Faceted Love 1

Faceted Love 1
Bab 20. IFL eps 20


__ADS_3

"Nanti malem kita pulang ke rumah eyang yaa, mama tadi telfon, dia minta aku pulang" ucap Kenzoe sembari melajukan mobilnya dengan kecepatan normal


"Mama kenapa? Sakit? Atau eyang yg sakit?" tanya elleya


"Ga tau, mama cuma minta aku pulang malam ini bawa kamu, ada apanya aku ga tau, mama ga bilang apa-apa"


"Kok kamu bisa sesantai ini? Kamu ga khawatir?"


"Nada bicara mama pas ngomong juga santai kok, ga ada yg perlu di khawatirkan" ucap kenzoe "udah sampe, turun!"


"Cihh.." Elleya hendak keluar dari mobil kenzoe


"Heii.. Kamu melupakan sesuatu"


Elleya menoleh dan menatap pria di sampingnya "apa?" tanya elleya


Kenzoe mengulurkan tangan kanannya kearah elleya


"Harus?" tanya Elleya


"Iya! Harus!" jawab kenzoe


"Ckk.." elleya berdecak dan dengan terpaksa mencium punggung tangan kenzoe dan berbalik hendak keluar lagi namun dengan cepat Kenzoe meraih pergelangan tangan elleya "kenapa lagi?" tanya elleya


Kenzoe menundukkan kepalanya, memegang dan mengelus perut elleya "papa berangkat kerja dulu yaa, jangan nakal di perut mama" ucap Kenzoe


Elleya menelan ludahnya saat pria itu berbicara pada calon bayi dalam kandungannya, jantungnya bahkan mulai berdetak tak menentu saat pria itu menyentuh perutnya


"Kalo bisa jangan kerja yg terlalu berat, kamu minta yg ringan aja"


"Hm?" jawab elleya lalu berbalik


"Semangat.." ucap kenzoe


"Hm? Apa?" elleya menoleh menatap kenzoe lagi


"Semangat" ucap kenzoe tersenyum, mengepalkan tangannya menyemangati


Deg


Elleya menatap pria di hadapannya itu, ia mulai terpesona dengan pesona senyum Kenzoe "oke, thanks" ucap elleya lalu keluar dari mobil kenzoe, ia menundukkan kepalanya menatap Kenzoe "kamu juga, semangat" ucap elleya tersenyum


Kenzoe balik tersenyum dan menganggukan kepalanya lalu mulai melajukan mobilnya dan meninggalkan elleya, elleya berbalik dan masuk ke dalam reataurant dengan senyum terus terlukis di wajahnya


"Kenapa senyum-senyum kaya gitu?" tanya dimas yg tengah membereskan bahan-bahan makanan


"Enggak, biasa aja" jawab elleya berjalan kearah dimas dan membantu dimas


"Lagi manis-manis nya sama suami ya?" tanya dimas


Elleya tersenyum malu menatap temannya itu "apa sih"


"Keliatan dari muka kamu el, kamu lagi bahagia, kenapa? Suami kamu lagi memanjakan kamu?"


"Apa sih, enggak, udah ah jangan bahas dia, males!"

__ADS_1


"Yakin males? Kalo si psikopat itu..."


"Apa kamu bilang?" sela elleya memotong


"Si psikopat itu.."


"Hanya aku yg boleh panggil dia kaya gitu, orang lain ga boleh"


"Cieee..."


"Apa sih, udah ah aku mau kerja"


***


"Belum di jemput?" tanya rheiner saat melihat elleya tengah berdiri sendirian di depan restauran miliknya


"Iyaa pak" jawab elleya tersenyum canggung


"Mau bareng sama saya? Saya bisa anterin kamu sampe rumah" tawar rheiner


"Ga usah deh pak, saya nunggu aja, lagian malem ini saya pulang ke rumah mertua" jawab elleya


"Ya udah gapapa, saya bisa anterin kamu ke rumah mertua kamu"


"Enggak deh pak terima kasih, suami saya bisa marah, mertua saya juga bisa marah kalo saya di anterin sama pria lain, saya takut mereka malah jadi salah paham, saya nunggu aja, mungkin kena macet"


"Hm.. Oke, kalo gitu saya duluan" ucap rheiner


"Iyaa pak, sekali lagi terima kasih" ucap elleya tersenyum canggung


Rheiner berbalik dan berjalan ke arah parkiran menuju mobilnya, mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan normal dan meninggalkan elleya


"Mungkin kena macet di jalan"


"Mau bareng?" tawar tiara "kalo di anter dimas mungkin bisa salah paham, tapi kalo sama aku kan enggak" ucap tiara


"Enggak deh ra, kita kan beda arah, kalo nganterin aku nanti kamu bulak balik"


"Gapapa el, aku ga masalah kok"


"Enggak, kamu pulang aja, aku nunggu disini"


"Yakin?" tanya tiara


"Iya ra aku yakin" ucap elleya


"Ya udah, el, dim aku duluan ya" pamit tiara


"Iya hati-hati" ucap elleya dan dimas bersamaan, tiara mulai mengendarai sepeda motornya dan meninggalkan elleya dan dimas


"Udah di telfon?" tanya dimas


"Udah tapi ga di angkat"


"Kalo macet kayanya ga mungkin deh el, mungkin dia sibuk"

__ADS_1


"Ya udah lah gapapa, aku nunggu aja disini dim"


"Ya udah aku temenin"


"Gapapa?"


"Gapapa, lagian ini udah malem, masa iya aku tega ninggalin kamu sendirian disini"


"Thanks"


"Your welcome"


dimas teringat sesuatu, ia membuka tas kecilnya dan mengambil sesuatu dari dalam sana "ini, buat kamu" ucap dimas


"hm? ini apa?" tanya elleya


"itu lipstik el, masa kamu tau" ucap dimas tersenyum


"ckk, aku tau" jawab elleya


"itu lipstik baru kok, aku baru beli, tadinya lipstik itu buat istri aku cuma kita keburu pisah dan aku ga sempet kasih itu ke dia, aku beli sama parfum, tapi parfum nya di ambil tiara, kata dia, dia ga suka pake lipstik jadi dia ambil parfum" ucap dimas


"sweet yaa kamu, istri kamu bodoh atau gimana? ninggalin suami kaya kamu" ucap elleya


"Udah aku bilang, yg bodoh itu aku" ucap dimas tersenyum miris "Suami kamu orangnya gimana sih?" tanya dimas


"Hmm.. Gimana ya? Dia nyebelin, arrogant, ngeselin, selalu bikin aku darah tinggi, tapi kadang dia manis banget, kadang dia bersikap aneh yg ga bisa di tafsirkan, kadang dia juga dewasa" ucap Elleya menatap langit membayangkan wajah Kenzoe yg menyebalkan "hal yg aku suka dari dia, ketika dia berbicara serius, dia selalu bersikap kalau dia itu laki-laki yg bertanggung jawab"


"Itu yg membuat kamu jatuh hati sama dia? Iya kan?"


"Apa? Jatuh hati? Sama dia?"


"Iyalah, buktinya sekarang kami rujuk sama dia, kamu juga hamil anaknya dia"


Elleya tersenyum miris menatap dimas, andai saja pria di sampingnya itu tau yg sebenarnya, ia menikah dengan pria itu bukan atas dasar cinta


Ckkiittt


Sebuah mobil terhenti tepat di hadapan mereka "tuhh your prince udah jemput" ucap dimas tersenyum


"Apa sih"


Ceklek


Tap tap tap


Kenzoe keluar dari mobil dan berjalan menghampiri elleya dan dimas, ia menatap dimas tak suka


"Kok lama?" tanya elleya


"Aku baru selesai meeting, jadi telat" ucap kenzoe "ayo.." ucap kenzoe menggenggam pergelangan tangan elleya


"Sebentar.." ucap elleya "dim.. makasih yaa udah mau nemenin, besok aku traktir makan deh" ucap elleya tersenyum mania, kamu hati-hati yaa, byee.."


Dimas tersenyum membalas perkataan elleya, ia menyatukan jari telunjuk dan jempolnya hingga berbentuk huruf O, ia juga tersenyum dan mengangguk pelan pada kenzoe, yg di tatap malah memutar kedua bola matanya malas dan menarik pelan tangan elleya, membukakan pintu mobil untuk elleya dan mempersilakan elleya untuk masuk, ia kembali menatap dimas tak suka dan berjalan ke arah kursi pengemudi

__ADS_1


Dimas tersenyum lagi saat pria itu menatapnya, ia tahu suami dari temannya itu tak suka dan cemburu melihat elleya bersamanya tadi


Tbc


__ADS_2