Faceted Love 1

Faceted Love 1
Bab 10. IFL eps 10


__ADS_3

"Semangat elleya.." ucap Elleya pelan setelah menutup pintu pagar rumahnya "doain mama yaa nak" ucapnya lagi memegang perutnya yang masih datar "jangan rewel yaa"


Tap tap tap


Langkah elleya terhenti saat handphonenya berdering, elleya merogoh sakunya mengambil handphonenya


Ia mengerutkan alisnya bingung menatap layar handphonenya "siapa?" gumamnya


Elleya menggeser panel hijau di layar handphonenya lalu menempelkannya di telinga ragu-ragu


"Haloo?" ucap elleya ragu-ragu


Tak berselang lama kemudian


"Dari sekian banyak perusahaan yg aku lamar, kenapa harus perusahaan itu yg menelfon?" gumam elleya lalu kembali berjalan pelan


.


.


"Jadi kamu yg namanya elleya?" tanya seorang pria berusia seperempat abad


"Iya pak.." jawab Elleya tersenyum


"Saya udah tau keadaan kamu dari aira, kamu sedang dalam proses perceraian sama suami kamu?" tanya rheiner


Elleya tersenyum paksa dan menganggukkan kepalanya ragu-ragu


"Kenapa cerai?" tanya rheiner lagi


"Hm? Mmhh.. Itu.. Masalah pribadi pak" jawab elleya ragu-ragu


"Hmm.. Kamu yakin kamu mau kerja disini?" tanya rheiner "aira bilang di bandung kamu kerja kantoran kan? Kamu yakin mau kerja jadi waiters disini?" tanya rheiner


"Iya pak, saya ga masalah kok"


"Aira bilang kamu juga lagi hamil, kamu yakin kamu mau kerja disini?"

__ADS_1


"Iyaa pak saya beneran yakin mau kerja disini" jawab elleya "saya udah ga punya orang tua dan saya juga punya adik yg masih sekolah dan butuh banyak biaya, belum lagi saya harus nabung buat lahiran, saya ga bisa hanya mengandalkan ayah dari anak yg saya kandung, dia bahkan ga peduli" ucap elleya "dan justru mumpung perut saya belum keliatan pak, lagian di luar sana juga banyak kok ibu hamil yg masih bekerja di usia kehamilan menjelang melahirkan, kalo mereka bisa masa saya enggak" ucap elleya


"Ga peduli?" batin rheiner menatap elleya "hmm kalo gitu kamu saya terima, saya suka sama semangat kamu" ucap rheiner "kapan mau mulai kerja?"


"Hari ini saya udah siap kok pak" jawab elleya


"Beneran semangat ya kamu" ucap rheiner tersenyum "ya udah kamu bisa langsung kerja hari ini, kamu belakang terus ganti baju kamu sama seragam di sini" ucap rheiner


"Terima kasih pak" ucap Elleya tersenyum "kalo gitu saya ke belakang ganti baju terus langsung kerja pak" ucap elleya bangun dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan rheiner


***


"Jadi dia bilang dia udah kerja di tempat lain?" tanya kenzoe


"Iya pak.." jawab salah satu karyawan kenzoe yg tengah berdiri berhadapan dengannya


"Dia menolak bekerja disini?" ucap kenzoe "huh?" kenzoe memalingkan wajahnya dan tersenyum sinis "kamu balik kerja lagi" ucap kenzoe lagi


"Dia jual mahal?" gumam kenzoe saat karyawannya sudah berbalik pergi dari ruangannya


Pukul 17.00


Kemarin Wanita itu mengejarnya dan sekarang, ia bahkan di abaikan olehnya


Tap


Tap


Tap


Kenzoe berjalan cepat keluar dari ruangannya, memasuki dan keluar dari lift lalu berjalan setengah berlari kearah parkiran


Kenzoe mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata


Hampir satu jam ia melawan macetnya ibu kota Jakarta, ia berbelok dan masuk ke dalam komplek perumahan harmoni


Kenzoe kini hanya berada beberapa meter dari kediaman elleya

__ADS_1


"Apa dia tak salah membeli rumah?" ucap kenzoe pelan saat melihat rumah di sekitaran elleya yg terbilang lumayan bagus sedang rumah yg di tempati elleya nampak biasa


Hampir 2 jam kenzoe berdiam diri, ia sama sekali tak melihat orang masuk atau keluar dari rumah tersebut


Tak berselang lama kemudian


Kenzoe melihat seorang wanita yg pernah menemuinya kemarin pagi tengah membuka pintu pagar rumahnya


Dengan cepat, kenzoe keluar dari mobilnya dan berjalan cepat menghampiri Elleya


Tap


Ia meraih pergelangan tangan elleya cepat


"Kamu lagi?" ucap elleya kaget saat melihat kenzoe "ngapain?" tanya elleya


"Kenapa tak datang ke kantorku hari ini?" tanya kenzoe


"Aku sudah punya pekerjaan, kau tak perlu mengasihani aku, aku tak perlu uangmu" ucap elleya melepaskan tangan kenzoe kasar


"Kita bicara" ucap kenzoe meraih pergelangan tangan elleya lagi dan menariknya pelan


"Tak ada yg perlu di bicarakan lagi, aku sudah terlanjur sakit hati dengan ucapanmu kemarin" ucap elleya melepas kasar lagi tangan kenzoe "pergi dan jangan pernah menampakkan diri lagi di hadapanku"


"Jangan menguji kesabaranku" ucap kenzoe "aku jauh-jauh datang kemari hanya untuk..."


"Aku tak pernah memintamu untuk menemui aku" sela elleya


"Ckk.. Wanita lain berebut untuk bertemu denganku dan kamu?"


"Aku bukan salah satu dari wanitamu, jadi pergilah.." ucap elleya "jangan pernah temui aku lagi"


"Kita harus bicara, katakan apa yg kau mau dan aku pasti akan memberikannya padamu"


"Cihh.. Itu lagi, sudah aku bilang aku tak butuh uangmu, kenapa kau begitu angkuh huh?" ucap elleya "aku lelah, pergi dan jangan bertemu satu sama lain lagi. Jika kita tak sengaja bertemu entah dimanapun itu, anggap saja kita tak pernah bertemu apalagi saling mengenal, paham?" ucap elleya berbalik dan masuk ke dalam rumahnya meninggalkan kenzoe


TBC

__ADS_1


Please like, comment dan jangan lupa di share yaa guys, vote juga loh biar aku tambah semangat bikin ceritanya


Terima kasih


__ADS_2