Experiment Number

Experiment Number
BAB 15 KHAWATIR


__ADS_3

Esok harinya aku dan Varro berangkat bersama ke kelas,aku menutup memar yang lumayan menghitam di daerah dekat bibir ku dan di tangan ku dengan menggunakan masker dan hoodie.


Saat sampai di kelas,semua teman teman ku mengerumuni ku dan bertanya aku sedang sakit apa sampai kemarin tidak masuk kelas. Aku berkata bahwa aku tiba-tiba saja tidak enak badan dan malamnya aku terkena flu, untuk itulah aku menggunakan masker dan berpakaian tebal. Aku memberitahu kan kepada mereka untuk tidak dekat dengan ku karna takut mereka tertular juga, bohong ku.


Beberapa dari mereka mendengarkan ucapan ku dan membiarkan ku sendiri agar dapat beistirahat,beberapa juga tetap kekeh untuk terus dekat dengan ku dengan alasan menjaga ku.


Ku biarkan saja dahulu agar mereka tidak merasa curiga,Vani yang kemarin juga mencemaskan ku ikut menjaga ku dan bahkan mengambilkan makan siang ku di kantin.


Aku sedikit merasa bersalah karena telah membohongi teman teman ku bahkan merepotkan mereka. Saat aku izin ke toilet,Rafli juga ikut dan mengajakku berbicara tentang cerdas cermat nanti dan beberapa lomba lainnya.


"Cakkra!" Panggil Rafli


"Iya kenapa?" Tanyaku


"Bagai mana soal persiapan cerdas cermat nanti?, kamu udah belajar kan?" Jawabnya dan kemudian kembali bertanya.


"Dia kira aku gak serius apa?" Batin ku sambil berpura pura ramah padanya. " Sudah ko,lagipula ini kan demi kelas,jadi sebisa mungkin gua bakal ngelakuin yang terbaik di perlombaan nanti. Kamu juga udah belajar kan?" Ucap ku bertanya kepadanya lagi.


"Udah dong,aku juga bakalan berusaha sebisa mungkin, jadi mohon kerjasamanya" Jawab Rafli tersenyum.


"Ya. Untuk permainan bola basket,lu kenapa pilih jadi cadangan padahal lu jago main basket?" Tanya ku menatapnya


"Aku gak terlalu suka sama bola basket,jadi aku biarin yang lainnya dulu,ntar kalau mereka capek baru aku ganti" Jawab Rafli


"Owh,yaudah" Ucap ku


Saat ingin memasuki toilet,tiba-tiba saja Rafli menarik masker ku yang membuat ku sontak terkaget dan langsung merebutnya kembali dari tangannya.


Dia menatap ku seolah olah sudah mencurigai ku kalau sebenarnya aku hanya berpura-pura flu untuk menutupi luka.


"Sudah ku duga kalau kamu gak flu. Jujur saja, ada apa dengan lukamu itu?" Tanya Rafli


"Gak papah,gua baik baik ajah. Ini cuma luka pas jatuh dari tangga kemarin" Jawab ku berbohong


Rafli yang tidak percaya langsung menarik tangan ku dan melipat naik lengan hoodie ku. Itu membuatnya yakin bahwa aku sedang berbohong.

__ADS_1


"Lu jatuh dari lantai berapa sampai lukanya sebanyak ini,lebam di mana mana. Jawab yang jujur, lu habis ngapain sampai luka luka gini?" Tanya Rafli menatap ku dengan ekspresi yang sedikit cemas tapi agak aneh.


"Udahlah,gapapa ko. Lepasin gua,gua mau ke toilet malah di hadang, gmn sih" Ucap ku menghindar.


Dia segera melepaskan tangan ku dan pergi meninggalkan ku,aku sedikit khawatir jika dia memberitahukan kepada semua orang di kelas nanti.


"Cakkra" Panggil Kyo


"Kak Kyo?,kakak ada perlu apa di gedung kelas satu? " Tanya ku


"Kebetulan tadi gua disuruh ngasih berkas ke bu Nirwa,btw gimana keadaan lu?" Tanya kyo


"Owh,yah lukanya agak perih sih tapi gapapa" Jawab ku


"Owh baguslah,oiyah tadi lu bicara sama siapa di luar?"


"Sama teman" Ucap ku


"Teman yang di depan pintu toilet dulu?" Tanya kyo


"Hem,lu gak ngerasa aneh gak sih sama dia?. Dari yang ku lihat, dia seperti ingin deketin lu?" Ucap Kyo sambil memegang dagunya.


"Yah mungkin dia cuma mau berteman doang." Ucap ku


"Lu terlalu positif thinking,gimana kalau sebenarnya dia pengen cari kelemahan lu. Setau gua dia kan anak yang masuk sekolah ini dengan nilai seleksi yang sama dengan nilai lu, iya gak?" Tanya Kyo


"Yah,emang dia" Jawab ku


"Gua saranin untuk waspada juga terhadap dia,bisa jadi dia sebenarnya mata mata dari pihak musuh" Bisik Kyo.


"Baik ka" Ucap ku


"Oiya,lu masih bisa berpartisipasi di perlombaan klub pas hari ulang tahun sekolah gak nih, kalau ga bisa biar gua pilihkan orang yang bisa ngegantiin lu" Tanya Kyo


"Bisa ko,ulang tahun sekolah kan masih ada sepuluh hari lagi, sedangkan perlombaan antar klub/organisasi nya masih ada delapan hari lagi setelah lomba antar kelas,jadi gua masih ada waktu sekitar dua hari untuk istirahat" Jawab ku

__ADS_1


"Yaudah deh, lu pulihin dulu diri lu. Kalau gitu gua balik ke kelas dulu" Ucap Kyo


"Iya"


Setelah ke toilet, aku langsung menuju ke kelas. Aku sedikit bingung kenapa yang lainnya diam saja, padahal setiap jam istirahat mereka semua akan sedikit ribut.


Aku melangkah menuju ke tempat duduk ku dan masih terus memperhatikan semuanya. Karna sedikit capek, jadinya aku menyandarkan kepalaku di tembok dan istirahat sejenak.


Aku begitu terkejut ketika membuka mataku,seketika semuanya berkumpul di depan dan dibelakang ku. Mereka mulai membuka masker ku dan melipat Lengan bajuku,sampai sampai mereka juga melipat sedikit bagian bawah celanaku untuk memeriksa keadaan ku.


Satu persatu teman ku bertanya kenapa di wajah,tangan, bahkan di kaki ku ada beberapa luka. Seketika aku merasa pusing dan ingatan ku di tempat menyeramkan itu kembali muncul, yang teman ku lakukan sekarang hampir mirip dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang berseragam putih dulu.


Untung saja Varro dan Vani datang tepat waktu dan menyuruh yang lainnya untuk berhenti mengganggu ku.


"Var, Cakkra ko bisa gini sih. Kenapa dia luka-luka kayak gini?" Tanya salah satu teman kelas ku


"Dia cuma jatuh dari tangga kemarin,tangganya agak tinggi jadinya kayak gini. Luka kayak gini mah masih kecil,kalian lebay banget sumpah!!" Bentak Varro


"Iya nih kalian,Cakkra lagi istirahat malah di ganggu." Ucap Vani


Semuanya langsung terdiam dan meminta maaf padaku,aku yang masih sedikit kaget hanya bisa terdiam karna trauma lama ku yang kembali lagi.


Varro dan Vani membawa ku ke UKS untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Sampai di sana, Vani juga mulai bertanya kepada Varro kenapa tubuh ku bisa luka luka. Varro yang tidak tau ingin berkata apa terpaksa jujur tentang yang sebenarnya terjadi.


Mendengar penjelasan Varro membuat Vani kesal dan berencana pergi menemui Kak Ciel. Tapi Varro menghentikan niatnya dan berkata kalau aku dan Kak Ciel sudah baikan serta perkelahian itu terjadi karna ulah ku,untung saja Vani mengerti dan kembali duduk.


"Varro ko Cakkra diam mulu sih daritadi,aku jadi khawatir" Tanya Vani


"Mungkin dia tidak suka dikerumuni kayak tadi, jadinya dia kayak orang yang lagi syok gini" Jawab Varro.


Setelah sedikit tenang akupun mulai kembali berbicara dan berkata bahwa aku baik baik saja. Karna tidak ingin ketinggalan pembelajaran lagi, aku pun membujuk mereka berdua agar mengizinkan ku mengikuti pembelajaran.


Untuk saja mereka mengiyakan nya, walaupun muka khawatir mereka tidak bisa bohong.


Saat sampai di kelas semuanya hampir saja mengerumuni ku lagi dan untuk saja Varro menghentikan mereka dan berkata untuk tidak melakukan hal yang seperti tadi lagi, serta berhenti mengerumuni ku.

__ADS_1


Semuanya mengangguk dan meminta maaf padaku,karna mereka tadi hanya khawatir padaku jadi aku menerima permintaan maaf mereka, dan semuanya kembali normal lagi.


__ADS_2