
"Ayo keluar dari tempat ini bersama sama"
"Tentu saja"
"Mari berjanji"
"Em janji!"
* * * *
Hari ini di SMPN mutiara tempat ku bersekolah sedang mengadakan acara penamatan untuk seluruh murid kelas tiga yang tahun ini akan memulai kehidupan barunya sebagai murid SMA.
Beberapa bulan yang lalu sebelum perpisahan, aku sudah mendaftarkan diri di salah satu sekolah terbaik yang ada di kota ku. Sekolahnya memiliki sistem asrama jadi seperti sekolah asrama pada umumnya, kita tidak diperbolehkan keluar masuk sekolah sembarangan tanpa izin.
Aku mendaftar melalui jalur tes atau jalur prestasi, untung saja aku lulus dengan nilai bagus. Banyak yang mendaftarkan bersama ku namun tidak lulus,tes masuknya memanglah sangat sulit.
"Cakkra jangan lupain aku yah" Ucap Yusuf yang merupakan salah satu teman ku di SMP.
"Tentu saja,kamu kan teman pertama ku saat pertama aku pindah ke sini" Ucap ku
-Esok harinya -
"Cakkra ayo bangun,ini kan hari pertama mu masuk SMA!!"Teriak seorang wanita
"Uah......(menguap),iya"
Namaku cakkra prandika,umur 16 tahun,tinggiku sekitar 170,2cm.Hari ini merupakan hari pertama ku di SMA.Semoga di SMA ini aku tidak terlalu mencolok"
"Selamat pagi cakkra".
"Pagi yah".
"Bagai mana persiapannya" Tanya ayah.
"Baik yah".
"Ayah masih gak nyangka kamu bisa lulus tes seleksi masuk SMA paling populer di kota ini,hebat kamu"
"Cakkra sudah berusaha sebisa mungkin agar dapat masuk ke sekolah itu,karna disana klub dan organisasi nya paling berkembang.Tes seleksinya juga gak main-main,semua kemampuan kita di paksa untuk dikeluarkan"
"Yah..sudah sangat wajar kalau seleksinya seperti itu,karna sekolah itu tempatnya paling banyak menghasilkan calon calon orang sukses dan berpendidikan tinggi"
Aku memilih sekolah itu karena aku punya alasan tersendiri.aku bukannya tertarik pada kegiatan klub atau organisasi nya,melainkan hanya mencoba lari dari sesuatu.
"Cakkra!..cakkra!.."
"ah...iya yah ada apa?"
"Kenapa diam ajah,makanannya di makan dong"
"I-iya"
"Cakkra selagi kamu masih di rumah,ibu mau bilang kalau kamu gaboleh sama sekali pakai kemampuan kamu jika bukan untuk sesuatu yang penting,dan tetap rahasiakan kemampuan mu dari siapapun"
"Iya bu,cakkra paham"
"Beneran paham kan,ibu takut kamu kenapa napa.jadi tetap waspada yah nak,dan kalau mau berteman carilah teman yang benar benar bisa kamu percaya"
"Tenang saja sayang,cakkra kan sudah besar jadi dia pasti sudah tau apa yang terbaik untuknya"
"Iya mah,kakak bukanlah kakak yang cengeng seperti dulu lagi"
"Oy!"
"Terimakasih karna telah mengkhawatirkan ku bu,aku akan baik baik saja di sana" Ucap ku
"Baiklah,ibu percaya pada mu.Cepat makan lalu berangkat"
...****************...
"Nah sudah sampai.Barang barangnya udah di cek semua kan,siapa tau ada yang ketinggalan"
"Udah kok yah,semuanya lengkap.kalau gitu sampai jumpa diakhir semester 1 ayah"
"Iya,belajar yang benar yah.Ayah pergi dulu"
"Hati hati"
Sekolah yang ku masuki merupakan sekolah dengan sistem asrama dan keamanan serta pendidikan yang ketat.Hanya orang terpilih saja yang boleh masuk ke sekolah ini,bukan main.Untung saja aku lulus seleksi.
"Di luar ekspektasi ternyata sekolahnya besar banget,aku jadi bingung mau ke mana.Apa tidak ada orang yang bisa ku tanya"
"Hey!, anak kelas satu yah"
"Ah i-iya"
"Kalau gitu ayo ikut saya"
__ADS_1
"Kemana kak"
"Ke aula,di aula nanti kalian akan di beritahukan kelas kalian dan kamar kalian"
"Oh...makasih kak"
"Gapapa santai aja,dan jangan panggil saya dengan sebutan kakak paggil saja sofi"
"em"
Aku sampai di Aula beberapa menit sebelum acara di mulai,yah untung saja tidak terlambat karna jarak antar gerbang dan aula sedikit jauh.Di aula kami diberi tahu kelas dan kamar kami masing masing,aku berada di kelas 10 MIA 2 dari hasil pertimbangan nilai seleksi ku.
"Yah untuk sekarang kurasa aku langsung ke kamar ku saja setelah itu mungkin berkeliling sebentar"
"Hey lu yang disana!"panggil seseorang
"Lu?,anak gaul yah(batinku).iya ada apa yah"
"Ruangan lu di mana?"
"Di gedung pertama"
"Sama dong,barengan yok"
"Boleh ajah"
"Dingin banget sih lu,bilang apa kek.Contohnya minta kenalan sama gua gitu"
"Gak tertarik"
"Oke,kalau gitu gua yang ngenalin diri gua sendiri ke lu deh.Nama gua varro,tinggi gua 171,1cm, hobi main basket dan-,yah intinya salam kenal"
bla....bla.....bla.....
"Banyak bicara juga ternyata(batinku).Yah makasih karna telah mengantarku sampai depan kamar ku,aku masuk du-.kok kamu masuk juga sih!!"
"Yah karna ini juga kamar ku"
"Hah"
Apakah masa SMA ku akan sesuai dengan yang kuharapkan,rasanya aku mendapatkan seseorang yang sangat bersemangat di sini.Tapi selagi aku tidak dekat dekat dengannya kurasa akan baik baik saja.
"Hey lu belum kasi tau gua nama lu loh"
"Untuk apa aku harus memberitahukan nama ku"
"Yah gapapa sih,hanya saja kurasa tidak baik kalau kita satu kamar tapi tidak tau nama masing masing"
"Wow cakkra,lu pasti punya kemampuan"
"Maksud kamu!?" Ucap ku kaget
"Yah maksud gua kayak orang orang di anime-anime gitu punya kemampuan karna punya cakkra"
Aku sempat kaget karna kukira kemampuan ku diketahuinya.Daripada disini mulu mending jalan jalan sebentar
"Eh kamu mau kemana?"tanya varro
"Bukan urusan mu"
"Uh...... Dingin banget disini"
* * * *
"Untungnya aku berhasil keluar tanpa di ikuti,dipikir pikir sekarang apa?.sekolahnya terlalu besar aku jadi bingung mau kemana,semoga gak kesesat sih" Batin ku
Satu persatu tempat ku kunjungngi tanpa adanya panduan,sampai aku berhenti melangkahkan kaki ku di depan sebuah ruangan yang letaknya terbilang agak jauh dari ruangan lain.
Yang terlintas di pikiran ku hanyalah rasa penasaran karna ruangannya sedikit berbeda dengan ruangan lainnya.
"Woy!, lu ngapain di situ?" Teriak salah satu murid
"I-iya gak ngapa ngapain kok,cuma kebetulan lewat ajah" Jawab ku kaget
"Owh kalau gada kepentingan khusus mending pergi ajah deh"
"Anu itu,kalau boleh tau kok ruangan ini terpisah sendiri sih?"
"Karna ini ruangan OSIS,dan OSIS di sekolah ini sangat dirahasiakan siapa saja anggotanya"
"Owh,makasih informasinya"
Sekolah ini memang benar benar berbeda dari sekolah lainnya yang ada di kota ini.Sangat banyak hal yang belum ku ketahui sebelum masuk ke sini, jadi kurasa lebih baik tidak usah terlibat dengan apapun takut terjadi masalah.Yah tapi kurasa ada masalah lainnya sekarang.
"Hey tak usah bersembunyi terus di sana,aku tau kamu daritadi mengikutiku"
"Wauu hebat sekali,lu adalah satu satunya orang yang berhasil menyadari penyamaranku"
__ADS_1
"Dilihat dari sudut mana pun penyamaran mu tetap ketahuan(batinku).Kenapa kau mengikutiku?"
"Yah gapapa,gua cuma bosan aja.Ayolah gua hanya ingin dekat dengan lu" Keluh Varro
"Berhenti mengikutiku,aku tidak suka di ikuti"
"Uw....kayaknya ini yang disebut cowok cool,rasanya gua kayak cewek yang berusaha meluluhkan hatimu"
"Jangan ngada ngada"
"Becanda kok"
Rasanya baru pertama kali aku jumpa cowok modelan begini.sangking jengkelnya, aku ingin serasa ingin memukulnya.Begitu yang kupikirkan ketika bertemu varro.
Varro terus mengikutiku dan yah dia terus berbicara tanpa ku hiraukan sedikitpun.
"Hemp gua kayaknya capek" Ucap varro
"Akhirnya dia sadar kalau tidak ada gunanya mengikutiku" Batin ku
"Ayo ke kantin, aku yang traktir" Ucap Varro menarik tangan ku
"Ahhh seharusnya aku tau kalau orang sepertinya tidak tau rasa capek(gumam ku).Eh... tunggu"
"Udahlah,ayo"
"Iya iya tapi lepaskan tangan ku,kamu pegangnya terlalu kuat tangan ku sakit tau"
"(Melepaskan)"
"Kok dia ngelepasinnya kayak panik tambah kaget gitu,yah tapi dia pegang tangan ku emang kenceng banget sampai kukira tangan ku akan copot"
"So-sorry,tangan lo gapapa kan?"
"Iya gapapa"
"Kalau gitu gua ke kamar duluan yah,tiba tiba gua gaenak badan"
"Kenapa tiba tiba,aneh(batin ku).Oke!"
Aku sedikit bingung dengan tingkahnya yang tiba tiba itu,seperti bukan manusia biasa.Aku sampai berpikir kalau ada orang lain yang punya kemampuan istimewa di sini,sama sepertiku.
Tapi kurasa dia bukan orang yang berbahaya.Aku melihat banyak roh baik di dekatnya tapi ada juga satu roh yang punya hasrat kebencian yang sulit di tebak.
"Aku sedikit haus setelah berkeliling,pergi ke kantin dulu deh beli minum" Ucap ku
Kantin disini sangat bagus,dan tidak terlalu berisik.kurasa aku akan sering sering kesini untuk istirahat,begitu pikir ku tapi kurasa lebih bagus lagi di perpustakaan kayaknya. Setelah ke kantin, aku memutuskan untuk kembali ke kamar.
Diperjalanan menuju ke kamar,tiba tiba aku melihat orang yang mirip sekali dengan kenalan ku.Tanpa disadari aku langsung meraih tangannya dan berteriak menyebut nama seseorang dengan lantang.
"Kak mira!!" Teriak ku yang membuatnya kaget dan menatap tajam ke arah ku.
"Maaf tapi kurasa kamu salah orang,jadi tolong lepaskan tangan ku" Ucapnya kesal
Rasanya seperti mimpi melihat seseorang yang sudah lama tidak kulihat tiba tiba ada di depan mataku.Matanya,hidungnya,bibirnya,semuanya sangat mirip dengannya.Sangking gilanya, aku hampir saja memeluknya.
"Sudah cukup!, lepaskan tangan ku sekarang juga atau aku akan teriak"
"Ah maaf aku hanya sedikit kaget karna kukira kamu kenalan ku karna sangat mirip dengan dengannya"
"Aku maafkan,tapi lain kali jangan lakukan lagi"
"I-iya maaf"
Dia pergi begitu saja setelah tangannya ku lepas hingga membuatku mengingat sesuatu yang sudah lama aku lupakan, namun kembali ku ingat.
"Ahh...hampir saja aku jadi gila. Kurasa aku baru saja menyesal masuk ke sekolah ini"
Aku kembali ke kamar ku dengan perasaan yang tidak karuan dan langsung tidur tanpa mempedulikan varro yang ada di sebelah kasur ku.
"Cakkra! Cakkra!, bangun cakkra!!"
"I-iya ada apa,ini udah malam loh.lu gamau makan apa?"
"Aku masih kenyang kok"
"Oke gua ke kantin dulu yah,jangan sampai takut sendiri"
"Yah gak mungkin lah,emang gua mental cemen apah.dan sejak kapan kita jadi lancar bicara seperti ini?"
"Sejak kamu bangun,yaudah gua duluan nanti gua bisa mati gara gara lapar"
"Yaudah sanah"
Karna dipaksa bangun jadinya gabisa tidur lagi,akhirnya aku memutuskan untuk menulis beberapa cerita ku hari ini di buku diary.yah...tapi ternyata aku lupa membawanya.
"Ah....kukira tadi sudah tidak ada yang ketinggalan.Yah mau diapain lagi,tulis di buku lain saja"
__ADS_1
Semua ku curahkan di sebuah kertas bergaris biru bertuliskan tintah hitam,mulai dari aku bertemu dengan varro yang super aktif hingga bertemu dengan orang yang sangat mirip dengan seseorang yang sangat kukagumi dulu.
...****************...