Faceted Love 1

Faceted Love 1
Bab 22. IFL eps 22


__ADS_3

Ceklek


Elleya menutup rapat pintu kamarnya, ia menepuk pelan dadanya yg mulai berdetak tak menentu sejak saat pria itu menyentuh bibirnya, ia lalu berjalan menuruni tangga menuju dapur untuk menyiapkan makan malam untuk jonas


Tap tap tap


Elleya berjalan kearah kamar jonas dengan satu mangkuk bubur dan air putih hangat


Ceklek


"Eyang" ucap elleya tersenyum manis menatap jonas yg tengah terduduk di atas ranjang sembari menonton berita di televisi


"Elleya? Kamu disini?"


"Leya dari tadi disini kok, cuma kan tadi leya mandi dulu, terus makan dulu makanya baru sempet kesini, mama bilang eyang ga enak badan?" ucap elleya duduk di samping jonas


"Sakit bawaan umur, gapapa kok" jawab jonas tersenyum


"Eyang makan dulu yaa, mama bilang eyang belum makan"


"Eyang belum laper, simpen aja dulu"


"Tapi nanti keburu dingin, malah ga enak di makannya"


"Satu dua suap yaa?"


"Oke" ucap elleya menyatukan jari telunjuk dan jempolnya hingga berbentuk huruf O sembari mengedipkan mata kanannya "aaaa" elleya mengarahkan satu sendok bubur ke mulut jonas


"Daffa ga ikut?" tanya jonas


"Enggak, daffa nginep di rumah temennya" ucap elleya kembali mengarahkan satu sendok bubur ke mulut jonas lagi


"Nginep? Di rumah temennya? Temennya anak baik-baik kan? Bukan anak nakal yg suka main-main ga jelas kalo malem-malem"


"Baik kok eyang, temennya dimas anak baik-baik, dia juga sering kok nginep di rumah, dan ga ada yg perlu di khawatirin, mereka bahkan masuk 5 besar waktu ulangan tengah semester kemarin, yaa daffa emang urutan ke-5 sih, temennya ke-2"


"Daffa itu masih labil, dia baru mau menginjak masa remaja, jangan biarkan dia terlalu bebas, eyang takut daffa salah pergaulan, anak jakarta beda leya, eyang ga mau daffa sama kaya cucunya temen eyang, masuk pergaulan bebas, keluar masuk klub malam"


Elleya tersenyum menatap kakek dari suaminya itu, ia kembali menyuapi jonas lagi "eyang tenang aja, temennya daffa anak rumahan kok, bukan anak nakal yg suka keluar malem, tadi leya video call,an sama orang tuanya, mereka beneran di rumah ngerjain tugas bukan main-main keluar, lagian leya percaya sama daffa, dia emang agak tengil, jail tapi leya yakin dia bisa jaga diri"


"Syukurlah.. Sesuai perjanjian setelah 7 bulan kamu tinggal disini, dan eyang mau daffa juga tinggal disini yaa, biar dia ada yg urus, dan bilangin sama dia, setelah pulang sekolah kalo dia sendirian di rumah suruh dia kesini aja"


Elleya kembali tersenyum dan menyuapi lagi Jonas "iyaa nanti leya bilangin"


"Kamu tau? Kenzoe sama daffa bedanya jauh, daffa itu enak di ajak ngobrol, kalo kenzoe enggak"

__ADS_1


"Daffa emang tipe orang yg mudah banget beradaptasi, makanya dia langsung betah tinggal disini"


"Iyaa, eyang juga baru beberapa kali ketemu udah nyaman, ga kaya kenzoe, eyang malah ga pernah ngobrol lebih dari 10 menit sama dia"


"Dia tipe orang yg cuek, nyebelin, selalu bikin orang kesel" ucap elleya kembali menyuapi Jonas hingga bubur di mangkuk tak tersisa


"Kamu harus kuat ya sama dia, kalo dia bikin masalah kamu bales aja kalo dia balik marah jangan di tanggepin"


"Iyaa, leya pasti kuat-kuatin kok" ucap elleya tersenyum "karna buburnya udah habis, eyang istirahat yaa, biar besok pagi bisa sehatan"


"Habis? Ckk.. Kamu pinter yaa? Sengaja ajak ngobrol eyang"


"Itulah kelebihan leya" ucap elleya tersenyum manis menatap Jonas "minum dulu" ucap elleya lagi memberikan satu gelas air putih hangat pada jonas "eyang tidur yaa, leya keluar, good night" ucap elleya lalu mematikan televisi


"Night.." jawab Jonas merebahkan tubuhnya


***


Ceklek


Elleya masuk ke dalam kamar, ia melihat kenzoe sudah tertidur di atas ranjang, jantungnya mulai berdetak tak menentu lagi saat melihat kenzoe


Tap tap tap


Ia berjalan kearah ranjang untuk mengambil bantal lalu kembali berjalan kearah sofa, menyimpan bantal disana dan berbaring disana, elleya menatap langit-langit kamar dan memejamkan matanya tertidur


"Ckk.." decak kenzoe lalu beranjak turun dari kasur, ia berjalan kearah elleya, ia mengangkat tubuh elleya dan memindahkannya ke kasur dan menyelimutinya, ia lalu kembali berjalan kearah sofa dan berbaring disana dan tertidur


Dua jam kemudian


Elleya terbangun dari tidurnya karena tiba-tiba saja ia menginginkan sesuatu, ia mengerutkan alisnya saat ia terbangun berada di atas ranjang sedang pria itu tertidur di atas sofa, ia beranjak turun dari ranjang menghampiri kenzoe yg tertidur


"Keennn..." panggil elleya menepuk pelan lengan kenzoe membangunkan "keenn.." panggilnya lagi


"Hm.." jawab kenzoe


"Bangun dulu sebentar" ucap elleya


Kenzoe membuka matanya perlahan, bangun dari tidurnya dan terduduk "kenapa?" tanya kenzoe


"Pengen siomay sama sop buah" ucap elleya


Kenzoe melihat ke dinding kamarnya melihat jam, jarum pendek menunjuk ke angka 10 sedang jarum panjang menunjuk ke angka 3 "ini udah malem, mana ada tukang siomay yg masih jualan jam segini" ucap Kenzoe "besok aja, kamu tidur"


"Tapi aku pengen sekarang ken, aku pengen banget makan itu, lagian waktu itu mbok jul beli siomay jam 10an kan? Nah di sebelahnya ada tukang sop buah, siapa tau sekarang masih ada, kita coba liat aja dulu, aku pengen banget makan siomay sama sop buah"

__ADS_1


"Itu jam 9, kamu ga liat ini jam berapa? Ini udah jam 10, mana ada tukang siomay yg jualan sampe semalem ini, udahlah jangan aneh-aneh, besok lagi aja, ini udah malem"


"Tapi aku lagi pengen banget ken"


"Aku tau kamu lagi ngidam, tapi liat waktu juga elleya, ini udah malem, jangan aneh-aneh, kamu tidur, besok baru kita cari siomay sama sop buahnya" ucap Kenzoe mulai kesal


"Ken aku mohon, kita liat dulu, siapa tau ada"


"Elleya cukup yaa" ucap kenzoe sarkastis "aku ngerti kamu lagi ngidam tapi kamu harus liat waktu juga, ini jam berapa? Waktunya orang tidur bukan makan" ucap kenzoe dengan suara tinggi


Elleya menatap kenzoe tak percaya, ia berbalik tanpa menjawab perkataan kenzoe, ia kembali berbaring menyamping, satu tetes air mata berhasil keluar dari sudut matanya, ia menangis dengan sesegukan pelan


Kenzoe memejamkan matanya mulai sadar jika elleya tengah menangis, ia berjalan keluar dari kamar, menuruni tangga berjalan kearah dapur, kenzoe membuka kulkas dan mengambil beberapa buah-buahan dari dalam sana dan membuatkan sop buah untuk elleya


Tak berselang lama kemudian, kenzoe tersenyum menatap sop buah dalam mangkuk yg baru saja ia buat,untuk pertama kalinya ia membuatkan sesuatu dengan tangannya sendiri untuk seorang wanita, ia keluar dari dapur dan berjalan menaiki anak tangga


Ceklek


Ia berjalan kearah ranjang, menyimpan mangkuk di atas nakas dan melihat elleya yg berpura-pura memejamkan mata, ia berbaring di samping elleya, memeluk tubuh elleya dari arah belakang, sontak membuat elleya langsung membuka matanya


"Maaf.." ucap kenzoe mengelus perut elleya yg mulai terlihat membesar "papa tak bermaksud memarahimu" ucap kenzoe "jangan marah.."


Elleya diam tak menjawab apa yang kenzoe katakan, ia melihat tangan kenzoe yg melingkar di perutnya dan mengelusnya


"Bangun sebentar, aku membuatkan sop buah untukmu" ucap kenzoe bangun dari baringannya dan terduduk


Elleya ikut bangun dan duduk bersila menghadap kenzoe yg sudah tersenyum manis kearahnya dengan satu mangkuk sop buah di tangannya "taa-daaa" ucap Kenzoe


"Siomay nya mana?"


"Aku ga bisa bikin siomay, ini aja dulu, besok baru cari siomay" ucap Kenzoe


Elleya mengerucutkan bibirnya masih kesal, ia mengambil sop buah di tangan kenzoe dan memakannya "ga kerasa apa-apa" ucap elleya "kurang manis, susunya ga berasa" ucap elleya


"Ya aku kan ga bisa bikin, makan aja yg ada udah, yg penting kan sop buah"


"Ga mau" ucap Elleya memberikan mangku itu ke tangan kenzoe "ga enak, aku mau nya sop buah yg waktu itu mbok jul beli"


"Terserah!! Aku mau tidur" ucap Kenzoe menyimpan mangkuk di atas nakas dan beranjak turun dari ranjang berjalan kearah sofa, berbaring dan tertidur lagi


Elleya kembali berbaring dengan rasa kecewa, jarum pendek jam hampir menunjuk ke angka 11 sedang yg panjang ke angka 6 dan elleya masih terjaga, ia lalu bangun dan beranjak turun dari ranjang, memakai jaket mengambil dompet lalu keluar dari kamarnya menuruni tangga


Tap tap tap


"Satu langkah kamu berani keluar, jangan harap bisa masuk lagi"

__ADS_1


Tbc


__ADS_2