Faceted Love 1

Faceted Love 1
Bab 15. IFL eps 15


__ADS_3

"Jangan lupa minta izin, jam dua aku jemput" ucap kenzoe saat elleya hendak turun dari mobilnya


"Hmm.." jawab Elleya lalu turun dari mobil kenzoe


"Balikkan wajahmu please.. Menolehlah. Tatap aku.." gumam kenzoe setelah Elleya keluar dari mobilnya "please.. Menolehlah" gumamnya lagi, namun Elleya masih tetap berjalan lurus tanpa berbalik menoleh kearahnya


"Ahh sial.." ucap Kenzoe lalu melajukan mobilnya


Tap


Tap


Tap


Elleya berbalik menatap mobil kenzoe setelah mendengar suara mesin mobil, ia melihat mobil itu berbelok hingga tak terlihat lagi


"Psikopat arrogant" gumam Elleya


"Siapa?" tanya dimas tiba-tiba "suami kamu yaa?" tanyanya lagi


"Hm?"


"Ga baik mengumpat suami kaya gitu.."  ucap dimas lagi


"Dia pantes" jawab elleya


"Biar bagaimana pun di tetep suami kamu, ayah dari anak yg kamu kandung, ga baik mengumpat kaya gitu"


"Hmm.."


"Kalian rujuk? Atau gimana?" tanya dimas


"Hm? Mmhh... Kayanya iya" jawab elleya ragu-ragu "rujuk? Menikah saja belum" ucap batin elleya


"Bagus, masalah dalam rumah tangga itu biasa el, masalah kecil bisa jadi besar kalo dua-duanya sama-sama keras, aku juga dulu sama mantan istriku gitu, masalah kecil di besar-besarin, ujungnya apa? Pisah.. Dan kamu tau? Dia bilang kalo dia menyesali semuanya, jangan sampe kamu juga menyesal nantinya, apalagi kamu lagi hamil, jangan egois, pikirkan anak kamu juga"


Elleya tersenyum menatap dimas, jika saja ia tak sedang mengandung dan tak harus menikah dengan pria psikopat arrogant itu, ia pasti sudah menjatuhkan hati pada pria di sampingnya


"Mantan istri kamu bodoh atau gimana sih? Kok dia bisa ninggalin kamu?" tanya Elleya


"Dia ga bodoh, yang bodoh itu aku karna mau sama dia" ucap dimas tertawa pelan "udah.. Kita kerja atau pak rhei marah-marah nanti" ucap dimas berbalik dan berjalan pelan


"Emang dia pernah marah? Muka adem kaya gitu masa iya?" ucap elleya mengikuti dimas


"Tampangnya emang adem, tapi kalo udah marah.. Ckk.. Nyeremin"

__ADS_1


"Jangan keras-keras nanti dia denger" ucap elleya pelan


***


"Duluan yaa.." pamit elleya pada dimas yg tengah membersihkan meja depan


"Iyaa hati-hati" jawab dimas dan tersenyum


"Yg bener kerjanya, jangan banyak ngelamunin aku" ucap Elleya tersenyum manis pada rekannya itu


"Aku bukan pebinor, ngapain mikirin istri orang" jawab dimas


"Hmm.. Mungkin aja kan" ucap elleya tersenyum lagi "duluan yaa, daahh" ucap elleya menepuk pelan bahu dimas, berjalan meninggalkan dimas dan menghampiri mobil kenzoe


"Iyaa.. Hati-hati" ucap dimas lagi setengah berteriak


.


.


Kenzoe memarkirkan mobilnya di sebrang restauran dimana elleya bekerja, dari jauh ia melihat wanita yg tak lama lagi akan menjadi istrinya itu tengah berbincang dengan seorang pria


Ia memalingkan wajahnya tak suka saat melihat elleya dan pria itu beradu senyum "so cantik.. So manis" gumam kenzoe


Kenzoe kembali melihat kearah elleya lagi, wanita itu bersikap sangat ramah dengan rekan satu kerjanya, ia menggertakkan giginya kesal saat elleya tersenyum lagi dan memegang bahu pria itu


Tap


Tap


Tap


Elleya berjalan kearahnya, menyeberangi jalanan dan masuk ke dalam mobilnya


Seperti biasa, suasana kembali hening, wanita yg tadi berbicara ramah pada temannya itu berubah dingin


"Belum ada sebulan di jakarta kamu udah menang banyak yaa.." ucap kenzoe menatap lurus jalanan


"Hm?" jawab elleya mengerutkan alisnya bingung menatap kenzoe "maksudnya?" tanya elleya


"Cihh.." kenzoe mendecih "lupakan!!" ucap kenzoe "pura-pura ga ngerti lagi." gumam kenzoe


Elleya memutar kedua bola matanya malas dan melihat jalanan di sampingnya yg begitu ramai


.

__ADS_1


.


"Keluar sendiri.. Jangan harap di bukain pintu" ucap kenzoe "kamu bukan putri raja" ucapnya lagi lalu keluar dari mobilnya


"Cih.. Psikopat.." ucap elleya lalu keluar dari mobil, ia mengikuti kenzoe dari belakang


"Anaknya bu tria yaa?" ucap seorang pria dengan gaya khas seorang perempuan


Kenzoe mengangguk pelan "iyaa" jawabnya


"Buat mas nya nanti ikut sama saya, nah buat mbaknya, Saya udah siapin gaun buat mbak nya, ikutin temen saya yaa" ucapnya lagi memanggil karyawan lain, seorang perempuan yg tadi sibuk sendirian akhirnya datang menghampiri Mereka "gaun yg kemarin kamu kasih ke mbaknya, biar dia coba"


10 menit kemudian


Kenzoe menatap diri dalam cermin setelah selesai memakai jas berwarna silver


"Gimana? Ada yg kegedean ga? Pinggangnya mau di kecilin atau gimana?"


"Enggak, udah pas, jangan di ubah" ucap kenzoe


"Ya udah, mas nya tunggu di sini, saya ke dalem dulu bantuin calon istrinya"


Kenzoe mengangguk mengiyakan, ia duduk di kursi panjang sembari memainkan handphonenya


Tak berselang lama kemudian


"Gimana mas? Bagus ga? Mas nya suka ga sama gaun yg di pake mbaknya?"


"Bagus.." ucap kenzoe masih fokus pada layar handphonenya


Elleya mendengus kesal "setidaknya tatap aku lebih dulu" ucap elleya


"Iyaa baa....gus" ucap kenzoe terpesona saat melihat wanita dengan gaun berwarna silver itu nampak begitu anggun dengan gaun yg ia kenakan


"Mas suka sama gaunnya?"


"..." tak ada jawaban, kenzoe masih menatap elleya dalam hening


"mas gimana? suka enggak?" tanyanya lagi


"Iya saya suka" jawab kenzoe masih menatap elleya terpana


"Udah yaa.. Ganti, mata dia bisa keluar nanti" ucap elleya berbalik


Kenzoe menelan ludahnya saat elleya mengatakan satu kalimat tadi, ia kembali menatap layar handphonenya berpura-pura memainkannya

__ADS_1


"Kok bisa dia cantik kaya gitu yaa" ucap batin kenzoe


Tbc


__ADS_2