Experiment Number

Experiment Number
BAB 8 INFORMASI


__ADS_3

Kak kyo menjulurkan satu pedang kayu kepadaku dan tangan kanan ku mengambilnya.


Suasana seketika berbeda disaat kak kyo melakukan sikap pertama.


Semua pandangan orang-orang berpusat pada kami berdua. Aku pun juga akhirnya mengambil sikap awal dan jujur ini pertama kalinya aku bertarung menggunakan pedang. Di saat aba aba mulai di ucapakan,seketika kak kyo langsung melancarkan serangan nya tepat di pergelangan tangan ku. Untung saja aku dengan sigap dapat menghindarinya dan langsung mengincar bagian tangannya,tapi tentu saja serangan ku sangat mudah terbaca olehnya maka dari itu akan kuubah sedikit agar dia terjecoh.


Tapi dia langsung menyadarinya dan dengan cepat menghindar dan menyerang ku kembali hingga akhirnya berhasil mengenai ku,serangan nya itu membuat pedang ku terhempas sedikit jauh. Itu membuat ku menelan salivaku sangking terkejutnya, kecepat dan ke akuratan nya sangat sulit untuk di tandingi.


"Wah wah,serangan lu bagus loh Cakkra" Puji kak kyo


"Itu gabisa disebut bagus kak,gua bahkan gabisa ngenain pedang gua ke kakak sedikitpun" Jawab ku


"Gak juga tuh,lu hampir berhasil ngecohin gua barusan. Andai tadi gua terkecoh,mungkin lu udah mukul gua duluan" Ucap kak kyo.


"........"


"Gausah dipikirin,kerja yang bagus untuk hari ini. Selanjutnya!!" Ucap kak kyo


Aku masih tidak percaya dengan serangan kak kyo tadi,serangan tadi bukanlah serangan anak SMA biasa. Itu seperti serangan orang-orang yang sudah sangan berpengalaman atau profesional.


Karna waktu latihan di per singkat jadinya latihannya di tunda dan dilanjutkan besok sorenya.


"Cakkra gimana tadi latihannya?" Tanya Vani


"Yah gua gabisa sama sekali ngenain kak kyo" Jawab ku


"Yah mau gimana lagi,kak kyo memang sangat pandai dalam bertarung. Tapi kamu juga hebat ko o(〃^▽^〃)o" Ucap Vani


"Makasih.yaudah kita pisah sini yah,gua mau ke lapangan basket dulu lagipula gua juga gabisa nganterin lu sampai ke asrama cewe soalnya gaboleh" Ucap ku


"Oh iya,makasih yah.Sampai jumpa besok" Balas Vani


Aku dan Vani berpisah dan pergi ke tujuan masing masing,saat sampai di depan lapangan basket aku hanya melihat Varro yang tengah bermain sendiri.


"Tumben main sendiri,anggota yang lain kemana?" Tanyaku


"Cakkra?, oh itu katanya hari ini gada pertemuan soalnya semuanya lagi pada sibuk. Karna bosan jadinya gua main sendiri ajah" Jawab Varro


"Owh, Var gua boleh tanya sesuatu gak?"


"Emm apa? Boleh ko"


"Soal organisasi yang lu maksud kemarin malam itu benar? "Tanyaku

__ADS_1


Seketika Varro terdiam mendengar pertanyaan ku dan mengatakan bahwa mungkin aku salah dengar. Aku berkata tidak salah dengar dan dengan mengatakan kalau aku juga perna di cegat oleh orang-orang bertato Laba-laba. Akhirnya Varro memberitahukan identitas sebenarnya dari berkas yang dia jumpai di mobil waktu itu.


Karna rasanya tidak adil jika hanya Varro yang mengungkapkan identitasnya, jadinya aku juga akhirnya memberitahukan identitas asli ku.


Awalnya Varro tidak percaya tapi aku meyakinkan nya dengan beberapa informasi yang ku dapat kan dari hasil penyelidikan ku sendiri.


INFORMASI :


Nama : Cakkra Prandika


Code name : 015


Kemampuan : Lintas waktu


Mampu melihat atau melintasi waktu ke masa depan secara acak. Masa depan yang dilihat dapat berupa kejadian yang akan terjadi beberapa jam yang akan datang atau sehari,seminggu,sebulan, atau bahkan satu tahun yang akan datang.


Pemilik kemampuan tidak dapat mengatur waktu masa depan yang ditampilkan. Kemampuan dapat digunakan ke orang lain dengan cara melihat target saja.


Batas kemampuan tiga kali sehari untuk mencegah resiko pada otak


-kemampuan masih bisa ditingkatkan-


Nama : Varro


Code name : 022


Dapat meningkatkan ketahanan, kecepatan, dan keakuratan bertarung jarak dekat. Kemampuan dapat meningkat berdasarkan tingkat emosi dan stres. Tidak ada batas dalam penggunaan.


Informasi terkait identitas kita di ungkapkan semuanya tanpa tersisa satu rahasiapun. Kami juga membahas beberapa orang yang masuk dalam organisasi tato Laba-laba tersebut,dan petunjuk terakhir berada di sekolah ini. Identitas orang tersebut masih belum lengkap jadi terpaksa aku dan Varro berencana menggali informasi lainnya. Dan mencari orang orang yang terlibat dalam organisasi tersebut.


Tujuan asli ku masuk ke sekolah ini bukan hanya lari dari sesuatu,tapi juga mencari sesuatu. Sesuatu yang disembunyikan oleh para organisasi tempat ku tinggal selama lima tahun.


~Sementara itu di lain tempat~


"Bagai mana perkembangan nya?" Ucap seorang perempuan


"Dia boleh juga,padahal dilihat lihat dia seperti belum pernah bertarung menggunakan peralatan tapi dia mampu menguasainya dengan cepat bahkan dapat menghindari serangan seorang profesional." Ucap seorang laki-laki


"Kurasa sudah waktunya mengundangnya,kirim surat ke dalam lacinya nanti!"


~kembali ke Cakkra dan Varro~


Aku dan Varro masih terus membahas tentang orang orang bertato Laba-laba itu sampai lupa waktu hingga akhirnya kita ketahuan belum kembali ke kamar oleh petugas penjaga atau security sekolah.

__ADS_1


Security menyuruh kami segera kembali dan ruangan basket jangan lupa di tutup. Karna memang sudah dekat waktu tidur akhirnya kami kembali dan percakapan di lanjutkan besok saja.


Lapangan basket tak jauh dari ruang OSIS yang merupakan ruangan yang paling misteri di sekolah ini.Saat kami keluar dari ruang basket, rupanya lampu ruangan OSIS yang jarang menyala setiap malah malah menyala sekarang,seperti sedang digunakan oleh seseorang.


Awalnya aku sedikit penasaran dan ingin mengintip tetapi ku urungkan niat ku karna takut mendapatkan masalah. Akupun kembali ke kamar bersama Varro dan sesampainya di kamar aku tak langsung tidur melainkan menulis semua kejadian kemarin dan hari ini.


Semuanya selesai dan aku pun berbaring di tempat tidur ku,mataku yang mulai tertutup seketika terbuka lebar. Sepintas ingatan tentang seseorang kembali mengingatkan ku soal kejadian beberapa tahun lalu yang selalu menganggu tidur ku setiap malamnya.


Seorang wanita bermata sipit beralis tipis dengan rambut hitam bercahaya, senyum yang tak perna kulupakan, semuanya terlintas begitu saja dipikiran ku membuat ku tak bisa menutup mataku. Rasa rindu kepadanya menghantui ku setiap malam,sekeras apapun aku berniat melupakannya maka semakin kuat pula ingatan ku tentang nya.


"Bro lu ko gak tidur,ntar ketahuan pengawas loh" Ucap Varro


"Iya bentar lagi gua tidur ko" Dengan terpaksa aku memaksakan mataku untuk tertutup dan untung saja berhasil.


Pagi harinya seperti biasa aku dan Varro berebutan kamar mandi.


"Gua duluan ***,gua kebelet boker ini ah!!!" Ucap Varro


"Ahh hari ini piket gua, gua kudu buru buru ini ah!!!. Lu cari wc lain ajah sono" Ucap ku


"Lah mana bisa gitu,lu ngalah lah *** sekali kali" Ucap Varro kembali


"Ehh kemarinnya lu bilang mau jadi babu gua kan kalau gua bantuin lu. Nah sekarang itu berlaku,sekarang lu geser buruan gua mau mandi!!!!!!"


Tok....tok......tok.......


Suara ketukan terdengar dari balik pintu kamar kami dan dari situ terdengar suara murid sebelah yang sedang menegur kita agar tidak berisik karna sangat menganggu pagi mereka.


"Ma-maaf bro,ini nih temen gua gamau mengalah padahal bilangnya mau jadi babu gua!" Teriak ku.


"Ahhhh cak gua emang mau jadi babu lu tapi jangan sekarang,sekarang gua kebelet eek weeee!!. Kalau eek gua keluar disini emang lu mau bersihin apa?" Tanya Varro.


"Yah engga lah,yaudah deh buruan jangan sampe lu sengaja lama lamain" Ancam ku


"Iya ah minggir"


Terpaksa aku mengalah dan menunggu sampai Varro keluar,untung saja aku tidak terlambat masuk kelas dan masih ada beberapa waktu untuk membersihkan.


Tapi disaat melihat keadaan kelas,semuanya sudah rapi dan tertata dengan baik.


"Ini kenapa gini,gua perasan belum perna bersihin deh" Tanya ku


"Khusus untuk mu dan Varro,kami semua akan membantu kalian di hari piket agar tidak kelelahan" Ucap para murid perempuan di kelas ku.

__ADS_1


"Hahah😅tidak usah sejauh itu,kami juga punya tanggu jawab membersihkan kelas jadi lain kali kalian gausah bersihin kelas di hari piket kami"


"Emmm gimana yah,yaudah deh kalau itu permohonan Cakkra maka akan kami turuti(≡^∇^≡)" Ucap salah satu perempuan.


__ADS_2