Experiment Number

Experiment Number
BAB 30 MASALALU II


__ADS_3

-Kembali-


Ciel yang tertidur di tempat persembunyian langsung terbangun, ketika seseorang dengan keras mengetuk pintu. Seperti yang dikatakan oleh pemburu itu, dia sama sekali tidak membukakan pintu sampai seseorang menyebut namanya.


Dia berdiri memegang sebuah pisau kecil di depan pintu, untuk berjaga-jaga jikalau yang mengetuk bukanlah pemburu itu, melainkan orang lain yang sedang mencarinya.


Ketukan pintu semakin keras,dari luar orang itu terus memaksa untuk masuk. Dengan kuat mereka mendobrak pintu, dan berhasil membukanya. Ciel menatap terkejut bercampur rasa takut, orang-orang yang ada di depannya bukanlah pria pemburu itu, melainkan orang lain .


Perlahan-lahan pria itu mendekat dan jongkok di depan Ciel yang masih diam membeku. Pria itu tersenyum licik di hadapan Ciel, dia bertanya dimana orang yang sudah mengurusnya. Ciel masih tidak berkata sepatah katapun, pisau yang ada di tangannya perlahan-lahan diturunkan oleh pria itu.


"Tidak seharusnya anak-anak memegang benda seperti ini, berbahaya tau. Bagaimana jika kau melukai dirimu sendiri?" Ucap pria itu terus menatapi Ciel.


"Yah untuk sekarang kau akan kubawa, jadi jangan melawan" Ucapnya lagi sambil berjalan mengelilingi bagian rumah kecil itu. "Koleksi tengkorak disini sangat banyak, sayang sekali jika dibakar" Ucap pria itu menyeringai.


Mendengar kata-kata pria itu, seketika membuat Ciel terkejut dan langsung melempar pria itu menggunakan pisau yang terjatuh dari tangannya. Pria itu dengan sangat mudah menangkap pisau itu dengan kedua jarinya saja.


"Aduh..sudah kubilang kalau benda ini sangat berbahaya, mending mainin yang lain saja" Ucap pria itu tersenyum bohong.


"Apa yang kalian inginkan!!, suruh teman-teman mu untuk berhenti menggeledah rumah paman pemburu!!" Gertak Ciel berusaha untuk tidak gemeteran


"Yang kuinginkan?, tentu saja aku menginginkan mu" Jawab pria itu menunduk di hadapan Ciel. "Misiku adalah membawamu pergi dari tempat ini, dan juga menghabisi orang yang telah menyembunyikan mu selama setahun lamanya" Bisik pria itu, Ciel yang kesal langsung memukul badan pria itu sekuat tenaga.


"Pergi dari sini, aku tidak ingin ikut dengan mu, dan jangan melukai paman pemburu. Jika kau tidak mendengarkan ku, maka aku akan membunuhmu!!" Ucap kesal Ciel.


"Itu bukanlah kata-kata yang dapat diucapkan oleh anak ingusan sepertimu" Tatap tajam pria itu.

__ADS_1


Ciel seketika terdiam melihat ekspresi pria itu, hawa membunuh seolah-olah keluar dari tubuhnya. Ciel merasa sangat ketakutan dan berhenti memukuli pria itu.


Perlahan-lahan Ciel menjauh dari pria itu, karena tidak memperhatikan belakangnya, akhirnya Ciel menabrak sebuah meja yang diatasnya terdapat sebuah teko berisi air panas. Teko itu terjatuh dan hampir mengenai Ciel, untung saja pria itu dengan sigap menahan teko itu menggunakan tangannya.


Karena menahan teko, akhirnya tangannya melepuh karena terkena air yang ada di dalam teko itu. Wajahnya menunjukkan ekspresi kesal, namun untung saja dia tidak memarahi atau memukul Ciel karena telah membuat tangannya melepuh.


"Bos kami menemukan sesuatu di kotak yang ada di atas sana" Beritahukan salah satu pria sambil menunjuk kearah rak buku yang ada di pojok kiri rumah.


"Bawa kesini" Perintah pria itu.


Setelah membaca dan melihat semua isi dari kotak itu, pria itu tersenyum menyeringai sambil meremas sebuah kertas yang ada di tangannya.


"Sudah kuduga pemilik rumah ini adalah seorang mata-mata yang dikirim oleh pemerintah" Ucap pria itu. "Pasti dia yang telah melaporkan tempat experimen milik bos besar kepada pihak berwajib, dan mengirim pasukan untuk menangkap semua orang yang ada di dalam sana"


"Hey nak,dimana pria itu sekarang?" Tanya pria itu dengan ekspresi wajah kesal.


"Hahah, kau berusaha untuk membohongi ku. Atau kau memang sudah ditinggalkan olehnya" Balas pria itu tertawa jahat.


"Tidak mungkin paman pemburu meninggalkan ku!!" Gertak Ciel mengelak.


"Dengar, dia berada disini karena dia merupakan mata-mata. Dia tidak memiliki tanggung jawab menjadi anak ingusan sepertimu!" Balas pria itu.


"Tidak, dia tidak akan meninggalkan ku. Dia akan datang kesini secepatnya, tunggu saja. Dia akan menghabisi kalian semua, paman sangatlah kuat kau tahu!!" Teriak Ciel melawan.


"Anak sepertimu bisa-bisanya berkata tidak sopan di hadapan orang yang lebih tua dari mu, rasakan in-" Kesal pria itu melambungkan tanparannya ke arah Ciel, namun untuk saja tamparannya berhenti dikarenakan keributan yang ada di luar sana.

__ADS_1


"Bos, gawat. Seseorang yang kita cari sedang mengamuk dan menumbangkan yang lain di luar sana." Ucap panik teman pria jahat itu.


"Sudah kubilang kalau om pemburu tidak akan meninggalkan ku" Seru Ciel gembira.


"Jangan senang dulu, aku akan menghabisi paman tercinta mu itu, dan membawamu pergi dari tempat ini. Jadi jangan kemana-mana" Tatap tajam pria itu ke arah Ciel.


Pria jahat itu berjalan ke luar sambil memegang sebuah pistol kecil di tangannya, wajahnya sangat menggambarkan kekesalannya. Satu peluru ia tembakkan tepat ke arah paman pemburu. Tapi untuk saja paman dapat menghindarinya dengan cepat.


"Selamat datang G711, mata-mata nomor satu di negara ini. Apakah kau datang untuk menemui anak itu" Ucap pria jahat itu menuju kearah Ciel yang sedang melirik keluar.


"Sebenarnya seberapa besar organisasi kalian, dan apa tujuan organisasi mu membuat sebuah tempat tidak manusia seperti itu? " Tanya G711


"Seberapa besar?, kalau ditanya seberapa besar sih, kurasa sangat besar dari semua organisasi yang ada di negara ini. Dan alasan kami membuat tempat seperti itu adalah untuk membuat kehidupan baru yang lebih berguna. " Jawab pria jahat itu menyeringai.


"Berguna?, kalian kira itu semua adalah rencana yang bagus?. Rencana itu hanya akan membuat para anak-anak berkemampuan saling berselisih untuk mendapatkan gelar kekuatan terhebat" Jelas G711 dengan tenang.


"Yah, aku tidak peduli masalah itu. Aku hanya menjalankan tugas yang telah diberikan kepadaku agar aku mendapatkan pangkat yang lebih tinggi, dan bisa bertemu dengan bos besar secara langsung" Ucap pria jahat itu tidak peduli.


"Orang seperti yang hanya memikirkan sebuah kekuasaan, sangatlah tidak dibutuhkan di dunia ini. Adanya kalian hanya membuat kehidupan orang lain semakin menderita" Balas G711.


"Sudah kubilang aku tidak peduli, apapun yang kau katakan hanya akan berakhir percuma. Jika kau ingin menceramahi seseorang, maka pergilah ke tempat beribadah, jangan malah menceramahi ku" Elek pria jahat itu.


"Kurasa kau memang benar-benar harus dibuat sadar, aku tidak akan segan-segan menghajar mu demi membuat mu tersadar.Ingat, jeruji besi sedang menunggumu" Balas G711.


"Jangan terlalu kePDan, yang akan menang adalah aku. Hyaaa" Ucap pria jahat itu menembak G711.

__ADS_1


Suara tembakan terus terdengar di daerah rumah kecil itu, Ciel kecil hanya dapat memandangi pertarungan itu dengan rasa takut dan cemas. G711 dengan sangat lincah menghindari setiap peluru yang mengarah padanya.


"Wah ternyata informasi tentang kamu yang sangat lincah itu benar. Bagus sekali, teruslah menghindar sampai pelurunya habis. Setelah itu aku akan mencoba untuk menghajar mu secara langsung" Teriak pria jahat itu


__ADS_2