
"Cihh.. Apa artinya itu dia menolakku?" gumam kenzoe
Kenzoe berbalik dan kembali masuk ke dalam mobilnya
"Aku tidak akan pernah menyerah, kau menantangku huh? Lihat saja, kau akan jatuh ke pelukanku cepat atau lambat" ucapnya pelan
Kenzoe bersandar, merapatkan kedua tangannya di dada dan memejamkan matanya
Pukul 06.30
Kenzoe menggeliat meregangkan tubuhnya, ia membuka matanya perlahan
Arrghh
Rintihnya saat punggungnya terasa sakit
"Sial.. Wanita itu berhasil membuatku seperti orang tak waras"
Kenzoe lalu melihat ke arah rumah elleya, ia melihat seorang pria mengenakan seragam putih abu-abu keluar dari rumah tersebut
"Jadi itu adiknya.." ucap nya pelan
Satu setengah jam kemudian
Kenzoe terus mengawasi rumah tersebut, ia melihat elleya keluar dan mengunci pintu rumahnya, dengan cepat ia keluar dari mobilnya dan berjalan cepat menghampiri elleya
"Kamu lagi.." ucap elleya "aku sudah bilang jangan temui aku dan jangan menampakkan diri lagi di hadapanku, kenapa malah kesini lagi, kenapa kau keras kepala huh?"
"Kita harus bicara" ucap kenzoe
"Apalagi? Menawariku uang?" tanya elleya "sudah ku katakan aku tak butuh uangmu, kenapa kau tak mengerti? Aku tidak sama dengan para wanita mu.."
"Aku kemari karna kau mengandung anakku, aku hanya ingin anakku hidup dengan layak, bagaimanapun juga dia tetap darah dagingku"
"Kemarin saat aku mengatakannya kenapa kau tau mau mengakuinya huh? Kau malah mengatakan bahwa aku melakukannya dengan pria lain, kau malah menghargaiku dengan sejumlah uang, kau fikir aku tak sakit hati apa, sekarang pergilah, jangan temui aku"
"Aku akan bertanggung jawab, aku akan menikahimu, aku bukan tipe pria yg lari saat berbuat kesalahan"
"Apa?" tanya elleya kaget
"Aku akan menikahimu, tapi..."
__ADS_1
"Tapi?" sela elleya, ia memalingkan wajahnya dan tersenyum miris "tapi akan ada hitam di atas putih, itu maksudmu bukan?" tanya elleya
"Apa?" ucap kenzoe
"Kita menikah dan membuat kontrak, pertama aku tak boleh jatuh cinta, setelahnya aku harus mengikuti semua yg kau mau, dan setelahnya lagi kita berpisah dan anakku ikut bersamamu, sebagai imbalannya kau akan memberikan semua yg aku mau, itu yg kau maksud bukan?" tanya elleya "cihh.. Kau fikir kau siapa huh? Aku tak akan pernah mau melakukannya, aku tak akan pernah menjual anakku" ucap elleya lagi
"Apa yg kau fikirkan huh? Aku hanyaa..."
"Sudahlah.. Anggap kita tak pernah bertemu, seperti yg kita bicarakan malam itu saat pertama kali kita bertemu" ucap elleya berbalik dan pergi
Huh?
Kenzoe menghembuskan nafasnya kasar, apa yg di fikirkan wanita itu? Kenapa ia berfikir sejauh itu, ia melakukannya hanya karna ia ingin bertanggung jawab dengan kesalahan yg telah ia lakukan, karna pada malam itu, jelas ialah yg salah masuk kamar
"Elleya berhenti.." ucap kenzoe sedikit berteriak
Elleya menghentikan langkahnya "aihh.. Dia mengetahui namaku?" batin elleya, ia berbalik menatap kenzoe yg sudah satu langkah di hadapannya
"Aku menikahimu hanya karna aku akan bertanggung jawab. Itu saja" ucap kenzoe sepelan mungkin
"aku bilang pergi dan jangan ganggu aku lagi"
"Biar bagaimana pun bayi dalam kandunganmu itu adalah anakku, sudah kewajibanku untuk peduli padanya" ucap kenzoe
"Peduli?" ucap Elleya "jika kau peduli. Kemarin kau tak akan menghina aku, ucapanmu kemarin membuat hatiku sakit, aku tak sama seperti wanita-wanita di sekeliling mu"
Para ibu-ibu itu menghentikan langkahnya dan menyaksikan perdebatan antara kenzoe dan elleya, mereka berfikir mungkin mereka adalah pasangan suami istri yg tengah berdebat
"Iyaa aku minta maaf. Aku akui kemarin aku telah salah" ucap kenzoe meminta maaf, kita bicara sebentar" ucap kenzoe yg mulai sadar jika para ibu-ibu itu tengah memperhatikan mereka
"Tak perlu di bicarakan lagi, aku dan anakku tak butuh uangmu, sudah ku katakan aku bisa membesarkan anakmu yg sedang aku kandung ini dengan uangku sendiri"
"Elleya, mengertilah.." ucap kenzoe berbisik
"Kau yg harusnya mengerti, berhenti menggangguku, aku harus bekerja, anakmu yg masih dalam perutku juga butuh makan" tegas elleya
"Neng, ada baiknya kasih kesempatan buat suaminya, kayanya suami neng beneran nyesel" ucap salah satu ibu-ibu yg tadi memperhatikan mereka
Elleya dan kenzoe menatap kearah ibu-ibu yg sedang mengomentari perdebatan mereka
"Iya neng, masalah rumah tangga ada orang ketiga itu biasa, lagian suaminya udah nyesel kaya gitu" ucap ibu-ibu yg lain
__ADS_1
"Dulu suami saya juga gitu, pernah kepincut sama pelakor, tapi dia balik lagi sama saya. Ada baiknya di maafin apalagi neng nya lagi hamil, kasian neng sama bayinya, setidaknya pikirkan dia" ibu-ibu di sebelahnya ikut berkomentar
Elleya tersenyum canggung menatap ibu-ibu itu dan menatap pria di sampingnya dengan tatapan tajam
"Dimana mobilmu" gumam elleya
Kenzoe menatap kearah kanan melihat mobilnya, ia berjalan cepat kearah mobil kenzoe dan masuk ke dalamnya, menutup pintu mobil Kenzoe kasar
"Ibu hamil sensitif mas, sabar aja, bujuk dan jangan main mata lagi sama perempuan lain"
Kenzoe tersenyum canggung dan berjalan kearah mobilnya, masuk dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan normal
Hening
Elleya dan kenzoe tak mengeluarkan satu patah kata pun setelah perdebatan mereka yg menjadi bahan tontonan beberapa menit yg lalu
"Antarkan aku ke restauran Florest" ucap elleya akhirnya
"Kita harus..."
"Aku tidak mau membahasnya lagi" sela elleya
"Tapi..."
"Aku mohon" potongnya lagi "aku harus bekerja, dan biarkan pikiranku tenang untuk saat ini" ucap elleya
Kenzoe tak berkata lagi menjawab pertanyaan elleya, ia mengantarkan Elleya ke tempat dimana tadi elleya meminta untuk di antarkan
Satu jam kemudian
"Aku akan membicarakannya lagi denganmu setelah pikiranmu tenang nanti" ucap kenzoe saat elleya hendak turun membuka pintu mobilnya
"Terserah.." ucap elleya datar dan langsung keluar dari mobil kenzoe
"Keras kepala.. " ucap kenzoe pelan setelah elleya keluar dari pintu mobilnya, ia melihat elleya masuk ke restauran tersebut
Kenzoe memutar balik mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan normal
Ia menghembuskan nafasnya pelan saat mengingat perdebatan mereka satu jam yg lalu
Tbc
__ADS_1