Ucap ku


"Ya, kapan ajah boleh"


* * * *


Esok harinya di saat jam istirahat, aku dan Varro pun pergi ke gedung kelas dua mencari orang yang bernama Ciel dari kela 11 MIPA 2. Karna gedung kelas dua lebih besar dari gedung kelas satu, jadinya kami kesusahan mencari kelasnya.


Untung saja ada kakak kelas yang ingin membantu kita menuju ke kelas 11 MIPA 2. Kami juga menjadi sedikit tidak canggung karna kakak kelas itu orangnya asik.

__ADS_1


"Ini kelasnya, kalau boleh tau tujuan kalian kesini apa yah?" Tanyak kakel


"Kami kesini ingin memberikan surat dari kepala sekolah untuk kak Ciel,oiyah disini yang namanya Ciel yang mana yah kak?" Ucap ku sembari bertanya kembali.


"Ternyata kalian mencari Ciel,kalau jam segini sih biasanya dia berada di atas gedung. Mungkin akan sedikit sulit bicara kepadanya nanti karna dia orangnya penyendiri dan dia juga sangat acuh tak acuh kepada orang lain,apalagi orang yang baru dia lihat. Dia juga sedikit menyeramkan dan hawa disekitarnya agak aneh" Ucap kakel memberitahu semua tentang Ciel.


"Emm baiklah kalau gitu makasih yah kak"


"Iya sama sama,kalau ada apa-apa bilang ajah yah. Aku kembali dulu" Ucap kakel sambil melangkah menjauh.


"Var,lu gak keberatan temenin gua sampai atas kan?" Tanya ku


"Santai ajah,ayo buruan sebelum bel masuk" Jawab Varro.


Kami berdua pun berlari menaiki satu persatu tangga hingga akhirnya sampai di atas gedung. Di atas kami berdua tidak melihat satupun orang.


Disitu hanya ada tangki air yang sedikit tinggi berbentuk persegi panjang dan juga kayu kayu yang berserakan. Varro yang melihatnya menjadi sedikit kesal karna dia mengira kakak kelas tadi sedang mempermainkan kita berdua.


Tapi aku meyakinkannya agar tidak turun dulu,karna bisa saja Ciel berada di atas tangki itu berbaring jadi kita tak melihatnya. Dengan keyakinan ku itu,akupun berteriak menyebut namanya dan benar saja dia berada di situ.


"Hah!!, apa mau kalian sialan. Kalian nantangin gua?!!!!." Teriak seseorang yang ternyata kakak kelas yang ribut di depan perpustakaan kemarin.


"Apa hah.....!!" Teriak balik Varro sambil menatap tajam kearah kakak kelas itu.


"Kalau iya kenapa,kalau tidak penting mending kalian kembali saja" Ucapnya sambil berbaring kembali.


"Kami kesini ingin ngasih kakak surat yang dititipkan Pak Ali kepada saya,katanya surat ini dari kepala sekolah (maaf aku membawa bawa namamu Pak.gumam ku)"


Mendengar itu akhirnya membuatnya turun dan meminta surat yang ku bahas barusan. Betapa kagetnya aku saat dia tiba tiba merobek surat itu padahal dia baru melihat sampulnya saja.


"Kak!, suratnya ko dirobek? Itu bisa saja surat penting kak!" Ucap ku panik


"Hah!?, kau kira aku tidak tau ini surat dari siapa. Jangan membohongiku dan pergilah dari sini, jangan lupa bilang ke mereka agar berhenti membujuk ku!!" Ucapnya sambil menatap tajam kepadaku hingga membuat ku menelan saliva ku.


"Kak,kakak kira itu candaan. Kita berdua sudah bersusah payah kemari membawa surat itu dan kakak dengan mudahnya merobeknya begitu saja!!" Ucap Varro kesal


"Kenapa,apakah kau juga keberatan?" Balas kak Ciel.


"Sudah Varro,ayo kita kembali" Ucap ku


"Tapi itukan surat titipan Cak" Balas Varro

__ADS_1


"Nanti biar gua yang urus,untuk sekarang ayo kembali ke kelas sebelum bel berbunyi" Ucap ku menenangkan Varro.


Saat berbalik dan ingin pergi meninggalkan kak Ciel,Tiba-tiba saja dia mengatakan sesuatu yang membuat ku bingung dan bertanya tanya.


"Ternyata kamu masih tidak mempan dengan kemampuan ku Liam." Ucap kak Ciel.


Aku dengan wajah yang sama sekali tak tau langsung mengatakan kepadanya bahwa tidak ada satupun di antara kita yang bernama Liam. Dan dia kembali berkata bahwa dia tidak pernah sama sekali melupakan wajah ku.


Aku kembali ke kelas dengan perasaan yang tak membingungkan, bahkan aku sampai tidak sadar kalau dari tadi Varro terus memanggil ku.


"Cakkra!!!!, lu dengerin gua gak sih. Lu budek apa yah?" Tanya Varro membentak ku.


"Maaf gua lagi mikirin kata kata ke Pak Ali nanti soal suratnya" Jawab ku berbohong.


"Gua tau lu bohong,lu pasti lagi mikirin ucapan terakhirnya kakel itu kan?. Lu masih nyimpen rahasia lu ke gua Cakkra?" Tanya Varro kembali.


"Gak gitu,gua juga bingung sama yang barusan dia omongin. Gua kayak pernah dengar nama itu,tapi dimana?" Jawab ku.


"Apa iya......?" Ucap Varro merayuku


"Serius bro, auah pengen makan seblak manis" Ucap ku


"Pintar pintar tapi goblok,mana ada seblak manis" Balas Varro.


* * * *


Setelah pembelajaran selesai,kami satu kelas berencana untuk melakukan latihan bersama mengingat hari ulang tahun sekolah yang akan dilaksanakan seminggu lagi.kami semua latihan di gedung basket yang lebih kecil dari lapangan lainnya.


Selain latihan,kita semua juga saling bekerja sama membuat kostum untuk lomba kerajinan dari bahan bekas. Disini kita membagi masing-masing murid kelas ku menjadi tiga kelompok.


Kelompok pertama bertugas mencari bahan bekas di sekitaran sekolah, kelompok dua bertugas menggunting bahan bekasnya agar dapat di bentuk, dan kelompok ke tiga bertugas membentuk atau merakit bahan bahan bekasnya menjadi sebuah baju. Semua dibagi berdasarkan kemampuan masing-masing siswa dan tentunya semua mendapatkan bagian agar adil.


Aku dan Varro berada di kelompok pertama sedangkan Vani berada di kelompok ke tiga.


Kami melakukan tugas masing-masing dengan sungguh-sungguh agar kami mendapatkan nilai tambah dari hasil kerja keras kami semua.


Kelompok pertama yang berisikan 8 orang yang semuanya adalah laki-laki berpencar mencari pelastik di titik-titik yang sudah di tandai. Aku bersama dengan Varro mencari ke bagian kantin utama dan yang lainnya ada yang ke TPS dan ada yang ke kantin lain.


"Var gimana?,lu dapat berapa plastiknya?." Tanyaku


"Dikit doang ini,kurasa kita keduluan deh sama kakak kelas" Jawab Varro

__ADS_1


"Bisa jadi,yaudah ayo kita kumpul dengan yang lain.Siapa tau mereka dapatnya banyak"


"Yok"


__ADS_2