
"Rencana seperti apa yang kamu pikirkan di situasi yang tidak menguntungkan ini" Tanya Laura
"Lihat. Di bawah kita ada beberapa kepingan kaca,aku akan mengambilnya dan mencoba memutuskan tali yang ada di tangan mu" Jawab Sinta
"Bagaimana kalau sampai ketahuan?" Tanya Laura cemas.
"Tidak akan,aku jamin itu" Jawab Sinta meyakinkan Laura.
"Yaudah kalau begitu,tapi ini beneran aman kan?"
"Udahlah Laura,ini gabakal lama ko"
* * * *
Aku dan Kak Kyo masih terus memperhatikan gerak gerik para pria itu dari jauh dan memastikan meraka tidak melakukan sesuatu yang tidak baik kepada kedua perempuan yang mereka ikat itu.
"Kak Kyo lihat deh,kayaknya perempuan itu lagi mencoba melepaskan diri. Ayo kita bantu sebelum terjadi apa-apa pada mereka berdua" Tanyaku gelisah
"Tenang dulu,kita cari waktu yang pas untuk membantu mereka sekaligus menangkap para pria misterius itu. Gua juga udah ngehubungin beberapa anggota OSIS untuk ngebantuin kita,saat ini kita kalah jumlah, tidak mungkin kita berdua langsung menyerang tanpa tau seperti apa mereka" Jawab Kyo menjelaskan situasi saat ini.
"Teneng" Suara pesan masuk
"Ketos sudah mengirimkan informasi terkait para pria itu, katanya mereka adalah para preman yang sangat di takuti oleh orang-orang di gang bagian barat kota" Jelas Kyo
"Berarti mereka melakukan penyamaran untuk masuk ke sini,karena tidak mungkin para penjaga sekolah tidak mengenali mereka kan. Dan kenapa mereka malah menculik orang yang bukan salah satu murid di sekolah ini, padahal mereka kan bisa saja menculiknya di tempat lain." Balas ku bertanya-tanya
"Mungkin saja mereka selalu gagal menculik mereka karena terhalang sesuatu" Ucap Kyo memberi kesimpulan.
* * * *
"Lari Laura!!" Teriak Sinta menyuruh Laura untuk pergi meninggalkannya sebelum tertangkap oleh pria itu
Aku sontak kaget mendengar teriakan perempuan itu, dan langsung berbalik melihat mereka. Pria itu memukuli perempuan berambut pirang yang sedang mereka ikat. Aku yang tidak tahan melihatnya,langsung keluar dari semak-semak dan berteriak menyuruhnya untuk berhenti dan melepaskan perempuan itu.
"Cakkra apa yang lu lakuin?, gua kan udah bilang tahan dulu" Ucap Kyo panik sambil menoleh ke sekeliling
"Gua gatahan lihat mereka berbuat seenaknya pada perempuan Kak" Tegas ku
__ADS_1
"Iya gua tau tapi kan- ah sudahlah, terpaksa kita harus melawan mereka tanpa tau apa-apa" Ucap Kyo pasrah
"Siapa kalian?, apa tujuan kalian ke sini?" Tanya salah satu pria itu dengan raut wajah kesal
"Seharusnya kami yang bertanya seperti itu. Mau apa kalian ke sekolah kami, dan ada urusan apa kalian dengan kedua perempuan itu?" Jawab ku dengan lantang
"Tolong kami,kami tiba-tiba saja di ikat dan bahkan diancam oleh mereka" Teriak Laura dengan raut wajah ketakutan.
"Diam!!, lu gamau kan kalau sampai teman lu ini kenapa-napa?" Ancam pria itu
"Ada apa ini!?" Ucap bos para preman-preman itu.
"Mereka tiba-tiba saja datang dan nyuruh kita buat ngelepasin perempuan ini bos. Mana mungkin kita ngelepasin perempuan yang ingin menggagalkan rencana kita"
"Apa yang kalian inginkan. Lepaskan teman saya, teman saya ga salah apa-apa jadi lepaskan dia." Gertak Laura
"Laura berhenti melawan ucapan mereka,mending kamu pergi dari sini" Perintah Sinta sambil menahan tangannya yang sakit akibat pukulan pria itu.
"Tidak semudah itu,woy tangkap perempuan itu" Perintah bos preman itu kepada teman-teman nya yang lain.
Saat Laura ingin kabur,tangan salah satu pria itu berhasil menggapainya dan langsung menarik tangannya. Aku yang melihatnya langsung berlari ke sana dan memukul wajah pria itu yang membuatnya kesal dan menyerang balik.
Satu persatu diantara mereka mulai menyerang ku dari berbagai arah,dengan sekuat tenaga aku melawan mereka semua, sedangkan Kak Kyo mengurus pria/bos yang berada di samping perempuan berambut pirang itu.
"Hey boleh tolong lepaskan perempuan itu gak?" Tanya Kyo dengan santai
"maksud lu apa!?,ga mungkin gua ngelepasin orang yang mencoba menggagalkan tugas yang diberikan kepada kami semua." Gertak pria itu
"Tugas?, tugas apa kalau boleh tau?" Ucap Kyo masih santai.
"Bukan urusan lu, gua bisa ajah ngelepasin dia, asalkan lu bawa cewe yang satunya ke gua" Ucap pria itu mencoba bernegosiasi dengan orang yang salah
"Mana bisa gitu,satu cewek gacukup buat gua" Ucap Kyo bercanda
"Lu serakah juga yah,hyaaa" Ucap pria itu dan langsung menyerang Kyo.
Aku dan Kyo dengan sekuat tenaga mencoba mengalahkan para preman-preman itu dengan sekuat tenaga. Beberapa menit berlangsung dengan tegang,aku berhasil mengalahkan para preman yang mencoba menyerang ku. Sedangkan Kak Kyo berada di situasi yang tidak diuntungkan, bos mereka lebih kuat dari yang kami kira.
__ADS_1
Dalam sekejap dia berhasil menyudutkan Kak Kyo yang merupakan seorang ahli kungfu. Namun dia tidak memilih untuk bertarung lagi, melainkan memilih untuk mundur dan membawa kabur perempuan berambut pirang itu.
Dia tidak kabur begitu saja,melainkan dia memberitahu Kak Kyo letak markas mereka dan menyuruh Kak Kyo untuk tidak melapor kepada pihak berwajib jika tidak ingin perempuan itu kenapa-napa.
Beberapa teman mereka yang berhasil aku kalahkan langsung kami bawa ke bagian urusan keamanan sekolah untuk di wawancarai. Setelah itu aku dan Kak Kyo membawa perempuan yang satunya lagi ke ruang OSIS agar dia dapat menenangkan diri sekaligus membahas rencana selanjutnya.
Sepanjang jalan perempuan itu hanya terus menangis mencemaskan keadaan temannya saat ini,sekarang waktu kita juga tidaklah banyak jadi dengan waktu sedikit ini kita harus berusaha mencari jalan keluar dari masalah ini.
"Semuanya kumohon bantu aku" Ucap perempuan itu memohon dengan suasana hati yang bercampur aduk.
"Tenanglah, kami akan berusaha untuk menyelamatkan teman mu" Ucap Sofi berusaha menenangkan nya.
"Oiyah nama mu siapa?" Tanya Kyo
"Berhenti menanyainya dulu" Gertak Sofi
"A-aku Laura, hiks" Jawab Laura tersedu-sedu.
"Karna Laura masih sedikit syok, jadi biar kita bertiga dulu yang mencari jalan keluar untuk masalah ini" Ucap Sofi
"Tidak Kak, aku akan ikut membantu dan memberikan beberapa informasi yang mungkin saja ada kaitannya dengan kejadian ini" Balas Laura berusaha untuk bersikap tenang.
"Baiklah kalau begitu bisakah kamu memberitahukan tentang informasi yang tadi kamu maksud?" Tanya Sofi
"Ini merupakan rahasia saya yang bahkan tidak pernah sama sekali saya beritahukan kepada siapapun, bahkan orangtua saya juga tidak mengetahuinya. Mungkin kalian tidak akan percaya dengan ceritaku, tapi apa yang kuceritakan adalah hal yang memang terjadi kepadaku" Jawab Laura dengan raut wajah serius
"Untuk sekarang kami hanya bisa bergantung kepada ceritamu,jadi katakanlah semuanya" Ucap ku
"Baiklah. Sebenarnya aku berbeda dari manusia pada umumnya,ini memang sedikit tidak masuk akal tapi, aku bisa melakukan Telepati kepada orang yang jaraknya kurang dari satu kilometer dari tempat ku berada" Jelas Laura
"Hohoho,aku paham maksud mu dan juga dengan kejadian yang sedang menimpamu sekarang" Ucap Kyo dengan raut wajah yang juga serius
"Kamu benar-benar tau?,apa yang membuat mu menyimpulkan tentang masalah yang kualami sekarang?" Tanya Laura kebingungan
"Itu karena kami juga manusia yang mempunyai kemampuan,sama seperti mu" Jawab Kyo
"Bagai mana bisa. Apakah kemampuan kalian sama seperti ku?" Tanya Laura
__ADS_1
"Tidak. Kemampuan kami berbeda dari mu, jauh berbeda" Jawab Sofi menatap kami satu persatu.