
Tit.........tit........tit....... (Bunyi alarm)
"Hwah.........(menguap)sudah pagi ternyata.(melirik sekitar) aku masih sedikit tidak percaya aku bisa berada di sini.Dan ini anak gak denger alarm atau gimana,kok gak bangun bangun.yaudah biarin ajah,nanti juga bangun sendiri"
Aku harus bersiap siap untuk pengenalan nanti,aku penasaran siapa saja teman sekelasku nanti.semoga saja orangnya sibuk dengan dunia sendiri tanpa sibukin dunia orang lain.
* * * *
Yah kurasa aku salah,kenapa aku harus berada di kelas seperti ini.Dan lagi kenapa aku harus sekelas dengan Varro sih!!!!
"Hey bro,ternyata bukan cuma sekamar tapi kita sekelas juga"
"Hahah i-iya(berusaha bersikap ramah)"
"Pe-permisi" Ucap siswi di kelas
"Iya ada apa nona cantik" Balas Varro
"Begini.bolehkah saya meminta nomor telfon kalian berdua,ka-kalau tidak bisa tidak apa apa kok"
"Hahah tentu saja bisa" Balas Varro kembali
"Kamu saja,aku sih gamau" Ucap ku
"Dingin banget sih sama cewe bro"
"Yaudah nomor aku ajah gapapa kan?"Tanya Varro
"Iya tidak apa-apa" Balas para siswi
* * * *
"Susah juga yah jadi tamvan,banyak yang naksir.Oiyah jangankan cewe cewe tadi,gua ajah belum punya nomor lu, bagi dong"
"Buat apa?,kita kan sekamar jadi gaperlu komunikasi lewat smart fon kan"
"Gimana sih,kalau kita pisah kan tinggal kirim pesan ajah atau telfonan biar kita tau posisi satu sama lain"
"Yaudah,tapi jangan kasi nomor aku sembarangan"
"Oki doki bro,tenang ajah gua bisa dipercaya kok"
* * * *
Jam pertama digunakan untuk pengenalan diri dan pembagian piket serta roster pelajaran.Jam kedua sampai keempat diisi dengan pengenalan klub dan organisasi yang ada di sekolah.Yah organisasi yang tidak di kenalkan cuma OSIS.yah kurasa hanya orang orang terpilih saja yang dapat menjadi bagian dari OSIS.
-Mengamati-
"Siapa kali ini yang lo targetin bro"
"Rahasia"
"Ihh gak asik"
* * * *
"Rasanya aku seperti di awasi" Firasat ku
"Gimana bro,tertarik sama organisasi apa?"tanya Varro
"Kurasa aku mau coba lihat organisasi panca silat dulu,kalau menarik aku bakalan daftar.kalau lu? "
"Klub basket"
"Owh"
"Owh doang? "
"Terus harusnya ngomong apa?"
"Yah.........gatau juga sih"
kegiatan selesai semua murid kelas satu di perbolehkan untuk istirahat dan pembelajaran akan di mulai esok harinya.
Setelah lihat lihat organisasi bela diri kurasa aku memang harus daftar sih,untuk sekarang aku mau istirahat dulu besoknya baru urus surat pendaftaran.Namun saat sedang menuju ke kamar,aku tak sengaja melihat Varro dan beberapa murid lain sedang berpapasan.
"Wah wah wah lihat disini siapa yang berani masuk kesekolah yang sama dengan kita"
"Hahaha kurasa kita tidak harus cari sana sini untuk balas dendam"
"Maaf tapi kalian siapa yah"ucap Varro
__ADS_1
"Berani juga adek kelas kayak lu nanya ke orang yang jelas jelas pernah lu permaluin"
"Serius saya tidak tau maksud kakak kakak sekalian,tong biarkan saya lewat"
Apa ini?, perkelahian?, Varro baru saja masuk SMA tapi sudah membuat ulah sama kakak kelas.Apa aku tanya guru ajah yah,gak deh lihat ajah dulu aku juga sedikit penasaran sama dia
"Aku gamau cari masalah di awal masuk SMA ku ini,jadi sekali lagi aku bilang tolong beri saya jalan!" Tegas Varro
"Anak ini ternyata masih songong sekali ternyata,langsung saja kali yah."
"Haaaaaaaaaaaa!!!!" Teriak salah satu kakak kelas sambil melayangkan pukulannya ke arah Varro.
Sedikit tidak percaya tapi apa yang ada di depan mataku benar benar terjadi dalam sekejap.Kecurigaan ku terhadap Varro semakin kuat bahwa Varro juga punya kemampuan khusus seperti ku namun berbeda.
Memang sangat banyak orang yang pandai berkelahi,namun berbeda dengan orang lain, Varro punya cara bertarung yang benar benar unik,dia dapat dengan cepat mempelajari gaya bertarung seseorang hanya dengan sekali lihat dan dengan mudah mendapatkan kelemahannya.
"Bagai mana sekarang,apakah kalian masih mau mengganggu ku?" Tanya Varro
"M-maaf kami salah,kami tidak akan perna mengganggu mu lagi" Balas orang yang melawan Varro
"Baguslah kalau begitu,kalau sampai sekali lagi kalian mengganggu ku berarti kalian berniat merelakan salah satu tulang kalian patah(bisik Varro).cepat pergi dari sini,dan jangan perna kalian melapor pada guru"
"I-iya(takut) "
Bukan cuma tingkat kecurigaan ku yang bertambah pada Varro, tapi tingkat kewaspadaan ku juga.Tidak ada yang tau kalau semisal dia mendekatiku hanya untuk meluluhkan hatiku untuk dijadikan babunya.
"Untuk sekarang aku harus menghindarinya"
* * * *
Setelah kejadian itu aku benar benar berusaha untuk menghindari Varro,tapi itu percuma
"Mau sampai kapan kau terus mengikutiku,dan berhenti pasang wajah sedih seperti itu!!!"
"Kenapa kau terlihat seperti berusaha menghindari ku,kukira kita teman😔"ucap Varro
" Kapan aku menganggap mu sebagai teman!?"
"Uhhh kejam.semuanya lihatlah,teman ku yang berharga sudah tidak mempedulikan ku karna sudah punya teman baru!!!(teriak Varro)"
"Oi hentikan!!"gertak ku
"Jahat banget,massa teman sendiri di tinggalin karna teman baru" Bisik orang-orang
"Hey sebenarnya apa maumu?"
"Gua cuma mau berteman doang,emang gaboleh?" Tanya balik Varro
"Kenapa harus aku?, kan masih banyak orang lain yang dapat kau ajak menjadi teman mu"
"Banyak orang yang takut padaku"
Yah kurasa wajar saja orang lain takut padanya, mungkin dia pernah ngajakin orang berantem atau yang lainnya.Begitu pikir ku,aku juga tidak berhak bertanya sih.
"Owh,kalau begitu kau boleh menjadi teman ku.Tunggu,barusan apa yang ku katakan(panik)"
"Benarkah(bersemangat)"
"Yah mau bagai mana lagi,lakukan sesukamu.Tapi jangan sampai kau berbuat masalah selagi bersama ku"
Dalam beberapa hari saja Varro sudah jadi primadona para wanita mulai dari kelas 1 sampai ke kelas 3.Aku tidak mempermasalahkan nya,tapi ntah mengapa aku juga ikut menjadi incaran para wanita.
"Oy..,apa ini?"tanyaku
"Surat cinta mungkin"jawab Varro
"Surat sebanyak ini mau diapakan"
"Ambil ajah,nanti lu baca di kamar.siapa tau salah satu suratnya ada yang penting" Saran Varro
Setelah semua jam pelajaran selesai,aku langsung menuju ke ruang klub ba diri untuk mengumpulkan kertas pendaftaran setelah itu langsung menuju ke kamar.
Semua surat yang kuterima tadi langsung ku buka dan kubaca sesuai saran Varro,dan yah...semuanya cuma surat tentang kesan seseorang terhadap ku.Tapi di surat terakhir yang aku baca adalah surat yang berbeda dari yang lainnya.
"Var sini bentar" Panggil ku
"Hah apaan?"
"Ini maksudnya apa,ko isinya cuma bilang izin mengamati,trus kok pake ada tetesan darahnya segala?"
"Jangan jangan ada yang punya niat buruk sama lu bro!!"
__ADS_1
"Mana ada orang senekat itu di sini,sistem keamanan disini kan udah paling bagus.Orang bodoh macam apa yang mau berbuat kayak gitu di sini.Yah disini gada orang bodoh sih soalnya ini kan sekolah dengan sistem pendidikan yang ketat"
" Emmm gak juga bro.Buktinya gua yang gak pintar pintar amat malah bisa masuk sekolah ini,lewat jalur undangan lagi"
"Wait-wait!!,serius jalur undangan?"
"Yoi,emang lu masuk lewat jalur apa?"
"Jalur prestasi"
"Hahaha lu yang pintar ko bisa gak dapet undangan langsung dari sekolah"
"Berisik lu"
"Oh yah,tanpa lu sadari bahasa lu sekarang sudah berubah.Contohnya lu gak lagi pakai kata aku,kamu,saya"
"Yah ini semua gara gara deket sama lu"
"Lah kok gua.tapi jujur sih,lu lebih cocok pakai kata lu,lo,gua daripada kata kamu,aku,saya"
"Dasar anak tidak sopan"
"Hhhhh,oi yah tentang surat itu mending lu tanya langsung ajah sama ketos siapa tau ketos disini mirip ketos yang ada di film film gitu,yang bisa pecahin masalah"
"Organisasi OSIS disini itu tertutup banget.Gimana mau nanya kalau kita sendiri bahkan orang lain gatau siapa saja anggota OSIS"
"Yah guru solusinya.Masuk jalur prestasi doang tapi gatau solusi lain"sindir Varro
"Kamu tau gak sih kalau sebenarnya kamu itu adalah ciri-ciri manusia yang halal untuk di pukul(^ω^)"
"Hemm..mukulnya nanti saja,ayo buruan ke ruang guru.Gua orang nya kepoan juga tau!"
Dari kamar hingga sampai ke depan ruang guru Varro terus mengikuti ku.kurasa tingkat ke kepoan nya melebihi tingkat kepo para cewe.
Aku melangkah kan kakiku menuju ke dalam ruang guru dengan memegang sebuah surat di tangan kanan ku lalu menuju ke tempat wali kelas ku yang bernama pak Ali.
"Permisi pak" Sapa ku
"Ah iya ada apa,ada yang bisa bapak bantu?"
"Begini pak,tadi pagi aku mendapatkan sebuah surat di bawah laci meja ku"
"Emang ada apa dengan suratnya?"
"Isi suratnya agak aneh pak,disitu cuma tertulis kata minta izin untuk mengamatiku terus ada tetesan darahnya.Seolah olah seperti surat ancam"
"Tenang saja,kami seluruh pihak sekolah bertanggung jawab penuh akan keamanan para murid di sekolah ini.Bapak sendiri yang akan menyelidiki siapa yang memberimu surat ini"
"Baik pak,terimakasih atas waktunya pak"ucap ku
"Tidak perlu berterimakasih,kalian tidak usah memikirkan nya lagi.Sekarang lebih baik kalian kembali istirahat atau belajar dengan giat di kamar kalian"
Semuanya berjalan dengan cepat,semoga saja orang yang memberikan ku surat hanya sekedar bercanda saja dan tidak ada kaitannya dengan orang orang yang selalu mengincar ku.
**Sementara itu di tempat lain**
"Kalian kan yang taro surat seperti ini dibawah meja murid kelas satu,seharusnya kalau kalian tidak usah sampai meminta izin segala"
"Gaboleh gitu lah pak,kita harus dapat izin dulu kepada yang bersangkutanヾ(^-^)ノ"
(Cowok?)
"Sudahlah,intinya apakah dia orang yang sama seperti kalian?"
"Yah benar.Dari berbagai sumber yang saya temukan menunjukkan bahwa dia juga merupakan bagian dari kami"(cewek?)
"Baiklah kalau begitu,tapi tolong amati dengan hati hati.Jangan sampai dia dan orang lain sadar dan curiga dengan kalian,paham!?"
"Paham pak"
* * * *
Singkat cerita aku dan Varro berkeliling sebentar dan beristirahat di kantin dekat aula utama.Aku masih tidak menyangka bahwa orang yang ingin ku jauhi malah semakin dekat dengan ku,tapi sedikit rasa penasaran di diriku terkait para roh yang berada di dekatnya.
Satu satunya roh yang paling membuat ku penasaran adalah roh yang mempunyai hawa nafsu yang sulit untuk ku tebak.Roh itu selalu saja mengikuti Varro seakan akan ada sesuatu yang ia ungkapkan.
Ah....rasa penasaran ini bisa bisa membuat ku gila,apa sebaiknya ku beritahu kemampuan ku yang satu ini ke Varro yah kalau aku sebenarnya dapat melihat roh walaupun tidak dapat berkomunikasi dengan mereka.
Kurasa tidak ada pilihan lain,nanti akan ku beritahu kalau sudah sampai ke kamar saja.Soalnya disini terlalu rame( ̄へ  ̄ 凸.
"Aaaaaa boleh aku berfoto dengan mu?!"tanya salah satu wanita yang sekarang hampir sepenuhnya mengelilingi kami.
__ADS_1
"Tentu saja gadis gadis manis" Jawab Varro
"Cih mendokse" Gumam ku