
"Ciel!!, lawan!. Ngapain cuma diem,padahal target udah di depan mata lu!" Teriak Kyo yang sedang terdesak.
"Jangan ganggu mereka berdua!!" Ucap petinggi preman 1 melayangkan pukulannya ke wajah Kyo.
* * * *
"Jawab aku, apakah kau ingin melihatnya?" Tanya bos preman itu masih merayu Ciel.
Ciel menaikkan wajahnya, dan menatap tajam bos preman itu. "Maaf tapi aku sudah berhenti merindukannya!!" Ucap Ciel langsung memukul wajah bos preman itu dengan keras.
'Bugh' Tinju Ciel membuat bos preman itu terjatuh dan menabrak meja.
Bos preman itu menjadi sangat marah dan langsung menyuruh anak buah nya yang tadi bersama kami, untuk pergi mengambil suatu barang yang sudah lama ia simpan di dalam brangkasnya. Jika dia tidak ingin mendengarkan perkataan nya, maka keluarga preman itu akan berakhir dengan tragis di tangannya.
Preman itu hanya dapat pasrah dan menuruti perintah atasannya, agar keluarga yang dicintainya tidak kenapa-napa.
"Oh, jadi kau mengancam seluruh mantan anak buah ku untuk bergabung dengan mu karena kau menjadikan keluarganya sebagai bahan ancam. Pantas saja mereka terus merengek pada ku agar aku mau membantunya." Ucap Ciel menyeringai.
"Hahaha. Yang namanya preman, pasti akan melakukan segalanya untuk mendapatkan apa pun yang mereka inginkan, bahkan sampai harus menggunakan cara yang terbilang cukup kejam." Ucap bos preman itu tertawa jahat.
"Kamu sudah tidak pantas disebut sebagai preman, tapi lebih pantasnya disebut sebagai iblis. Kau bahkan menculik dan menjual organ manusia secara ilegal, aku sampai bingung kenapa kau bisa lolos dari pihak berwajib." Ucap Ciel kesal
"Suka-suka kamu saja, sekarang aku hanya perlu membuat kalian tunduk kepadaku. Dan menyelesaikan misi ku, jika aku berhasil menyelesaikan nya, maka jabatan tinggi akan menunggu ku hahahaha. " Ucap bos preman itu tertawa besar.
"Ternyata kau masih bekerjasama dengan para anggota organisasi laba-laba itu. Dasar para komplotan psikopat!!" Ucap Ciel.
__ADS_1
Mereka sekali lagi akhirnya saling beradu tinju, saat Ciel merasa mendapatkan kesempatan untuk menjatuhkan bos preman itu disaat dia sedikit lengah, namun tiba-tiba saja bos preman itu menyadarinya dan langsung mengunci kedua tangan Ciel.
Ciel akhirnya merasa sangat tidak beruntung hari ini, terlebih lagi karena preman itu membawa barang yang disuruhkan oleh bosnya. Barangnya adalah sebuah tangan menggunakan cincin tengkorak yang sudah diawetkan didalam sebuah kotak kaca.
Badan Ciel seketika menjadi sangat lemas, keringat dingin menyelimuti pergelangan tangannya, matanya menatap dengan tatapan kosong, membuatnya sekali lagi tidak berkutik dihadapan bos preman itu.
-Masalalu yang diingat Ciel-
Ciel pada usia lima tahun menyadari sedang berada disuatu tempat yang sangat berbahaya, di saat itu yang ada di isi pikirannya hanyalah cara untuk keluar dari tempat tersebut.
Setiap harinya dia menatap tajam ke arah dinding tinggi yang berada di depan matanya. Tangannya yang membawa sebuah infus bergerak maju mundur saat tengah berjalan.
Hingga tibalah hari yang merupakan hari terakhirnya berada di tempat itu. Seseorang yang dia sebut sebagai psikopat datang menemuinya, dan mencoba menyeretnya kedalam ruang yang paling dia benci.
Dengan sekuat tenaga dia mencoba melepaskan genggaman orang itu, rasa kekesalannya kepada orang-orang yang ada di tempat itu membuatnya menjadi hilang kendali. Dia menatap tajam tepat di mata perawat itu, dan mengatakan untuk melepaskan tangannya dan membiarkannya keluar dari tempat itu.
Anak laki-laki itu sedang duduk membelakangi Ciel, dengan segenggam besi tajam di atas kepalanya. Anak laki-laki itu berniat untuk mengakhiri penderitaan hidupnya dengan cara bunuh diri. Ciel yang menyaksikan itu, langsung bergerak menggapai tangannya sebelum titik tajam dari besi itu mengenai kepalanya.
"Apa yang kau pikiran?" Bentak Ciel.
"Siapa kau?, kenapa kau bisa belada di sini?" Tanya anak laki-laki itu menatap Ciel dengan tatapan kosong.
"Tidak penting bertanya seperti itu sekarang, apakah kau ingin mati dengan cara yang tidak baik?, bukankah kau juga ingin keluar dari tempat ini?" Tanya Ciel.
"Aku?, ingin kelual?. Bukankah itu cuma mimpi?" Jawab anak laki-laki itu
__ADS_1
"Itu bukanlah mimpi, jika kau ingin keluar, maka ikuti aku. Aku akan melindungimu" Ucap Ciel
Suara langkah para perawat bergemuru di setiap ruangan mencari keberadaan Ciel. Ciel yang tidak bisa lagi menunggu jawaban dari anak laki-laki itu, terpaksa memilih untuk mencoba menggunakan kemampuan nya agar anak laki-laki itu tutup mulut tentang dirinya.
Namun saat dia melakukannya, kemampuannya sama sekali tidak mempan kepada anak itu.
"Kenapa kau tidak mempan dengan kemampuan ku?! " Tanya Ciel yang tidak percaya.
"Kemampuan?" Jawab anak itu bingung
"Siapa kamu?, apakah ada seseorang yang tidak mempan dengan kemampuan ku selain kamu!!" Tanya Ciel
"Siapa aku?. Aku 015 tidak, aku Liam" Jawab anak itu masih dengan tatapan kosongnya.
Suara langkah kaki perawat itu semakin mendekat yang membuat Ciel akhirnya terpaksa meninggalkan anak itu. Ciel terus berusaha untuk keluar dari tempat itu, hingga sampailah dia di pintu gerbang gedung itu. Saat hendak menggapai pagar gerbang, tiba-tiba saja salah satu penjaga gerbang mendapati nya dan dengan cepat menangkapnya.
Namun dengan kemampuan yang dimiliki oleh Ciel, dia berhasil membuat penjaga itu tunduk padanya dan langsung membukakan pintu untuk Ciel.
Ciel berdiri menata pepohonan yang menjulang tinggi di hadapannya, dia tidak takut tapi sekarang dia terharu karena telah berhasil meloloskan diri dari tempat itu. Dia kembali berlari menjauh dari tempat itu, karena dia tau kalau orang-orang di dalam sana pasti tidak akan membiarkannya lepas begitu saja.
Kaki kecilnya terus berlari ke arah yang tidak jelas, dia sangat kebingungan ingin berlari ke mana lagi. Rasa capek membuatnya terjatuh,karena merasa bahwa orang-orang itu tidak akan menemukannya, jadi dia memilih beristirahat untuk memulihkan tenaganya.
Karena rasa lelahnya itu membuatnya tertidur. Saat beberapa jam tertidur, akhirnya dia membuka matanya. Dia begitu kaget ketika melihat para penjaga di tempat itu sedang mengelilinginya.
Karena tidak ingin perjuangannya sia-sia, dia pun memilih untuk mencoba menggunakan kemampuannya lagi. Dia akhirnya berhasil menghentikan satu penjaga berkat kemampuan, namun tersisa empat penjaga lagi.
__ADS_1
Karena telah menggunakan kemampuan sebanyak tiga kali, akhirnya dia merasakan rasa sakit yang sangat dahsyat di kepalanya. Pandangannya mulai kabur, namun dia tetap berusaha menggunakan kemampuannya. Para penjaga yang sudah mengetahui cara kerja kemampuannya mencoba menangkap Ciel tanpa melihat langsung ke arah mata nya.
Ciel yang berhasil ditangkap oleh mereka, masih terus berusaha melawan dengan memukul badan penjaga itu dengan tangan kecilnya. Dia yang kesal karena tertangkap, akhirnya menggunakan sisa tenaganya untuk mengjambak rambut pria yang menggendongnya, dan langsung menatap matanya dengan cepat. "Lepaskan aku, dan bunuh semua teman mu" Ucap Ciel.