Faceted Love 1

Faceted Love 1
Bab 2. IFL eps 2


__ADS_3

"Tapi disini aku yg di rugikan.."


"Kau fikir kau saja huh? Aku jauh lebih rugi!! Aku memberikan itu yg pertama kalinya untuk gadis yg tak ku kenali, jelas aku yg rugi.."


"Sudahlah.. Kita sama-sama rugi.." ucap elleya "anggap saja kita tak melakukan apapun semalam, ini hanya kesalahan dan selanjutnya jangan pernah bertemu lagi" ucap alleya"


"Okee.. Kau fikir aku mau bertemu denganmu huh?" ucap kenzoe


"Cihh.. Terserah.." ucap elleya "balikkan tubuhmu" ucap elleya lagi


"Huh? Apa?" tanya kenzoe


"Balikkan tubuhmu, aku mau mengenakan bajuku" ucap elleya


Kenzoe menghembuskan nafasnya kasar dan berbalik


Elleya menelan ludahnya saat melihat punggung kenzoe "sepertinya aku tak begitu rugi.. Dia cukup tampan.. Aargghh leya apa yg kau fikirkan.. Pakai bajumu dan pergi"


"Udah belum?" tanya kenzoe


"Sabar.." ucap elleyya turun dari ranjang dan mengambil bajunya yg berserakan di atas lantai "alkohol sialan.. Aku takkan meminummu lagi" gumam elleya mengambil bajunya dan langsung memakainya cepat


Ia mengambil tasnya di atas nakas dan berjalan ke arah pintu "aku pergi.. Selamat tinggal.." ucap elleya berjalan cepat keluar dari kamar tersebut


"Huh? Ckk.." kenzoe membuka sedikit selimut yg tadi menutupi tubuh wanita itu, ada bekas noda darah disana, ia juga melihat kearah lantai melihat baju-bajunya yg berserakan "apa aku terlalu ganas semalam?" batinnya


Ia menghempaskan tubuhnya kasar, ia masih tak percaya bahwa ia benar-benar melakukan itu untuk yg pertama kalinya dengan seorang wanita yg sama sekali ia tak kenali


Ia melihat kunci kamar yg tergeletak di atas nakas "damar.. Hotel macam apa ini?" ucap kenzoe melihat ke segala sudut kamar yg ia tempati


Ia berjalan kearah kamar mandi dan menyalakan shower, membasuh seluruh tubuhnya dengan air dingin


Tap tap tap


Kenzoe keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk yg menutupi bagian bawah tubuhnya lalu kembali mengenakan baju yg semalam ia pakai

__ADS_1


Ia merogoh saku celananya dan menemukan kunci yg sama di atas nakas tadi, ia memegang kunci itu dan melihat nomor yg tertulis disana no.68


Ia mengambil kunci yg berada di atas nakas, no.69, ia lantas langsung keluar dan melihat nomor yg tertera di depan pintu, no.69


Kenzoe mengacak-acak rambutnya frustasi, ia baru sadar bahwa ternyata yg salah masuk kamar itu dirinya, bukan wanita tadi


"Aku tetap tak bersalah.. Ini salah damar.. Iyaa salah damar.. Aarrghhh.."  ucapnya frustasi "biarlah.. Toh tidak akan bertemu lagi.. Aku juga sama ruginya.."


***


Elleyya menghempaskan tubuhnya kasar di atas ranjang dan menatap langit-langit, ia memegang perut lalu daerah kewanitaannya yg terasa sangat sakit


"Sepertinya aku memang melakukannya semalam.." ucap elleyya, air mata keluar dari sudut matanya


Ia bangun dan menatap foto yg berada di atas nakas, sepasang kekasih tersenyum manis kearah kamera


Elleyya tersenyum miris saat melihat foto itu, ia mengambil kardus berukuran medium di atas lemari lalu mengambil seluruh foto yg berkenaan dengan kekasihnya lalu memasukkannya ke dalam kardus tadi, ia memasukkan seluruh barang yg pernah abian berikan padanya termasuk jaket couple berwarna biru yg pernah ia dan abian kenakan saat bersama


Hiks hiks hiks


Hiks hiks hiks


Tok tok tok


Ceklek


"Yaa??"


"Ra?" ucap elleya melihat kearah pintu


"Kamu nangis lagi?" tanya aira menghampiri elleya yg tengah duduk di atas ranjang sembari menangis


"Sakit banget raa, kok dia tega sama aku" ucap elleya


Aira memeluk sahabatnya "sudahlah, dia tak pantas untukmu, jangan menangisi dia lagi, dia akan bahagia kalo liat kamu kaya gini, harusnya kamu bahagia, dia laki-laki brengsek, ga pantes buat perempuan baik kaya kamu.." ucap aira menenangkan

__ADS_1


"Apa aku terlalu bodoh ra? Sampe dia membohongi aku setahun ini?"


"Kamu ga bodoh, kamu terlalu baik makanya bisa kaya gini"


"Raa.. Aku bener-bener ga sanggup"


"Leyya.. Dengerin aku" ucap aira memegang kedua pundak elleya "dia yg bodoh dan bukan kamu, laki-laki di luar sana banyak, jangan menangisi dia, jadikan dia kenangan buruk dan kamu ga mau menengok dia lagi. Oke?" ucap aira


Elleya mengangguk lemah "aku pasti akan melupakan dia"


"Bagus.."


"Kok engga ke kantor ?" tanya elleya


"Kesiangan.." ucap aira menyeringai "Tadi aku mau ke hotel jemput kamu, tapi kamu udah ga ada, jadi aku kesini"


"Hotel? Jadi yg bawa aku ke hotel itu kamu?" tanya elleya


"Iyaa, abis aku bingung bawa kamu kemana, pager kost an kan tutup jam 12, hampir 2 jam aku nyari kamu semalem, aku nemuin kamu di pinggir jalan jam 1, aku bingung bawa kamu kemana, aku ga mungkin bawa kamu kerumah dalam keadaan mabuk, ayah sama bunda aku bisa marah, jadi aku bawa kamu ke hotel"


"Hmm.."


Jadi aira yg membawanya ke hotel? Terus laki-laki itu siapa? Kenapa bisa berada dalam satu kamar yg sama?


"Yaa? Leyya?" ucap aira mengibaskan tangannya di depan wajah elleyya


"Hmm?"


"Kenapa? Kok ngelamun?" tanya aira


Apa ia harus menceritakan kejadian semalam pada aira?


"Yaa? Leyya? Kenapa sih?"


"Enggak.. Gapapa.." jawab alleyya tersenyum

__ADS_1


Tbc


__ADS_2