Experiment Number

Experiment Number
BAB 13 PERKELAHIAN


__ADS_3

"Gua cuma ikutin amanah ajah" Ucap ku


"Lu bilang amanah?, para OSIS itu sepenting apa sampai lu nurutin permintaan mereka?" Tanya Ciel.


"Gua emang baru kenal ama mereka,tapi gua tau niat mereka baik. Gua juga penasaran kenapa kakak selalu nolak ajakan mereka untuk gabung dengan OSIS?" Jawab ku


Dengan kasar,Kak Ciel melepas genggamannya dari bajuku dan berbalik membelakangi ku. Dia melangkah menuju ke pojok dan mengambil satu batang kayu di tangan kanannya. Dengan rasa frustasi, dia berlari ke arah ku dan mencoba memukul ku.


Di luar dugaan, ku kira dia hanya bisa bergantung pada kemampuan khususnya. Namun ternyata potensinya dalam hal bela diri juga lumayan besar, satu pukulan berhasil mengenai ku dan itu sangatlah terasa sakit. kak Ciel terus melayangkan pukulannya ke arah ku, sedangkan aku terus berusaha menghindarinya dan tidak melakukan perlawanan.


Saat menghindari serangan nya,tiba-tiba saja kakiku tergelincir akibat genangan air bekas hujan semalam. Itu membuat diriku tidak dapat menyesuaikan keseimbangan dan akhirnya terjatuh,awalnya kukira Kak Ciel akan langsung memukul ku saat itu,tapi dia menghentikan pukulannya tepat di depan mataku.


"Lu kenapa terus ngehindar dan gak ngelakuin perlawanan sedikit pun?" Tanya Ciel.


"Gua gamau buat masalah sama kakak kelas" Jawab ku


"Buat masalah?, terus sekarang lu kira ga buat masalah gitu sama gua?" Tanya Kak Kyo menahan emosinya,yang membuat ku menelan saliva karna tidak tau ingin mengatakan apa lagi.


"Ma-maaf" Ucap ku


"Lu punya alasan apa gabung dengan OSIS,apa karna mereka ngebujuk lu dengan iming iming pemerintah akan bertanggung jawab menjaga kita?" Tanya Ciel


"Bukankah mereka memang menjaga kita?" Tanya ku balik


"Hahaha. Asal lu tau,mereka cuma ngejaga kita pas lagi di sekolah doang. Kalau nantinya kita pulang,tidak akan ada sama sekali jaminan untuk kita tetap aman" Jawab Ciel


"Tapi mereka ngebantu kita nyelidiki paran organisasi tato Laba-laba, bukankah itu sudah cukup?" Tanya ku


"Cukup?, lu itu di kasi tau info se sedikit apasih sampai lu gatau kalau mereka itu cuma bergantung pada informasi yang di dapat kan oleh kemampuan ketos saja?" Ucap Ciel


"Tapi setidaknya mereka ngebantuin kita" Jawab ku


"Terserah lu deh, capek ngomong sama lu. Mending lu cabut dari sini,gua udah muak lihat muka lu" Ucap Ciel


"Gua tau kalau sebenarnya kakak punya masalah, iya kan?" Tanya ku


"Gausah sok nebak kehidupan orang deh,mending lu urus masalah sendiri.Gausah ngurusin masalah orang lain" Jawab Ciel menatap tajam ke arah ku dengan wajah yang penuh emosi


Dengan usaha ku,aku berusaha untuk membuat Kak Ciel mengatakan masalah yang sedang dia alami. Aku juga memberitahunya bahwa kenapa dia tidak berusaha untuk mencari orang yang dapat membantunya menyelesaikan masalah. Ada saat dimana kita masih mampu nyelesain masalah kita sendiri, dan ada saat dimana kita butuh orang lain untuk membantu kita. Jangan malu meminta bantuan hanya karna ego dan ambisi yang tidak akan berujung ke hal yang baik.


Kak Ciel sangat marah kepada ku karna dia tau bahwa aku menggunakan kemampuan ku untuk melihat masa depannya. Aku sedikit kaget ketika dia menebak kemampuan ku sebenarnya,dia juga tau kalau aku bisa melihat roh.


Aku terus berusaha memojokkan Kak Ciel agar dia ingin menceritakan masalahnya. Bukannya tidak takut,tapi aku tau kalau Kak Ciel bukanlah orang yang patut di jauhi. Sedikit Bekas roh baik yang menempel di tubuhnya meyakinkan ku bahwa dia orangnya baik dan ada seseorang yang sangat menyayangi nya.

__ADS_1


Masih menjadi pertanyaan di pikiran ku, mengapa dia sangat bersikeras untuk tidak bergabung dengan OSIS, apakah itu berhubungan dengan masalahnya.


Karna tidak mendapatkan titik terang dari perdebatan,akhirnya aku menggunakan cara satu satunya agar dia ingin menceritakan semuanya.


"Hey,lu bener bener cari masalah sama gua yah?. Sudah berapa kali gua bilang kalau gua tidak akan pernah bergabung dengan OSIS atau bahkan sampai nyeritain masalah gua" Gertak Ciel.


"Gak peduli,mau kakak bilang kek gitu pun gua tetep gak peduli. Bahkan sampai babak belur pun gua akan terus maksa kakak untuk berkata iya" Ucap ku memancing emosi.


Kak Ciel yang tidak tahan lagi dengan ku, langsung berlari dan mengayunkan tinjunya kepada ku. Perkelahian ku dan dia berjalan cukup lama,bahkan suara bel tidak menghentikan kami berdua.


Walau setangguh apapun Kak Ciel,tetap saja aku yang lebih unggul,tidak sia-sia aku masuk kursus bela diri. Aku berusaha menghentikan semua serangan Kak Ciel dan berhasil membuat nya tumbang.


Tenagaku yang tinggal sedikit membuat ku ikut terbaring di samping Kak Ciel. Wajah ku yang penuh dengan luka pukulan terasa nyeri, entah bagai mana tanggapan murid lain nanti setelah melihat ku turun dari sini.


"Sialan!!!!!, bagai mana bisa aku dikalahkan oleh orang sepertimu." Ucap Ciel tidak percaya dengan apa yang telah terjadi sekarang


"Gua bilang juga apa,gua bakalan berusaha buat kakak mengatakan semuanya bahkan sampai babak belur. Tapi faktanya kakak lah yang babak belur,bagai mana sekarang?. Apakah kakak masih tidak ingin mengatakannya" Tanya ku dengan nafas terengah-engah.


"Tidak mau" Jawab Ciel


"Serius?! (Kaget). Baiknya kalau gitu, gua bakalan kesini lagi besok untuk menantang kakak" Ucap ku


"Gua bercanda ko,lagipula seberusa apapun, gua bakalan tetap kalah dari lu. Gua bakalan ceritain semua tentang gua dan juga alasan gua gamau gabung dalam OSIS sebagai tanda kekalahan, jadi pasang telinga lu baik baik." Ucap Ciel


"Tidak mau!!" Ucap ku


"Gua mau kakak nyeritain semuanya setelah kakak masuk OSIS,gua nantangin kakak di perlombaan cerdas cermat nanti. Kalau gua yang menang,kakak harus masuk OSIS." Ucap ku menantang Kak Ciel.


"Hahahahah,lu emang gaperna berubah yah Liam. Lalu apa yang gua dapetin kalau misalkan gua yang menang?" Tanya Ciel


"Terserah kakak, apapun akan ku lakukan sebagai tanda kekalahan ku sebagai laki-laki." Jawab ku


"Hem,berarti deal?" Tanya Ciel kembali.


"Deal!!" Jawab ku teriak gembira.


-sebelum di tempat lain-


Varro yang tadi kembali karna kemampuan Kak Ciel sampai di kelas dengan kebingungan. Dan bingung mencariku ke mana mana dan bertanya ke Vani.


"Vani!!" Teriak Varro


"Hah?, paan?" Tanya Vani

__ADS_1


"Lu lihat Cakkra gak?, daritadi di cariin ko gada yah?" Jawab Varro sambil menggaruk garuk kepalanya.


"Maksud lu dengan di mana apa?, bukannya tadi lu bareng ama Cakkra ke gedung kelas dua. Wah lu jangan-jangan ninggalin Cakkra yah,lu parah banget jadi temen!" Ucap Vani


"Hah gimana?,gua dari tadi sendirian. Kapan gua ke gedung kelas dua?" Tanya Varro


"Sialan lo Var,jangan becanda. Buruan cari Cakkra, ini udah mau masuk loh padahal!!" Jawab Vani kesal


-kembali ke Cakkra dan Ciel-


Kami berdua yang kehabisan tenaga masih berbaring di lantai sambil menatap langit. Kak Kyo yang ternyata dari tadi menyaksikan perseteruan ku dengan Kak Ciel keluar dari dalam menuju ke tempat kami berdua.


Dia memasang wajah tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang ini. Ini merupakan pertama kalinya seseorang tidak mempan dengan kemampuan Ciel.


"Hai bro,bagai mana rasanya di kalahkan?" Tanya Kyo kepada Ciel.


"Hemp.., biasa saja" Jawab Ciel


"Maksud lu dengan biasa saja apa,bukankah ini sesuai yang tidak pernah terjadi di diri lu?" Tanya kembali Kyo


"Tidak juga,ini adalah yang kedua kalinya" Jawab Ciel


"Siapa yang pertama?"


"Tidak akan ku beritahu sampai anak ini berhasil mengalahkan ku di lomba nanti"


Pembicaraan panas tadi menjadi pembicaraan yang santai setelah apa yang telah terjadi. Ini merupakan pengalaman pertama ku melawan seseorang sampai harus berjuang sekeras ini.


Dalam waktu singkat,aku melalui beberapa kejadian. Entah seperti apa yang akan ku lalui ke depannya, kuharap semuanya bukanlah sesuatu yang buruk dan berbahaya.


"Oiyah,kenapa kakak berada di sini?" Tanya ku


"Em,gua?. Tentu saja untuk menjaga sekitar,pembicaraan kalian tadi bisa saja di dengar oleh murid lain bahkan oleh mata mata yang sedang berbaur dengan murid lainnya di sekolah ini. Untuk sekarang gua bakalan bawa kalian ke UKS dulu,Edden keluar dan bantu gua." Ucap Kyo


"I-iya!!"


"Edden?" Tanya ku bingung


"Kau belum mengenalnya yah,perkenalkan ini Edden salah satu anggota OSIS" Jawab Kyo memperkenalkan


"Ha-hai,aku Edden. Salam kenal"


"Aku Cakkra,salam kenal juga"

__ADS_1


Kami pun di bawa ke ruang UKS dan tidak mengikuti pembelajaran hari ini. Untung saja Kak Kyo sudah memperkirakan nya dan akhirnya meminta izin kepada guru yang merupakan pembina OSIS.


Untuk sekarang yang perlu ku cemaskan hanyalah bagai mana cara agar terhindar dari pertanyaan Varro dan Vani nantinya, alasan apa yang akan ku beritahukan agar terdengar masuk akal oleh mereka berdua.


__ADS_2