Experiment Number

Experiment Number
BAB 25 MEMULAI MISI II


__ADS_3

Flashback


"Kak emangnya kita boleh keluar sekolah? , apalagi ini hari kan hari jadi sekolah,gimana kalau teman-teman kami pada nyariin" Tanya Varro


"Tenang saja.Karena kita OSIS, jadi kita bisa keluar kapan saja jika terjadi sesuatu diluar sekolah. Dan urusan teman-teman kalian, pak Ali sudah mengurus semuanya jadi tenang saja dan fokuslah kepada misi kali ini" Jawab Sofi


"Aaaa maafkan bapak karena terlambat. Ambil ini Ciel, Cakkra dan juga Sofi. Ucap Pak Ali memberikan Earpiece.


" Wah hebat, inikan yang dipakai para mata-mata untuk berkomunikasi " Ucap ku kagum


"Pak!, kita bertiga mana?" Tanya Varro dengan wajah cemberut


"Kalian bertiga pakainya ini agar lebih aman" Jawab Pak Ali memberikan kotak hitam kecil, isi dari kotak itu adalah anting komunikasi


"Antingnya cantik" Ucap Laura


"Pak, kenapa harus anting?. Bukankah ini akan lebih cepat dicurigai oleh mereka, dan kenapa bentuk antingnya harus berbentuk seperti itu" Ucap Varro menunjuk ke anting yang dipegang oleh Laura.


"Emang kau berfikir aku akan memberikan mu anting model wanita?. Buka saja dulu kotak mu dan pakailah segera, jangan buang-buang waktu" Ucap Pak Ali


back to the beginning


Laura, Kyo dan Varro telah sampai tepat di depan gerbang markas preman tersebut. Preman yang menjaga gerbang,dengan tatapan tajam membukakan pintu kepada mereka bertiga, dan di antarkan nya menuju ke ruangan bos mereka. Sepanjang lorong, orang orang terus memandangi mereka bertiga dengan tatapan sinis.


Tibalah dimana mereka akan bertemu dengan bos preman tersebut, dengan perlahan mereka membuka pintu kayu bercet hitam yang ada didepan mereka. Pintu terbuka lebar memperlihatkan seisi ruangan, seseorang berjas hitam dengan tatapan tajam memandang kearah mereka bertiga.


"Kalian datang juga, kukira kalian akan memilih mengamankan diri kalian sendiri,dibandingkan membantu satu perempuan yang tidak berarti apa-apa " Ucap bos preman itu menyeringai.


"Aku dan dua orang teman ku sudah datang sesuai perjanjian, jadi lepaskan teman ku" Balas Laura menatap bos itu.


"Hemmm ada yang aneh. Siapa laki-laki di samping kanan mu itu?, bukankah dia orang yang berbeda dengan yang membantumu semalam" Tanya bos itu menatap kearah Varro


"Dia teman ku, dan juga orang yang memiliki kemampuan sama sepertiku. Bukankah tujuan mu hanya menculik anak-anak berkemampuan, jadi bukan masalah jika dia juga ikut bersamaku" Jawab Laura masih berusaha untuk tetap tenang.


"Memang tidak masalah, tapi bukankah ini sedikit mencurigakan?. Dimana teman mu yang satunya?, kalian tidak melakukan rencana diluar perjanjian kan?" Tanya bos itu dengan wajah curiga.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, dia akan segera datang. Jadi biarkan kami melihat keadaan Sinta sekarang" Jawab Kyo santai.


"Tidak semudah itu, aku tidak akan membiarkan kalian melihatnya sebelum teman mu yang satu itu datang kemari "Ucap preman itu menyeringai.


" Apa salahnya melihat nya sebentar saja, lagipula tanpa satu teman ku itu, seharusnya kamu telah membebaskan Sinta sesuai janji mu!!" Kesal Laura.


"Jangan marah-marah dong, bukankah aku sudah berkata bahwa teman mu akan baik-baik saja jika kau dan kedua teman mu itu datang kemari. Tapi sayang sekali, teman mu yang satunya belum tiba, jadi sampai dia datang maka aku tidak akan membebaskan teman mu dulu" Ucap bos itu.


"Baiklah aku mengerti, tapi beritahu aku dimana Sinta sekarang?!" Tanya Laura


"Untuk apa kamu menanyakan tempat nya!?" Ucap bos itu curiga.


"Aku hanya ingin memastikan apakah kau memberikannya tempat yang layak untuk beristirahat" Ucap Laura.


"Tempat yang layak?. Ahahaha maafkan aku, aku sedikit bersalah karena telah menaruhnya di dalam gudang" Balas bos itu.


"Kurang ajar, kau kira teman ku adalah barang yang hanya ditaruh di dalam gudang?!!!" Kesal Laura.


"Bukankah dia memang barang?, barang untuk bernegosiasi" Balas bos itu dengan wajah jahat, membuat Laura ingin menampar nya.


Sementara itu di tempat yang lainnya.


"Cakkra apakah kau mendengar ku?" Tanya Sofi.


"Iya, aku mendengar mu" Jawab ku


"Aku telah menemukan tempat kemungkinan Sinta di tahan sesuai yang baru saja dikatakan oleh bos preman itu" Beritahu Sofi.


"Apakah mereka bertiga telah bertemu dengan orang yang kami lawan semalam?" Tanya ku


"Iya, mereka sekarang sedang berbincang-bincang. Dengarkan baik-baik arahan ku, dari beberapa CCTV yang sudah ku retas, aku menemukan satu lokasi yang sangat cocok untuk menahan seseorang." Jawab Sofi sambil menjelaskan tempat Sinta sekarang.


"Mengendap lah menuju ke sebelah timur dengan hati-hati, setelah itu belok ke kanan dan teruslah berjalan lurus beberapa meter. Saat di belokan nanti, cobalah untuk menumbangkan kudua penjaga yang sedang menjaga tempat itu. " Jelas Sofi.


Dengan arahannya tadi, kami dapat menghindar dari preman-preman tersebut dengan mudah, dan sampailah kami ketempat dua orang penjaga itu. Dengan perlahan, aku dan juga Kak Ciel mengendap kebelakang mereka lalu menghajarnya sesuai yang diperintahkan Kak Sofi. Untung saja itu berjalan dengan lancar, karena kedua preman itu sedang dalam keadaan lengah.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan disana?" Tanya Sofi.


"Semuanya berjalan lancar kak, sekarang kami berdua harus kemana?" Jawab ku bertanya kembali.


"Tetaplah berjalan lurus, kalian akan menemukan gudang dengan pintu besi di akhir lorong nanti. Ingatlah untuk terus waspada di sekitar kalian" Balas Sofi.


Dengan waspada kami terus melanjutkan perjalanan melewati lorong-lorong gelap yang ada di tempat ini. Hingga sampailah kami di tempat yang Sofi ucapkan tadi, sebuah gudang berpintu besi dengan gembok rantai sebagai penguncinya.


"Kak aku dan Kak Ciel sudah sampai di gudang yang kakak maksud, sekarang masalahnya ada di pintunya. Kami tidak bisa membukanya tanpa kunci" Ucap ku


"Tunggulah disitu, aku akan mencari letak kuncinya menggunakan bantuan CCTV" Balas Sofi.


Tak disadari, dari belakang rupanya ada sepasang mata sedang mengawasi kami berdua.


-Di tempat Laura-


Laura, Kyo, dan Varro dipersilahkan untuk menunggu dikursi yang ada di ruangan itu. Sedikit tidak masuk akal, tapi bos preman itu juga menghidangkan teh serta beberapa cemilan untuk mereka bertiga.


"Ini sudah lewat setengah jam, tapi kenapa teman mu belum datang!!. Apa jangan-jangan dia tidak punya keinginan untuk ikut bersama kalian berdua?" Ucap bos itu sedikit kesal.


"Dia bukanlah orang yang seperti itu, kurasa dia ada masalah sedikit. Karena kau pasti sudah tau kalau sekarang kami tengah merayakan hari jadi sekolah, tidak mudah untuk keluar dari sekolah saat ini" Ucap Kyo mencari alasan untuk memperpanjang waktu.


"Apakah kau masih tidak ingin membiarkan ku melihat Sinta, aku hanya ingin memastikan keadaannya" Ucap Laura masih cemas


"Sudah kubilang tidak. Sampai teman mu itu datang jangan memohon sesuatu yang sama terus menerus!!" Gertak bos itu.


"Bist...kak daritadi hanya kalian berdua yang bicara. Apakah gua juga harus bicara?" Bisik Varro.


"Tidak usah. Kalau kamu yang bicara, bisa-bisa rencana jadi berantakan" Balas Kyo berbisik.


"Hey kalian berdua!!, apa yang sedang kalian bisik kan!? " Tanya bos itu.


"Bukan apa-apa, hanya saja adek kelas ku yang satu ini sedang kebelet ingin ke toilet" Jawab Kyo mencari alasan.


"Dasar!. Oy kamu, bawa dia ke toilet" Perintahnya kepada anak buah yang sedang duduk di belakang nya.

__ADS_1


"Ba-baik bos. Ayo ikut saya" Ucap preman itu.


__ADS_2