
Flashback
Dhea hendak membuka pintu kamar mandi namun ia urungkan saat mendengar suara yg tak asing masuk ke dalam toilet dan hendak membicarakan sesuatu
"Hmm itu.. Aku.. Ngghh aku.. Hamil" ucap Elleya ragu-ragu
Dhea terperanjat kaget menutup mulutnya rapat saat mendengar elleya mengatakan bahwa dia tengah berbadan dua "abian? Mungkinkah? Ckk pria sialan, jadi kau melakukannya sebelum meninggalkan dia huh?" ucap batin dhea
"Bukan abian" ucap elleya pelan
"Apa? Bukan abian?" tanya aira
"Haihh.. Bukan abian? Lalu siapa? Cihh murahan" batinnya lagi, ia lantas langsung mengambil handphonenya dan merekam diam-diam percakapan antara elleya dan airaa
Ia menghentikan rekaman dalam handphonenya saat setelah dua orang wanita tadi keluar dari dalam toilet
Ceklek
Ia tersenyum sinis melihat kearah pintu "gadis malang murahan.. Akhirnya aku bisa membuatmu benar-benar terjatuh, dulu kamu mengambil abian dariku, lihat sekarang, pria itu berhasil aku dapatkan dan karirmu akan selesai"
Dhea lantas langsung keluar dari dalam toilet dan berjalan kembali ke meja kerjanya
Pukul 12.00
Dhea melihat elleya dan aira keluar dari ruangannya dan masuk ke dalam lift, ia lantas langsung berjalan ke salah satu ruangan, mengetuk pintu ruangan tersebut dan masuk ke dalamnya
Tak berselang lama kemudian, dhea keluar dari ruangan tersebut dengan senyum jahatnya "selesai.." ucapnya pelan
Flashback End
***
"Kenapa? Ada apa?" tanya aira saat melihat elleya datang dengan wajah mengkhawatirkan dan menenggelamkan wajahnya di atas meja
"Cilla mana?" tanya elleya karena hanya mendapati aira sendirian di dalam ruangan
"Dia keluar.. Kenapa?" tanya aira lagi
"Bulan depan aku harus resign" ucap elleya
"Huh? Kenapa?" tanya aira
__ADS_1
"Ada yg diem-diem rekam pembicaraan kita waktu di toilet, dia kasih rekaman itu dan bu dian tau kalo aku sekarang..."
"Siapa? Siapa yg ngasih rekaman itu?" tanya aira lagi
"Aku ga tau, kalo aku tanya juga bu dian ga bakal ngasih tau, percuma"
"Terus gimana?"
"Mungkin ini jawaban tuhan ra, Dia tidak mau aku menggugurkan anak ini, aku ga tau nanti aku harus gimana, aku bingung, entahlah" jawab elleya
***
Satu bulan kemudian
"Sekarang gimana?" tanya aira "kita udah berusaha cari pria itu tapi ga ada hasil sama sekali"
"Nyari orang yg bahkan kita ga tau namanya emang mustahil ra.. Udahlah, aku pasrah!! Biarin aja" ucap elleya
"Terus sekarang gimana? Perut kamu makin lama makin besar, kamu pasti sulit cari kerja, belum lagi omongan orang"
"Aku mau pindah ra, ke Jakarta, tetap tinggal di kota ini itu sama aja dengan aku mempermalukan diri aku sendiri, besok aku berangkat" ucap elleya
Tok tok tok
"Itu kok kaya suara.." elleya bangun dari duduknya dan berjalan ke arah pintu
Ceklek
"Daffa... Kok kamu kesini?" tanya elleya
Daffa tersenyum dan berjalan masuk
"Kamu kok bisa kesini? Sekolah kamu gimana?" tanya aira
"Ga gimana-gimana" jawab daffa
"Ya udah aku pulang dulu, besok pagi aku kesini lagi" pamit aira
"Hati-hati" ucap elleya
Aira berjalan keluar dari kamar kost elleya
__ADS_1
"Kamu kok ga bilang-bilang mau kesini?" tanya elleya duduk di atas ranjang dimana daffa terbaring
"Biar surprise.. Daffa juga ga betah sendirian kak" ucap daffa "oh iyaa.. Rumahnya udah ke jual, uangnya udah di transfer ke rekening kakak, kakak bisa check, daffa cuma ambil sedikit buat bayar tunggakan di sekolah, besok daffa cari sekolah baru yg deket-deket sini"
"Jangan dulu, besok kita pindah ke jakarta"
"Loh kenapa? Kakak di pindah tugas?" tanya daffa
"Kakak udah resign.."
"Kenapa kakak resign? Tau gitu kita ga usah jual rumah, kita bisa tinggal disana"
"Kita tetep harus pergi daf, kita ga mungkin tinggal di kota ini"
"Kenapa?" tanya daffa bingung
"Kakak hamil.."
"Apa? Hamil?" tanya daffa kaget bangun dari baringannya
"Iyaa daf.." ucap elleya tak berani menatap adiknya
"Daffa udah bilang kan. Abian bukan laki-laki bener, bener kan kata daffa"
"Bukan abian daf, kakak bahkan ga tau dia siapa"
"Apa? Maksud kakak gimana?" tanya daffa
Elleya mulai menceritakan semua yg terjadi dengannya pada daffa
"Besok kita ke jakarta, kita beli rumah sederhana disana dan mulai Kehidupan baru disana, maaf karna kakak bikin malu kamu"
"Gapapa kak, daffa ngerti kok" ucap daffa
"Kakak janji kakak bakal cepet dapet pekerjaan baru biar kamu bisa tetep kuliah nanti"
"Apa ga sebaiknya daffa kerja aja kak"
"Kamu tetep harus sekolah daf, kamu tetep harus kuliah, seperti yg ayah sama bunda sering bilang"
"Tapi kak, keadaannya beda sekarang"
__ADS_1
"Uang hasil jual rumah kan lumayan, kita beli yg kecil aja, sisanya buat kamu kuliah, untuk sehari-hari kakak pasti cepet dapet kerja lagi"
Tbc