Faceted Love 1

Faceted Love 1
Bab 5. IFL eps 5


__ADS_3

"Bunda gimana?" tanya elleya setelah sampai di depan pintu IGD


Daffa menggeleng cepat "Udah ga ada" ucapnya, matanya telah sembap karena menangis


"Maksud kamu?" tanya elleya


"Bunda udah ga ada" ucapnya lagi mulai menitikkan air mata


"Becanda kamu ga lucu daffa, bunda mana?" tanya Elleya keras


"Bunda udah ga ada kak, bunda ga ada" ucapnya lagi memeluk sang kakak


Elleya melepaskan pelukan daffa dan menerobos masuk, semua alat masih menempel di tubuh ibunya, namun tak menunjukan ada kehidupan disana


"Bundaa.... Ini leyaa, bunda bangun, jangan tinggalin leya bun, cuma bunda yg leya punya, leya mohon bunda bangun, leya janji leya akan sering pulang dan ga bakalan buat bunda nunggu lagi, bangun bun" ucap elleya terisak memeluk kepala ibunya


Seorang suster masuk menghampiri elleya dan melepaskan semua alat yg masih menempel pada tubuh ibunya


"Jangan sus, saya yakin bunda saya pasti bangun lagi, jangan di lepas" ucap elleya terisak

__ADS_1


"Tapi ini sudah saatnya di lepas"


"Bundaaa.. Bangun" ucap elleya menggoyangkan tubuh ibunya "bundaaaaa jangan pergi dulu, leya butuh bunda" ucap elleya


Daffa yg sudah berada di samping Elleya mengelus punggung elleya menguatkan, elleya menegakkan posisinya dan menatap sang adik


Daffa menggelengkan kepalanya dan menangis menatap sang kakak, Elleya memeluk daffa dan menangis histeris


***


Semua tamu sudah kembali ke rumahnya masing-masing setelah melayat, membantu elleya dan daffa menguburkan sang bunda


Kini hanya tinggal mereka berdua di dalam rumah, Elleya dan daffa duduk berdua di atas sofa, daffa bersandar di pundak sang kakak, air mata berhasil menerobos di sudut matanya


"Daffa berharap ini hanya mimpi, tapi nyatanya daffa ga bangun-bangun dari mimpi daffa" ucap daffa "padahal pagi kemarin daffa masih becanda sama bunda, daffa sempet jailin bunda, pas sadar di jailin bunda ga marah, dia malah cium pipi daffa" ucap daffa menahan sesak di dadanya "kak leya tau gak, daffa sering banget cemburu sama kak leya, bunda sering banget puji kak leya, bunda selalu cerewet dan bilang daffa harus kaya kak leya sampe daffa sering banget bentak bunda, sekarang daffa nyesel kak, bunda pasti sakit hati banget sama daffa"


"Kakak juga sering buat bunda kesel, bikin bunda kecewa karna kakak ga pernah pulang, padahal bunda pasti pengen banget kita kumpul" ucap elleya menitikkan air matanya


"Sekarang bunda udah ga ada, daffa merasa separuh hidup daffa hilang kak, sakit banget rasanya"

__ADS_1


Elleya mengelus lengan daffa menguatkan lagi "sekarang bunda udah bahagia. Dia ketemu sama ayah, mereka pasti lagi happy-happy sekarang" ucap Elleya "Kemarin pas kakak mau pulang bunda sehat, dia gapapa, dia mengeluh sakit sama kamu?" tanya elleya


"Daffa ga tau, daffa liat bunda sehat-sehat aja kok kak, pas daffa pulang sekolah, daffa liat bunda lagi tidur di kamarnya, daffa fikir bunda tidur, daffa ke dapur tapi ga ada makanan, daffa bingung terus nyamperin bunda, daffa bangunin tapi ga bangun-bangun, pas di bawa ke rumah sakit dokter bilang bunda kena serangan jantung" jawab daffa "kak?" panggilnya


"Hmm.."


"Kak leya ga usah balik lagi ke kota ya, kakak di sini aja, daffa ga mau sendirian kak, kakak bisa kerja di sini, udah banyak pabrik kok kak, kakak bisa ngelamar sebagai staff nya"


"Tapi gajinya ga bakal cukup daf, cuma cukup buat hidup kita aja" ucap elleya "tahun depan kamu udah ujian akhir, akan ada banyak pengeluaran, belum lagi untuk les terus kakak juga harus nabung buat kamu kuliah"


"Daffa berhenti sekolah aja kak, daffa bisa cari kerja, jadi kuli juga gapapa, yg penting sama kakak, daffa ga mau di sini sendirian"


"Kamu harus tetep sekolah, kamu harus kuliah"


"Tapi kak, kuliah juga butuh uang banyak dan daffa ga mau sendirian" ucap daffa "atau kita jual aja rumah ini kak, daffa ikut kakak ke kota, uangnya untuk biaya masuk ke sekolah baru, sisanya kita beli rumah kecil disana, nanti daffa bisa cari kerja sambilan buat nambah-nambah penghasilan kita"


"Tapi ini satu-satunya peninggalan ayah sama bunda daf"


"Tapi kita ga punya cara lain kak, daffa mau ikut sama kakak"

__ADS_1


"Ya udah, kita jual rumah, dan kamu ikut sama kakak tapi kamu ga boleh kerja, kamu tetep fokus sama sekolah kamu


Tbc


__ADS_2