
Setelah mendengar semua penjelasan Varro,aku jadi mengerti alasannya mendekatiku. Dia ingin meminta maaf untuk yang terakhir kalinya kepada Yuna, dan ternyata roh yang selalu berada di sisinya merupakan roh Yuna yang tidak bisa sampai ke alam lain karna ingin Varro kembali bahagia dan berhenti menyalahkan dirinya atas kepergian Yuna.
Intinya Varro memintaku menyampaikan permohonan maafnya kepada Yuna dan ingin tau jawaban Yuna tentang permintaan maafnya.
"Bagai mana Cakkra,lu bisa bantu gua gak?" Ucap Varro dengan wajah sedih dan menundukkan kepalanya.
"Angkat kepalamu,maaf tapi gua ga bisa bantuin lu karna gua gabisa berkomunikasi dengan roh.Gua cuma bisa lihat mereka doang,tapi ada satu cara agar lu bisa berkomunikasi langsung dengannya" Ucap ku
"Apa!, plis apapun gua akan lakuin jadi tolong beritahu gua" Ucap Varro dengan semangat.
"Yah gimana yah,bukannya gua gamau nolong tapi gua harus nyerahin tubuh gua buat dimasukin roh,dan tentu saja itu ada resikonya."
"Kumohon bantuin gua Cak,gua bakalan tanggu jawab kalau sampai terjadi apa apa ke tubuh lu. Gua rela jadi babu lu kalau berhasil"
"Gimana yah,gua pikirin dulu yah"
"Cakkra!, sekali lagi gua minta tolong sebesar besarnya. Atau gak gua bakalan sujud ke lu" Ucap Varro
"Jangan bodoh karna cinta,okedeh gua bakalan bantu. Tapi ingat,lu udah janji buat tanggung jawab masalah tubuh gua" Ucap ku mengingatkannya
"Gua janji cak, gua bukan tipe orang yang suka ngingkarin janji"
Dengan terpaksa aku membiarkan tubuh ku dirasuki oleh Yuna walaupun awalnya Yuna menolak untuk masuk.
Saat dirasuki otomatis jiwaku berada di tempat lain dan roh lain masuk ke dalam tubuh ku. Suara dan sikap ku akan berganti dengan suara dan sikap oleh roh yang merasuki.
"Varro"
"Yuna!, ini beneran kamu kan!!? " Tanya Varro bahagia.
Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Varro yang membuat Varro kaget.
"Mengapa kau menampar ku,apakah kau sangat membenci ku? " Tanya Varro dengan raut wajah sedih.
"Bodoh!!!!, berhenti menyalahkan dirimu atas kepergian ku. Karna mu aku tidak bisa ke alam lain karna takut kamu berniat menyusul ku!!" Jawab Yuna
"Jadi selama ini kau terus berada di sisiku?, kenapa!!?. Padahal aku sudah gagal menjaga mu"
"Sudah kubilang berhenti menyalahkan dirimu,aku selalu berada disisimu karna aku mencintaimu Varro, aku sangat mencintai mu. Lupakan kata kataku yang dulu dan kumohon lupaka aku, carilah kebahagiaan yang lain kumohon."
Pembicaraan mereka berlangsung cukup lama hingga sampai dimana Varro akhirnya berjanji untuk berhenti menyalahkan dirinya dan berusaha melupakan Yuna atas permohonan Yuna padanya.
Semuanya berjalan lancar dan akhirnya Yuna bisa pergi ke alam lain dengan perasaan senang dan lega. Roh ku pun kembali ke tubuhku semula,dan seperti orang pada umumnya. Tubuh yang sudah dirasuki roh akan melemah dan begitulah yang kurasakan sekarang.
__ADS_1
Tubuh ku terasa berat dan kesadaran ku mulai menurun. Aku hampir saja terjatuh tapi untung lah Varro dengan sigap menangkap ku.
"Cakkra kamu gapapa!!" Tanya Varro khawatir.
"Santai, gua gapapa kok"
Diriku yang perlahan kehilangan kesadaran mendengar suara teriakan Varro yang terus memanggil namaku.
"Ada apa ini berisik berisik,ini sudah waktunya tidur dasar anak anak nakal!!!" Ucap pengawas yang bertugas mengecek semua murid setiap malam.
"Hey mengapa kalian berpelukan?" Tanya petugas kebingungan.
"Pak tolong saya,ini teman saya pak, teman saya is dead pak tolong!!" Ucapan Varro panik.
"Jangan ngadi ngadi kamu,ayo cepat bawa ke UKS" Ucap petugas yang ikut panik.
Selama kehilangan kesadaran,aku bermimpi lagi tentang sebuah ruangan yang luas dimana hanya ada satu buah kasur yang sedikit lebih tinggi dari kasur biasa dan berbagai macam peralatan oprasi serta alat listrik bertekanan tinggi di dekatnya.
Teriakan dan jeritan yang bergema di segala tempat,serta bau darah dan obat obatan yang menyengat memenuhi di setiap ruangan.
Lelaki tinggi berbaju putih menggunakan masker membawaku ke sebuah ruangan itu dan bereksperimen menggunakan tubuh ku. Teriakan histeris keluar dari mulut ku,air mata yang berlinang deras dan rasa sakit yang begitu dahsyat akhirnya membuat ku kehilangan kesadaran.
Namun sebuah suara terdengar di telingaku membuat ku kembali ter sadar di tempat yang berbeda,aku melihat Varro yang tengah duduk di samping ku sambil memanggil namaku dengan tatapan wajah cemas.
"Aaaaaaaaaaaa Cakkra syukur lah lu masih idup,hampir ajah gua di ulti ama bapak lu"
"Ah..lebay banget lu,gini doang mah udah biasa. Ini dimana btw?" Tanya ku
"Yah di UKS lah,massa di WC" Jawab Varro
"Akhirnya kamu sadar juga,bagai mana perasaan mu?, ada yang sakit? " Tanya perawat di UKS.
"Gaada ko bu cuma cape dikit doang,aku udah boleh kembali ke kamar kan?" Jawab ku
"Tunggu ibu kasih obat dulu.Nih(menyerahkan),lain kali kalau mau beraktivitas yang sewajarnya ajah yah. Jangan memaksa kan diri sampai pingsan segala" Ucap perawatan
"Ah iya bu😅" Jawab ku
Aku dan Varro akhirnya keluar dari UKS. Namun saat diriku keluar,sinar matahari menyinari disetiap ruangan yang membuat ku terkaget.
"Anjir,gua pingsan nya berapa lama Var?" Tanya ku
"Semalaman" Jawab Varro
__ADS_1
"Serius?, sekarang udah jam berapa?"
"Udah waktu istirahat pertama"
"Aduh gua ketinggalan dua matapelajaran dong" Ucap ku panik
"Tenang ajah,tadi gurunya cuma menjelaskan terus ngasi catetan dikit doang,Gada tugas ko" Ucap Varro memberitahu ku.
Mendengarnya membuat ku sedikit lega tapi tetap saja aku merasa bersalah karena telah melewatkan jam pertama dan jam kedua.
Setelah kembali ke kamar,aku bergegas bersiap siap untuk jam berikutnya. Varro menyuruh ku untuk istirahat dulu sampai aku baikan, tapi aku tidak ingin kehilangan satupun jam pelajaran ku karna takut nilai ku menurun karna itu.
Sesampainya di kelas semua orang langsung menanyakan tentang keadaan ku termasuk Vani. Para teman sekelas ku berebut memberiku catatan mereka yang membuat ku sedikit risih,untung saja Varro mengerti keadaan ku dan menyuruh semuanya membiarkan ku sendiri agar bisa istirahat.
"Cakkra kamu gapapa kan, ko bisa sampai pingsan?" Tanya Vani
"Iya,gua gapapa kok.Cuma kecapen ajah" Jawab ku
"Kalau gitu nanti absen klub ajah dulu, biar aku yang tanya kak kyo" Ucap Vani
"Gausah Van,bentar lagi pasti udah baikan"
"Tapi kan Cak-"
"Udahlah Van, terserah Cakkra mau ngapain. Kalau ada apa-apa kan tinggal bawa ke UKS" Jelas Varro
"Yaudah deh"
"Cakkra,nanti pas istirahat kedua ke kantin nya barengan yah" Ajak Varro
"Emm yah" Balas ku.
Pembicaraan dengan Varro masih sedikit canggung tapi perlahan lahan kembali seperti biasa. Di kantin dia memberitahu ku bahwa dia sebenarnya sejak awal sangat ingin menjadi teman ku dan waktu itu dia hanya berbohong saja tentang berpura-pura menjadi temanku.
Karna sudah mengetahui alasan dia berkata seperti itu dulu, akupun memberinya kesempatan untuk menjadi teman ku.
Setelah semua pembelajaran selesai, seperti biasa aku akan ke klub mengikuti beberapa latihan dan tentu saja bersama Vani. Sampai disana aku langsung di panggil oleh kak kyo,dia bertanya tentang keadaan ku dan apakah aku ingin di gantikan di acara lomba antar klub/organisasi nanti.
Tentu saja aku berkata baik baik saja dan tidak ingin digantikan karna alasan ku yang pernah ku beritahukan untuk meyakinkan nya. Untung saja kak kyo mengerti dan mengizinkan ku berpartisipasi.
Pelatihan kali ini merupakan latihan menggunakan pedang kayu untuk mengetahui seberapa akurat serangan kita. Kak kyo dan kak fitri selaku ketua dari perwakilan laki-laki dan perempuan sendiri yang akan kita lawan.
Aku akan melawan kak kyo yang merupakan salah satu calon kandidat petarung terbaik di kota ini. Itu membuat ku bersemangat,sejak pertama melihatnya di salah satu acara televisi aku langsung sangat mengidolakan nya sampai sampai aku rela belajar bela diri karnanya.
__ADS_1
Saat giliran ku melawannya membuat ku sedikit gugup namun dia meyakinkan ku bahwa aku bisa karna sejauh ini nilai bela diri ku berada di peringkat ke empat di klub.