Experiment Number

Experiment Number
BAB 11 CIEL


__ADS_3

Aku dan Varro membawa semua barang bekas yang kami dapatkan menuju ke tempat perkumpulan untuk di bersihkan dan dibentuk oleh kelompok lainnya.


Diperjalanan,lagi lagi aku tidak sengaja berpapasan dengan perempuan yang sama dengan orang itu. Karena aku dilarang mendekatinya jika bukan untuk sesuatu yang penting, jadinya aku hanya melewatinya dan terus berjalan menuju ke tempat tujuan.


"Var,lu suka yah sama cewe tadi" Tanya Varro


"Hah?, mana ada anjir. Gua hanya itu anu,ahhh dahlah ayo buruan ke lapangan" Jawab ku sedikit bingung.


"Anu apa hayo....., cieeee yang lagi jatuh cinta" Ucap Varro merayuku.


Aku pura pura tidak peduli dengan ucapannya dan membiarkannya terus merayuku hingga sampai ke lapangan.


Di lapangan Vani langsung menghampiri ku dan Varro. Dia bilang ingin membantuku membersihkan plastik nya tapi aku menolaknyamenolaknya, dan lagi lagi Varro mengatakan hal yang tadi di depan Vani.


"Van lu tau gak?" Tanya Varro


"Gak,tau apa emangnya?" Tanya kembali Vani sambil tersenyum.


"Itu si Cakkra lagi naksir sama Iris murid kelas 10 MIA 1,si anak pejabat itu loh" Jawab Varro


"Jangan percaya dengannya Van,dia cuma berbohong" Ucap ku


"Haha,tentu saja aku tidak percaya. Kamu kan gak tertarik dengan cewek untuk sekarang kan?(^-^)" Ucap Vani


"Wah gaasik,Vani ko malah belain Cakkra. Hemmmm jangan jangan,lu suka Cakkra yah Van" Ucap Varro curiga.


"Kalau iya kenapa lu iri yaaaa,gamungkin gada yang suka sama Cakkra" Ucap Vani


"Yaelah cakepan gua kali,kan gua di urutan ke-6 di sekolah sedangkan Cakkra ke-7." Ucap Varo sombong sambil mengangguk.


"Terserah,tapi gua lebih suka Cakkra dibanding lo"


"Sudah cukup,masa SMA itu di pergunakan untuk belajar dengan giat bukan cinta cintaan. Soal peringkat ketampanan juga gada gunanya" Ucap ku


"Bener sih,tapi lu iri ke gua yah Cak........?"


Sekali lagi aku mengabaikan Varro dan pergi berkumpul dengan yang lainnya. Karna pekerjaan kelompok satu sudah selesai jadi kami memutuskan untuk latihan permainan bola basket.


Jumlah laki-laki di kelas ku sebanyak 8 orang,jadi permainan di lakukan dengan jumlah 4 VS 4.


Aku dan Varro berbeda tim,aku di tim B sedangkan Varro di tim A.


Sedikit tidak adil melihat tim A yang jauh lebih unggul karna semua anggota nya merupakan anggota klub/eskul basket.


"Mohon bantuannya Cakkra" Ucap Rafli yang merupakan ketua kelas kami.


"Iya,mohon bantuannya juga." Balas ku


Pertandingan berlangsung dengan cepat dengan total poin 3-1. Tiga untuk tim A dan satu untuk tim B,dugaan ku sudah benar dari awal.


Permainan selanjutnya adalah permainan bola volly,di permainan ini tim kita di acak kembali. Sedikit beruntung aku satu tim dengan Varro di latihan volly sekarang. Varro selain jago bertarung,dia juga jago dalam olahraga. Mungkin saja itu alasannya kenapa dia mendapatkan undangan masuk dari sekolah ini.


Total poin 25


Set pertama kami menangkan dengan total poin 25-21.


Set kedua berlangsung sedikit lebih lama dari set pertama karna terjadi deuce 24-24.


Set kedua akhirnya berakhir dengan total poin 27-25 dan dimenangkan lagi oleh tim kami.

__ADS_1


"Kerja bagus semuanya,sekarang ayo istirahat setelah itu beres beresin gedung lapangan" Ucap Rafli memberitahu yang lainnya.


"Rafli,kita kekurangan bahan plastik untuk celana dan rok prakarya nya." Ucap nessa ke pada Rafli.


"Nanti aku coba tanya ke Pak Ali,siapa tau Pak Ali bisa bantu" Balas Rafli.


Semua sudah dibereskan seperti semula,kami semua pun kembali ke kamar masing-masing. Tapi saat ingin kembali ke kamar,Varro terlebih dahulu mengajak ku pergi ke kantin untuk makan karna memang sudah waktu jam makan.


"Yok ke kantin yok,siapa tau ada seblak manis yang lu mau tadi" Ucap Varro.


"Cukup,tadi gua cuma bercanda. Ayo buruan ke kantin biar bisa cepet cepet kembali ke kamar, gua mau belajar buat lomba cerdas cermat nanti"


"Eleh dasar maniak belajar,yaudah ayok deh"


"Cakkra,Varro kalian mau ke kantin ya?" Tanya Rafli


"Iya kenapa?" Jawab Varro


"Gua ikut bareng kalian ya" Ucap Rafli


"Yaudah ayo deh, lebih rame lebih asik" Ucap Varro


Entah kenapa rasanya Rafli seperti ingin dekat dengan aku dan Varro,aku juga tidak dapat memastikan sifatnya karna pada dasarnya aku mengetahui sifat orang dari roh roh yang menempel pada tubuhnya. Tapi anehnya tidak ada satupun roh yang mengikutinya,karna tidak ada jadi kurasa tidak apa apa.


"Varro lu ke kantin duluan yah,gua mau ke wc sebentar" Ucap ku


"Emm yaudah sana" Balas Varro


* * * *


-di dalam wc-


"Aaaaa gua harus ngomong apa ke kak Kyo soal suratnya? " Ucap ku sembari menggaruk garuk kepalaku.


"Iye nih surat nya di rob-ek.Kak Kyo?!, kakak ngapain di sini?!" Ucap ku kaget


"Hahah gaperlu kaget kali,dan soal suratnya kamu gausah khawatir. Gua udah ngeduga sih kalau surat nya bakalan di robek lagi" Ucap Kyo


"Lagi?, berarti kakak juga udah pernah ngasih suratnya secara langsung dan suratnya di robek juga?. Pantas saja Kak Ciel nyuruh gua berhenti ngasih surat lagi"


"Yaaa bisa di bilang begitu,besok kirim surat lagi yah(≡^∇^≡)" Ucap Kyo


"Gamau ah,percuma ngasih surat lagi kalau ujung ujungnya cuma di robek doang. Kak Ciel juga hawanya aneh,apalagi roh-roh yang nempel di tubuh nya banyakan roh jahat."


"Hawanya memang beda karna dia juga sama seperti kita dan kemampuan nya bahkan lebih unggul dari yang lain" Ucap Kyo memberitahuku.


"Kak Kyo kenapa gak ngasih tau gua dari awal sih aaaaaaa,untung ajah dia gak makein kemampuan nya ke gua. Btw kemampuan nya apa?" Tanyaku sambil mengeluh.


"Nanti saja kita bahasnya,jangan lupa ke ruang OSIS dan jangan lupa juga lihat sekeliling dulu sebelum masuk. Kalau bahasnya di sini gak aman." Bisik Kyo


".........."


"Kenapa gak masuk bro?" Tanya Kyo kepada seseorang yang sedang diam di depan pintu WC.


"Soalnya aku takut ganggu perbincangan kakak(^-^)" Jawab Rafli


"Rafli?" Ucap ku kaget


"Tenang saja,aku gak dengerin percakapan kalian sedikit pun ko" Ucap Rafli

__ADS_1


"Gua harap lu jujur" Balas Kyo


"Tenang saja(^-^), aku juga baru nyampe ko tapi ngelihat kalian berdua lagi bicara jadi aku gak langsung masuk"


"Yaudah Cakkra gua pergi ke klub dulu" Pamit Kyo


"Iya kak"


Tanpa mempedulikan Rafli,aku langsung melangkah keluar menuju ke tempat Varro. Dari belakang aku tau Rafli sedang menatap curiga padaku. Aku juga sedikit tidak percaya kalau dia tidak mendengar percakapan kami barusan.


* * * *


Bugh.....


"Aduh"


"Kamu gapapa i-ris?" Tanya ku


" Iya gapapa,maaf karena aku gak lihat lihat jadinya aku gasengaja nabrak kamu. Kamu juga gapapa kan?" Jawab Iris


"I-iya gapapa,aku juga minta maaf karna nabrak kamu juga. Sini kubantu bawa bukunya" Ucap ku.


"Terimakasih tapi gausah,aku bisa sendiri ko


(^ω^), lagipula ini gak berat juga" Ucap Iris.


"Oh yaudah,sekali lagi maaf yah"


"Santai aja, kalau gitu aku duluan yah"


"I-iya" Ucap ku tersipu.


Tadi pagi aku memang sial, tapi sore ini aku sedikit beruntung karna dapat melihat Iris tersenyum padaku. Tapi hawa sultannya sedikit membuat ku gemetar. Aku mematung di tempat beberapa menit sampai aku tersadar kalau Varro sedang menunggu ku di kantin.


Dengan panik aku langsung bergegas ke kantin karna takut jatah makan ku di ambil Varro lagi. Seperti kemarinnya.


"Aaaaaaa lu kemana ajah sih Cak?. Katanya ke wc nya sebentar doang,eh malah kayak lagi turu baru datang sekarang. Ini lagi si Rafli ninggalin gua karna mau ke wc juga,tapi ko lu gak bareng dia?" Tanya Varro


"Sorry,tadi gua cerita sebentar sama ketua klub gua. Gua juga ketemu Rafli ko di wc, tapi gua tinggalin." Jawab ku


"Owh yaudah,tuh makanan lu udah hampir dingin gara-gara lu kelamaan" Beritahu Varro


"Wah tumben lu gak ngambil makanan gua? " Tanya ku


"Kenyang gua,tadi habis di kasi cemilan dari anak kelas lain" Jawab Varro


"Ko bisa yah lu sepopuler itu,padahal otak lu otak udang" Tanya ku


"Jaman sekarang yang dilirik banyak orang itu yah tampang,bukan kepintaran" Jawab Varro.


"Eleh,percuma muka ganteng tapi gampang di bodohin" Ucap ku.


"Ah banyak bacot,buruan makan terus ke kamar"


"Maaf aku baru dateng" Ucap Rafli


"Kamu juga buruan makan!!" Balas Varro


"????" Rafli bingung.

__ADS_1


Aku dan Rafli duduk dan makan setelah itu kami bertiga pun kembali ke tempat masing-masing. Aku tidak langsung ke kamar melainkan ke ruang OSIS terlebih dahulu,aku memberitahu Varro untuk untuk kembali duluan ke kamar dan berbohong ingin pergi ke koprasi membeli pulpen.


Setelah sampai di ruang OSIS aku dan Kak Kyo langsung melanjutkan pembahasan di wc tadi tentang Kak Ciel. Kami berdua memulainya dengan membahas kemampuan seperti apa yang dimiliki Kak Ciel,dan kenapa kemampuan nya bisa lebih unggul dari yang lainnya.


__ADS_2