
Esoknya
Rheiner berjalan pelan menghampiri Elleya yg tengah mengelap meja-meja
"Pagi-pagi gini kok udah dateng?" tanya rheiner saat melihat elleya datang setengah jam lebih cepat dari biasanya "karyawan lain aja belum dateng kok"
"Saya bosen pak di rumah, lemes juga kalo terus berdiam diri"
"Mungkin itu karna kamu lagi hamil, kakak saya juga dulu kaya gitu, dia dulu malah sering muntah-muntah, kalo kamu saya liat enggak yaa" ucap rheiner
"Iyaa, untungnya bayi saya ga rewel, dia ngertiin mamanya" ucap elleya tersenyum manis
Deg
Mendadak jantung rheiner berdetak tak menentu saat melihat elleya tersenyum
"Suami kamu gimana? Prosesnya udah ada kemajuan? Udah mau sidang atau gimana?" tanya rheiner
Elleya menelan ludahnya dan tersenyum canggung "hmm.. Itu.. Intinya saya udah ga mau ketemu dia lagi" ucap elleya ragu-ragu
"Kenapa? Kalian pisah karna apa?" tanya rheiner
"Masalah pribadi pak, saya ga mungkin ceritain" ucap elleya
"Hmm.." rheiner menganggukkan kepalanya mengerti "kalo kita lagi berdua kaya gini, kamu panggil saya rhei aja, jangan pake pak, kesannya saya udah tua banget, padahal umur kita cuma beda satu tahun"
"Kan saya karyawan pak" ucap elleya
"Gapapa, panggil nama aja, dan jangan terlalu formal, anggap saya temen kamu" ucap rheiner
Elleya tersenyum canggung dan mengangguk pelan
.
Tap
Tap
Tap
Ceklek
Kenzoe membuka pelan pintu mobilnya dan berjalan masuk ke restauran dimana Elleya bekerja
__ADS_1
Elleya terbelalak kaget saat melihat seorang pria yg hanya beberapa meter dari hadapannya tengah berjalan masuk ke dalam restauran dimana ia bekerja
"Sebentar yaa pak" ucap elleya
Tap
Tap
Tap
"Kamu ngapain disini?" ucap elleya menghampiri kenzoe
"Aku sudah bilang, kita perlu bicara" ucap kenzoe
"Enggak sekarang, aku lagi kerja" ucap elleya, ia menoleh menatap rheiner yg tengah memperhatikan mereka lalu kembali menatap kenzoe "pergi.. Kamu pulang" ucap elleya
"Aku ga mau pergi sebelum kita bicara, aku ga bisa tidur tenang.."
"Kita akan bicara tapi nanti" ucap elleya
"Enggak, sekarang, aku ingin masalah ini cepat selesai" ucap kenzoe meraih pergelangan tangan elleya
"Lepas.."
"Aku bilang lepas.."
"I say not.."
"Kenzoe lepas.." ucap elleya keras
"I say not.." ucapnya lagi menarik tangan elleya, elleya berusaha melepaskan tangannya yg tergenggam kuat
"Lepaskan tangannya" ucap rheiner tiba-tiba
Sontak kenzoe dan elleya menghentikan langkahnya dan menatap rheiner
"Lepaskan dia.. Kau tak melihat dia kesakitan?" ucap rheiner
"Ini urusanku dengan istriku, kau tak berhak untuk ikut campur" ucap kenzoe
"Istri?" ucap batin elleya, ia menatap kenzoe tak percaya
"Jadi dia suaminya" ucap batin rheiner "aku tau ini sama sekali tidak ada hubungannya denganku, tapi dia karyawanku dan dia sedang memakai seragam karyawan disini, itu artinya dia urusanku, apalagi kau berbuat seperti itu di tempatku" ucap kenzoe
__ADS_1
"Aku tak peduli" jawab kenzoe datar
"Kenzoe.. Ku mohon, pergilah, kita bicarakan masalah kita nanti" gumam elleya menatap kenzoe "aku bisa di pecat" gumamnya lagi
"Jika kau di pecat, aku bisa.."
"Pergi.." sela elleya "berapa kali aku mengatakan aku tak butuh uangmu" ucap elleya
"Lepaskan tangannya dan pergilah" ucap rheiner "kau memperlakukannya dengan sangat kasar, pantas jika dia ingin berpisah denganmu" ucap rheiner
"Kita bicarakan itu nanti" ucap kenzoe melepaskan tangan Elleya lalu berbalik pergi menuju mobilnya
"Kamu gapapa?" tanya rheiner saat melihat elleya memegang tangannya
"Enggak, saya gapapa pak" ucap elleya
"Jadi itu suami kamu?" tanya rheiner "saya ngerti sekarang kenapa kamu mau berpisah dengan dia, emang seharusnya kamu pisah sama dia, kasar kaya gitu" ucapnya lagi
Elleya tersenyum canggung menatap rheiner "maaf yaa pak, pagi-pagi gini saya bikin bapak ga nyaman" ucap elleya
"Ga masalah, saya ngerti kok gimana posisi kamu, kalo nanti kamu butuh bantuan kamu bisa hubungi saya, saya pasti bantuin kamu" ucap rheiner
Elleya kembali tersenyum "terima kasih juga karna tadi udah bantuin saya, kalo bapak ga datengin saya mungkin saat ini saya udah ikut sama dia" ucap elleya
"No problem, saya bilang saya ngerti posisi kamu, kamu pasti akan kesulitan kalo menghadapi dia sendirian tadi"
Elleya kembali menganggukkan kepalanya
"Terima kasih pak, lain kali saya ga akan buat kejadian seperti tadi lagi" ucap elleya
"Iyaa.. hmm dan iya, jangan terlalu formal kaya gitu" ucap rheiner "saya udah bilang kan, kalo kita lagi berdua kaya gini kamu jangan terlalu formal, panggil saya rheiner jangan pake bapak, telinga aku ga enak dengernya"
"Hmm? Mmhh.." elleya tersenyum paksa "iyaa.. Rhei.." ucapnya ragu-ragu
"Tuh kan enak di dengernya"
"Mmhh.. Aku balik ke belakang ya, nerusin kerjaan.." ucap Elleya
Rheiner menganggukkan kepalanya mengiyakan..
Elleya berbalik pergi dan kembali Mengerjakan pekerjaannya
Tbc
__ADS_1