
Bugh......
Suara hentakan pintu
"Cakkra!!!" Teriak Varro
"Hust....." Ucap pengurus UKS
"Heheh.Cakkra, kata Pak Ali lu gak enak badan ko bis-sa.Ini badan lu kenapa penuh luka lebam woy,lu habis ngapain?!" Tanya Varro
"Tenang anjir,gua gapapa." Jawab ku mencoba menenangkan Varro
"Ekhem" Ucap Ciel
"Kak Ciel?, ko bisa di sini juga,kenapa babak belur gini,jangan jangan kalian berdua berantem yah?. Gua baru inget, tadi gua kan nemenin Cakkra ke gedung kelas dua, tapi entah kenapa gua malah kembali ke kelas sendirian" Ucap Varro bertanya tanya dengan ekspresi wajah bingung
"............" Diam
"Kalian berdua diam berarti yang gua bilang bener?. Siapa yang memulai perkelahian!?" Tanya Varro
"Gua yang mulai" Ucap ku
"Anjai kamu bohong" Ucap Varro tak percaya
"Gua serius,ini salah gua karna selalu gangguin kak Ciel." Ucap ku
"Sudahlah,gua juga yang salah. Yang jelas kami berdua udah baikan" Jawab Ciel menenangkan Varro
Akhirnya Varro percaya dan diam di samping ku,dia memberitahu ku untuk mencari alasan untuk teman sekelas besok agar mereka tidak khawatir.
Setelah istirahat dan mengobati luka di UKS, aku dan Kak Ciel kembali ke kamar masing-masing. Untuk sekarang aku hanya perlu mencatat materi pelajaran tadi, setelah itu belajar lebih giat dari sebelumnya agar dapat mengalahkan Kak Ciel di perlombaan nanti.
Perlombaan cerdas cermat ini membutuhkan masing-masing dua perwakilan setiap kelas,peraturan nya hanya sedikit simpel. Siapapun yang menekan tombol duluan dan berhasil menjawab pertanyaan yang di lontar kan oleh panitia perlombaan, maka akan mendapatkan satu poin.
Namun jika salah satu kelas menekan tombol dan tidak berhasil menjawab pertanyaan dengan benar,maka kelas lain mendapatkan kesempatan untuk menjawabnya. Siapapun yang mendapatkan poin terbanyak,maka akan keluar sebagai pemenang.
__ADS_1
Aku satu tim dengan Rafli yang merupakan saingan terbesar ku di kelas. Kecerdasan nya bisa di bilang setara dengan ku,katanya dia juga merupakan murid yang berhasil lulus tes masuk ke sekolah ini dengan nilai yang semuanya mirip dengan nilai ku.
Aku hanya perlu lebih bekerja keras lagi agar semua soal biar aku yang jawab,itu akan membuktikan bahwa aku mengalahkan Kak Ciel dengan kecerdasan ku sendiri tanpa bantuan orang lain.
"Cakkra makan dulu,nih gua bawain makanan" Ucap Varro sambil menjulurkan tangannya yang memegang kotak makanan.
"Ah iya,maaf udah ngerepotin" Ucap ku menatapnya
"Santai ajah. Udah punya alasan belum?" Tanya Varro sambil berdiri di dekat ku dan mengambil buku catatan ku.
"Emmm,mungkin gua bilang habis jatuh ajah kali yah" Jawab ku masih sedikit bingung
"Emang ada yang percaya kalau jatuh doang bisa bikin luka kayak gitu?" Ucap Varro menatap ku sinis.
"Bilang ajah jatuhnya dari lantai tiga ke lantai satu" Ucap ku
"Sangat tidak masuk akal anda masih bisa selamat"
"Udahlah. Sini buku gua,gua mau belajar bro." Ucap ku sedikit bingung ditambah sedikit kesal.
Varro mengembalikan buku ku lalu pergi keluar entah ke mana. Karna sedikit lapar, jadi aku memilih untuk makan dulu setelah itu lanjut belajar dengan keadaan luka yang masih sedikit perih.
"Aku tidak akan kalah darinya,untuk sekarang aku akan terus mendekatinya agar mengetahui kelemahannya dan juga agar mendapatkan informasi yang diperintahkan"
* * * *
"Apakah menceritakan semua rahasia ku dapat membuat ku lega?, aku masih sedikit berat untuk menerima kenyataan. Apa apaan tentang pemerintah,semua yang berada di bawah kekuasaan mereka semuanya sama saja" Ucap Ciel
"Aku tidak akan kalah begitu saja,akan ku buktikan bahwa aku lebih baik darinya. Aku bukanlah diriku yang dulu lagi,sekarang aku sudah berbeda dari yang dulu sialan!!!" Teriak Ciel
"Ma-maaf tapi bisakah kau sedikit memelankan suaramu?" Ucap teman yang sekamar dengan Ciel sedikit ketakutan
"Hah?" Jawab Ciel dengan ekspresi wajah biasa namun terlihat seram karna bekas luka perkelahian tadi.
"Ti-dak,bukan apa-apa"
__ADS_1
* * * *
Di suatu gedung besar di salah satu ruangan, terdapat dua orang yang sedang memperbincangkan tentang suatu rencana untuk melenyapkan semua anak hasil experiment yang dianggap tidak berguna,dan menyisakan anak anak yang dianggap nya bisa membantu jalannya kesuksesan organisasi mereka serta dapat membantu mereka memegang kendali pemerintahan.
"Bagai mana dengan pekerjaan kalian?" Tanya salah satu pria yang sedang duduk santai di kursi kekuasaan nya
"Maafkan kami bos,satu persatu di antara kami berhasil tertangkap oleh pemerintah dan menurut laporan beberapa anak buah saya,kemungkinan besar ada mata mata di antara para bawahan bos" Jelas pria bertato Laba-laba yang merupakan orang dengan kemampuan bertarung tingkat tertinggi.
"Apa-apaan kerja kalian,bagai mana bisa kalian tidak bisa membedakan mana mata mata dan mana anggota. Aku tidak mau tau,pokoknya kamu dan yang lainnya harus segera mencari tau siapa mata mata yang bersembunyi di antara kalian" Perintah bos para anggota tato Laba-laba.
"Baik bos. Sedikit informasi yang telah saya dapatkan, bahwa anak yang bos cari cari setelah insiden satu tahun yang lalu sudah di temukan kembali. Sekarang dia berada di "HIGH INTERNASIONAL SCHOOL" Tempat para anak berkemampuan yang sedang kita selidiki, sekaligus tempat putri anda bersekolah.
"Suruh semua bawahan mu yang sedang menjadi mata mata di sana agar terus memberikan informasi biar sekecil apapun. Dan untuk putriku,biar aku yang urus.
-kembali ke Cakkra-
"Kurasa cukup untuk malam ini,besok saja aku lanjut belajarnya." Ucap ku
Aku yang sedikit bosan menunggu Varro kembali mencoba untuk keluar sebentar dengan menggunakan masker untuk menutupi wajah ku agar yang lain tidak memperhatikan ku.
Saat keluar dari kamar,tiba-tiba saja aku merasakan bahwa seseorang seperti sedang mengawasi ku entah dari mana. Saat aku menoleh ke arah gedung kedua, aku seperti melihat seseorang tapi dalam sekejap orang itu menghilang.
Karna tidak ingin salah faham akhirnya aku segera mencari Varro karna sebentar lagi sudah waktu tidur.
"Cakkra" Bisik Varro
"Lu kira gua takut?" Tanya ku sedikit tercengir
"Ah gak asik.Lu kenapa keluar hah?, lu tuh harus istirahat" Jawab Varro sedikit kesal
"Gua cariin lu lah,ini udah mau waktu tidur tapi lu belum balik balik, ntar pengawas dateng gimana. Lu juga habis dari mana ajah sih?" Tanya ku sambil melihat ke sekitar Varro.
"I-itu,gua tadi habis ke kantin cari cewe" Jawab Varro
"Idih,masih SMA udah bucin." Ucap ku
__ADS_1
"Suka suka gua dong,kan gua banyak yang suka, jadi tinggal milih ajah" Balas Varro
Kami berdua kembali ke dalam kamar sambil berbincang bincang kecil. Sebelum menutup kamar,aku melihat keadaan sekitar karna entah mengapa perasaan ku selalu seperti sedang diawasi.