
Kami semua akhirnya saling memberitahu kemampuan kita satu sama lain agar dapat mempermudah dalam menyusun rencana.
INFORMASI
Nama : Kyo
Code Name : 008
Kemampuan : Ahli Senjata
Dapat memanfaatkan berbagai macam alat sebagai senjata, mampu mengetahui cara kerja senjata dengan hanya memegang senjata tersebut. Alat sekecil apapun dapat menjadi senjata berbahaya jika dia yang menggunakannya, kemampuan bertarung lebih meningkat dengan adanya alat sebagai senjatanya. Penggunaan kemampuan tak terbatas
Nama : Sofi Novanka
Code Name : 014
Kemampuan : Hacker
Dapat meretas akses keamanan dengan mudah dengan tingkat keberhasilan sekarang adalah 80%, kemampuan dapat ditingkatkan berdasarkan kesulitan keamanan yang diretas. keahliannya di bidang komputer dan jaringan untuk mengatasi berbagai masalah teknis tidak dapat dibandingkan dengan para hacker yang hanya tau meretas dari hasil belajar.
Nama : Laura Lestari
Code Name : 018
Kemampuan : Telepati
Dapat berkomunikasi dengan seseorang tanpa prantara dalam jarak kurang dari satu kilometer dari tempatnya berada. Kemampuan hanya boleh digunakan maksimal tiga kali sehari untuk mencegah kerusakan pada otak.
Setelah memberitahu kemampuan masing-masing, kami mulai menyusun rencana berdasarkan informasi yang diterima sekarang, dan juga tingkat keberhasilan rencana kita dengan kemampuan yang kami miliki sekarang.
Dari pesan yang diterima dari ketos lagi,dikatakan bahwa markas tempat para preman-preman itu sangan sulit untuk dimasuki. Jumlah mereka juga terlalu banyak, sedangkan jika kita ingin menyelinap kesana tentu saja sedikit sulit apalagi mencoba mengalahkan mereka semua.
"Dari informasi yang kita dapatkan. Kita tidak bisa sama sekali menyerang mereka, karena masalah jumlah dan kemampuan kita sekarang. Namun kita mungkin bisa saja menyelinap kedalam markas mereka menggunakan kemampuan Ciel, tapi masalahnya Ciel yang sudah berjanji ingin masuk ke OSIS malah menghilang begitu saja." Jelas Sofi
"Maaf kak,untuk masalah kak Ciel biar saya saja yang bertanggung jawab. Aku akan mencarinya dan meminta bantuan darinya." Balas ku
"Baiklah, kamu mungkin membutuhkan informasi terkait beberapa tempat yang sering dia tempati untuk istirahat. Cari saja dia di gudang dekat taman daerah tengah sekolah,dan juga hutan sekolah di bagian selatan,dan yang paling gampang adalah di kamarnya di gedung tiga,tingkat satu,di kamar nomor empat" Ucap Sofi memberi informasi tentang Ciel
"Aku akan segera menemukannya, jadi tunggulah sebentar" Ucap ku kepada mereka bertiga, dan pergi meninggalkan ruang OSIS menggunakan pintu rahasia yang sengaja di sediakan oleh pihak sekolah.
__ADS_1
Sebelum mencari kak Ciel, aku terlebih dahulu pergi untuk menemui orangtua ku dan teman-teman ku untuk memberitahu mereka bahwa aku ada urusan mendadak yang memungkinkan ku untuk pergi agak lama. Dan untungnya mereka percaya dan memperbolehkan ku untuk menyelesaikan urusan ku terlebih dahulu.
Sedikit berat meninggalkan kedua orangtua ku, padahal kami baru bertemu lagi setelah dua bulan di asrama. Tapi aku juga harus membantu Laura untuk menyelamatkan temannya, untuk sekarang aku harus fokus mencari dimana Kak Ciel berada.
Andai saja aku dapat berkomunikasi dengan para arwah-arwah yang berkeliaran kesana-kemari di sekolah ini,mungkin saja aku dapat menemukan Kak Ciel dengan mudah tanpa harus mengecek satu persatu tempat istirahatnya.
"Permisi" Ucap ku
"Iya ada apa?"
"Lu tau yang namanya Ciel gak,yang dari kelas 11 IPA 2?" Tanya ku
"Iya tau, emangnya kenapa?" Jawab salah satu siswa
"Pernah lihat dia gak disekitar sini?" Tanya ku kembali
"Engga tuh"
"Yaudah makasih yah"
Aku sudah mencari Kak Ciel di kedua tempat yang Kak Sofi beritahukan,dan Kak Ciel sama sekali tidak ada di tempat itu. Tinggal kamarnya lah satu-satunya yang belum aku cek, karena itu adalah petunjuk terakhir jadi aku buru-buru berlari menuju ke kamarnya.
Di gedung tersebut sedikit sepi, karena semua siswa sedang berada di tempat bazar. Jadi sangat memungkinkan Kak Ciel memang berada di kamarnya karena dapat beristirahat dengan nyaman tanpa suara orang-orang dari kamar lain.
Tok tok tok
"Permisi.Kak Ciel!!" Teriak ku
Tok tok tok
"Kak Ciel ada di dalam kan,tolong buka pintunya. Bukankah kakak sudah berjanji untuk masuk OSIS jika kakak kalah dariku!!,jadi tolong bantu kami" Ucap ku berteriak lebih kencang karena tidak ada yang akan memarahi ku.
Tok tok tok!!!
"Tak!!" Bantingan pintu
"Berhenti berteriak. Gua emang mau masuk OSIS, tapi bukan berarti gua mau ikut campur masalah OSIS" Ucap Ciel dengan wajah kesal
"Tapi Kak ini penting,kami butuh kemampuan kakak dalam kasus ini" Ucap ku memohon
__ADS_1
"Kasus tentang suara yang lu maksud tadi?!" Tanya Ciel masih kesal
"Iya benar. Suara yang ku dengar itu memang nyata , bukan inajinasi ku, suara itu berasal dari salah satu anak berkemampuan seperti kita" Jelas ku dengan suara kecil
"Terus apa hubungannya dengan kemampuan gua?! " Tanya Ciel sambil menutup pintu kamarnya perlahan. Aku dengan cepat langsung menahan nya agar Kak Ciel tidak menutup pintunya.
"Kumohon bantu kami,ini berhubungan dengan organisasi tato laba-laba" Ucap ku dengan serius, karena aku tau kalau sebenarnya masalah Kak Ciel juga berhubungan dengan organisasi tersebut. Dan benar saja,Kak Ciel langsung ingin mendengarkan penjelasan ku soal kejadian sekarang.
"Kak Kyo yang akan menjelaskan masalahnya,jadi ayo kita ke ruang OSIS sesegera mungkin karena waktu kita tidaklah banyak" Jelas ku
"Kalau begitu, ayo buruan ke sana" Balas Ciel masih dengan wajah kesalnya.
Kami berdua langsung bergegas ke ruang OSIS dengan cara aman, agar tidak ketahuan oleh yang lainnya. Kak Sofi dan Kak Kyo sedikit kaget karena aku bisa membawa Kak Ciel. Kak Sofi melangkah ke arah Ciel, dan secara tiba-tiba dia memukul pundak Kak Ciel.
"Anjir!!. Lu ngapain hah? " Gertak Ciel kesal
"Haha, entah mengapa rasanya tangan ku ingin sekali memukul mu" Ucap Sofi tersenyum kesal.
"Yah kurasa kau memang patut untuk dipukul karena terus menolak surat dari Sofi haha" Ucap Kyo
"Maaf bisakah kita memulai membahas rencananya, aku takut Sinta kenapa-napa" Cemas Laura
"Ah sorry. Baiklah seperti yang ku ucapkan tadi, untuk masalah alat keamanan biar aku yang urus. Dan jika kalian ketahuan oleh preman-preman itu, kita bisa bergantung kepada kemampuan manipulasi Ciel" Jelas Sofi
"Darimana lu tau kemampuan gua?" Tanya Ciel
"Ubah cara bicara mu di depan adek kelas. Semua anggota OSIS tentu saja mengetahui kemampuan mu dari informasi yang ketos berikan" Jawab Sofi
"Gua udah tau beberapa identitas anggota OSIS kecuali identitas ketua OSIS, sebenarnya siapa yang menjabat sebagai ketua OSIS di sekolah ini?" Tanya Ciel
"Kak Ciel beneran sudah tau beberapa anggota OSIS?!" Tanyaku penasaran
"Tentu saja,karena hampir semua anggota nya mencoba ngebujukin gua gabung dalam organisasi OSIS" Jawab Ciel
"Sudah ku bilang ubah gaya bicara mu" Kesal Sofi sambil memukul pinggang Ciel.
"Suka-suka gua dong" Kesal Ciel
"Oy. Bisakah kalian diam, dan berhentilah membahas sesuatu yang tidak penting. Kalian seharusnya mengerti kalau waktu kita tidak banyak" Ucap Kyo bersikap dingin
__ADS_1
Kak Sofi dan Kak Ciel langsung terdiam entah kenapa setelah Kak Kyo menyuruh mereka untuk diam. Kami semua kembali fokus dengan permasalahan sekarang, saat membahas lebih rincih masalah sekarang, tiba-tiba saja handphone Laura berbunyi.
Nomor telfonnya tidak ada di daftar kontak Laura sama sekali,awalnya Laura tidak mengangkat panggilannya namun tiba-tiba saja pesan masuk dari nomor tersebut berisi ancam yang ternyata dari para preman tadi.