Experiment Number

Experiment Number
BAB 24 MEMULAI MISI


__ADS_3

Keesokan harinya, semuanya terlihat sibuk dibandingkan lima hari sebelumnya karena hari ini merupakan hari perayaan ulang tahun sekolah, dan hari penilaian hasil karya,serta penentuan pemenang dari hasil lomba antar kelas.


Saat tadi aku terbangun, Varro sudah tidak berada di dalam kamar. Kebetulan dia tidak ada, jadi aku dengan buru-buru mandi dan mengganti pakaian, lalu bergegas ke ruang OSIS untuk melakukan rencana semalam.


Saat tiba di ruang OSIS, aku sangat kaget dengan apa yang sekarang ku lihat. Aku dan Varro saling bertatap dan menunjuk satu sama lain karena kaget.


"Varro? " Ucap ku


"Cakkra? " Ucap Varro


"Lu ngapain disini!? " Teriak kami secara bersamaan


"Ah...berisik. Masih pagi udah main teriak teriakan" Kesal Sofi


"Wah kalian sudah bertemu" Ucap Kyo yang baru saja datang


"Varro, lu anggota OSIS!?" Tanya ku dengan wajah nasih kaget ditambah bingung


"Lah iya, lu sendiri juga OSIS!?" Jawab Varro dan kembali bertanya.


"Iya" Jawab ku


"Heh........!!!" Teriak kami kembali secara bersamaan yang akhirnya membuat Sofi memukul kami berdua.


Kami berdua duduk dan mendengarkan penjelasan Kak Kyo dan Kak Sofi. Mereka memberitahu ku bahwa Kyo menjadi bagian dari anggota OSIS lebih dulu dibandingkan dengan ku.


Pantas saja saat awal aku merasa sedikit bingung karena kenapa cuma aku yang diberikan surat undangan bergabung, sedangkan Varro tidak padahal dia juga manusia berkemampuan, sama seperti kami semua.


Dan alasan sekolah memberikan surat undangan kepada Varro juga sudah terungkap. Varro tidak di undangan karena dia pintar, tapi pihak sekolah juga ingin melindungi nya.


Dan katanya bukan cuma Varro yang mendapatkan undangan dari sekolah, tapi masih ada beberapa orang lagi. Namun mereka semua menolaknya, dan malah masuk di sekolah lain dengan mengandalkan kemampuan mereka sebagai perlindungan.


Varro juga berada di kelas yang sama dengan ku agar mempermudah Pak Ali untuk mengawasi kami berdua.


"Ko kamu gak bilang sih kalau kamu sebenarnya anggota OSIS juga?" Tanya ku kepada Varro menggunakan bahasa formal karena takut kena pukul dari Kak Sofi lagi.


"Yah karena aku disuruh untuk menjaga rahasia, lagipula aku juga dulunya belum tau kalau kamu juga anggota OSIS" Jawab Varro menggunakan bahasa formal juga.


"Padahal kan seharusnya waktu kita berbagi informasi masalah kemampuan kita, kamu seharusnya bilang kalau kamu anggota OSIS" Ucap ku


"Yah, aku takutnya kamu mata-mata" Balas Varro

__ADS_1


"Mana mungkin aku mata-mata. Berarti perempuan yang memberitahumu bahwa aku bisa melihat roh, adalah ketos? " Tanya ku


"Yang beritahu saya bukan ketos, tapi Kak Sofi. Aku sama sekali belum pernah bertemu dengan ketos semenjak menjadi anggota OSIS." Jawab Varro


"Bla.....bla.....bla...."


"Sudah cukup berbicara formal jika wajah kalian seperti orang yang sedang jijik dengan kata-kata sendiri. Itu membuat ku kesal" Ucap Sofi dengan wajah kesalnya


"Jadi bolehkah kami berdua berbicara non formal wahai waketos yang baik hati dan tidak sombong?" Tanya Varro


"Boleh saja,asalkan kalian ingin masuk kelas didikan ku dalam waktu satu minggu" Jawab Sofi


"Tidak, terimakasih" Balas Varro


"Kalian bertiga berbicara seolah olah aku tidak ada disini" Ucap Kyo jutek


"Kamu itu tidak diajak,jadi diam saja" Ucap Varro


"Wah..... Anak ini udah mulai bersikap tidak sopan dengan seniornya. Sini kamu brengsek" Teriak Kyo langsung mengejar Varro.


Karena kebisingan kami, Laura yang tertidur di kamar yang berada di ruang OSIS langsung terbangun dan bertanya-tanya ada kebisingan apa yang telah terjadi.


Melihat Laura yang terbangun, kak Sofi langsung menarik telinga Varro dan Kyo yang sedang berkelahi dan langsung memarahi mereka berdua.


"Kan sudah aku jelaskan tadi kalau dia orang yang akan kita bantu sekarang ini" Jawab Sofi masih men jewer telinga Varro dan Kyo


"Maaf yah Laura atas kebisingan ini, bagaimana tidur mu?, apakah nyenyak? " Tanya Kyo


"Tidak apa-apa. Tidur ku sedikit tidak nyenyak karena khawatir dengan kondisi Sinta" Jawab Laura memasang wajah sedih


"Tidak usah khawatir, hari ini kami pastikan akan membawa Sinta dengan selamat dari para preman-preman itu" Ucap ku mencoba membuat tidak terlalu khawatir


"Oiyah si Ciel mana, ini kita udah pada ngumpul tapi wujudnya belum nongol juga" Tanya Kyo


"Gua daritadi ada disini ko" Jawab Ciel yang sedang duduk santai di kursi lebar di pojok ruangan.


"Sejak kapan?" Gumam Kyo


"Aaaaaaaa orang yang sudah menghajar Cakkra, apa urusan mu disini?!!." Tanya Varro berteriak


"Apa urusan ku?, tanya saja teman mu" Jawab Ciel

__ADS_1


"Kak Ciel juga sudah resmi jadi bagian dari anggota OSIS, sekarang dia berada di sini karna Kak Ciel merupakan kunci kesuksesan kita di misi kali ini" Jelas ku.


"Owh jadi namanya Kill, kalau begitu mohon bantuannya"


"Namaku Ciel, bukan Kill!!"


"Wah bahaya ini, massa udah kelas 11 masih gabisa bahasa Inggris. Di dalam bahasa Inggris kan kalau huruf C itu dibacanya jadi K, gitu ajah ko gatau" Sindir Varro.


"Nama gua emang dasarnya dibaca Ciel, bukan Kill!!" Balas Ciel makin kesal


"Bodo amat, yang jelas aku akan memanggil mu dengan sebutan Kill"


"Dasar junior bangsat!!. Disini aku ingin memberitahu sesuatu juga yang mungkin tidak kalian tau, ini mengenai batas kemampuan ku." Ucap Ciel dengan wajah serius


"Batas?, kemampuan mu mempunyai batas juga?" Tanya Sofi


"Tentu saja, secara kemampuan ku membutuhkan banyak tenaga dalam menggunakannya." Jawab Ciel


Nama : Aciel hidayah nugroho


Code Name : 021


Kemampuan : Manipulasi pikiran


Dapat Memanipulasi target dengan syarat harus bertatapan secara langsung.


Batas penggunaan sebanyak tiga kali,karena jika digunakan terus menerus maka akan membuat pengguna kehilangan kesadaran bahkan sampai merusak pola pikir.


Kami yang mendengar penjelasan dari Ciel merasa khawatir untuk sejenak, namun rasa khawatir itu hilang ketika Kak Sofi menyuruh kita semua untuk terus berfikir positif, pasti ada jalan keluar disetiap masalah.


Kak Sofi berkata bahwa kita tidak perlu khawatir soal alat pendeteksi atau CCTV, karena dialah yang akan mengurusnya sebaik mungkin. Dan kita hanya perlu fokus menjalankan rencana yang telah diberikan masing-masing kepada kita.


Sebelum berangkat, aku disuruh oleh Kak Kyo untuk mencoba menggunakan kemampuan ku kepadanya, karena bisa saja masa depan yang akan ku lihat berhubungan dengan kejadian pada hari ini.


Dan benar saja, aku begitu syok dengan apa yang barusan aku lihat. Aku berusaha menutup rasa khawatir ku dengan berbohong terkait masa depan yang barusan aku lihat agar semuanya tidak cemas, yang perlu kulakukan untuk sekarang adalah mencoba merubah masa depan yang akan terjadi.


Kami berangkat menuju ke lokasi sesuai arahan dari Kak Sofi, disini kami membagi tiga tim. Di tim ku ada dua orang yaitu Aku dan juga Kak Ciel yang bertugas untuk menyusup kedalam markas tanpa ketahuan, di posisi kedua ada Laura, Varro dan tentu saja Kak Kyo yang bertugas untuk menemui bos preman tersebut, sedangkan di posisi satunya lagi ada Kak Sofi dan juga Pak Ali untuk mengawasi dan meretas bagian keamanan di setiap markas tersebut.


Kami berlima berangkat bersama-sama sampai akhirnya kami berpisah tidak jauh dari tempat para preman tersebut untuk menjalankan rencana.


"Kak kami sudah sampai di ruang belakang markas" Ucap ku berkomunikasi menggunakan Earpiece kepada Kak Sofi.

__ADS_1


"Bagus,aku akan memberikan mu instruksi mulai dari sinisini, jadi lakukan sesuai yang ku katakan. Jangan melakukan hal ceroboh yang akan menggagalkan rencana, begitu pula dengan mu Ciel!" Beritahu Sofi.


"Ya. Yang perlu kau khawatirkan hanyalah Cakkra saja, karena aku sudah ahli dalam masalah seperti ini" Balas Ciel dengan ekspresi muka suram.


__ADS_2