
Pukul 21.00
Kenzoe menatap lekat wajah elleya yg tertidur pulas, panas di tubuh elleya memang sudah tak lagi seperti tadi pagi tapi ia masih merasa cemas, entah mengapa ia malah tak ingin berada jauh dari elleya
Kenzoe berbaring di samping elleya, ia terus mengecek suhu tubuh elleya satu jam sekali hanya untuk memastikan jika demamnya sudah turun, ia lalu mengangkat kepala elleya pelan dan merentangkan tangan kanannya dan membiarkan kepala elleya kembali terbaring di lengannya, kenzoe memeluk tubuh elleya yg masih terasa hangat, ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh elleya lalu terpejam tertidur
.
Tok tok tok
Ceklek
Tria berjalan pelan masuk ke dalam kenzoe saat ketukan pintunya tak kunjung juga terbuka, ia tersenyum kala melihat kenzoe dan elleya tertidur sembari berpelukan
Tap tap tap
"Dulu ga mau sekarang malah nempel" gumam tria pelan, ia lalu berjalan pelan menghampiri ranjang dan menyentuh wajah elleya pelan mengecek suhu tubuh elleya "demamnya turun" ucap tria pelan "ken... ken..." panggil tria pelan sembari menepuk lengan kenzoe membangunkan
Kenzoe memerjapkan matanya saat seseorang membangunkannya "mamaa? Kok disini?" tanya kenzoe sembari mengangkat pelan tangan kanannya yg sejak semalam menjadi bantal untuk elleya, elleya yg terganggu saat lengan kenzoe terangkat malah memeluk tubuh kenzoe dan bersandar di dada kenzoe mencari tempat yg nyaman
"Udah jam 8, sarapan dulu, istri kamu harus minum obat" ucap tria
Kenzoe mengangguk pelan mengiyakan perkataan tria "nanti kita turun" ucap kenzoe
"Ya udah mama keluar dulu" ucap tria berbalik pergi meninggalkan kamar kenzoe
"Elleya..." panggil kenzoe menepuk pelan pipi elleya membangunkan
Elleya memerjapkan matanya pelan, ia terbangun dan kaget saat ia terbangun dengan posisi memeluk tubuh kenzoe "Ehh...." ucap elleya menjauhkan diri "apa?" tanya elleya
"Cuci muka, gosok gigi terus sarapan, kamu harus minum obat" ucap kenzoe
"Nanti aja aku males ke kamar mandi" jawab elleya kembali memejamkan mata "ehh aku belum izin hari ini, handphone aku mana?" ucap elleya membuka matanya lagi saat teringat jika ia belum izin sakit pada bos nya
"Nanti biar aku yg izinin, sekarang ke kamar mandi dulu sana"
"Nanti aja lah, males!! Lagian aku udah agak enakan kok" ucap elleya
Kenzoe beranjak turun dari ranjangnya dan berjalan ke arah dimana elleya terbaring, ia mengangkat tubuh elleya dan berjalan ke arah kamar mandi
"Kamu mau ngapain?" tanya elleya kaget saat kenzoe mengangkat tubuhnya lalu mendudukkannya di atas closet duduk kamar mandi
"Aku harus ngantor hari ini, tapi aku ga mungkin pergi sebelum kamu sarapan trus minum obatnya dulu" ucap kenzoe mengambil sikat gigi
"Aku pasti minum obatnya, tapi nanti"
"Nanti... Nanti... ujung-ujungnya lupa" ucap kenzoe "buka mulut kamu" ucap kenzoe
"Mau ngapain?" tanya elleya bingung
"Gosok gigi" ucap kenzoe
"Aku bisa sendiri, mana sini sikat giginya" ucap elleya
__ADS_1
"Lama... cepet buka mulut kamu" ucap Kenzoe lagi
Dengan ragu-ragu elleya membuka mulutnya dan membiarkan kenzoe menggosok giginya
"Iiii...." ucap kenzoe mengarahkan, elleya mengikuti apa yg kenzoe arahkan, ia menatap lekat wajah pria di hadapannya, ini kali pertama seorang pria memperlakukannya dengan sangat istimewa, dulu saat masih bersama abian, abian tak pernah memperlakukannya seperti ini jika sedang sakit, abian malah tak pernah menengoknya sama sekali
"Nih kumur-kumur" ucap kenzoe lagi memberikan satu gelas air bersih pada elleya
Elleya mengambil air dalam gelas di tangan kenzoe dan berkumur membersihkan mulutnya
"Sekarang cuci muka terus ganti baju, aku mau mandi dulu" ucap kenzoe
Elleya bangun dari duduknya dan mencuci wajahnya
"Bisa jalan ga? Masih pusing enggak?" tanya kenzoe
"Enggak" jawab elleya lalu berjalan keluar dari kamar mandi, ia tersenyum, ia merasa sangat bahagia dengan apa yg kenzoe lakukan tadi
.
.
"Jangan di iket" ucap kenzoe saat setelah keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dan handuk di pinggangnya, ia melihat elleya tengah bercermin hendak mengikat rambutnya
"Kenapa?" tanya elleya
"Gapapa, biar leher kamu anget aja kalo di gerai" ucap kenzoe merapikan rambut elleya
Deg
"Lagian kamu lebih cantik kalo rambut kamu di gerai" ucap kenzoe lalu berdiri di sampingnya, pria itu menyemprotkan sesuatu di wajah dan menepuk pelan wajahnya, lalu setelahnya ia merapikan rambutnya yg basah dengan jari jemarinya
Elleya menatap kenzoe terpesona, pantas jika banyak wanita yg menempel tanpa di minta, pria itu memang terlihat sangat tampan
"Kenapa liatin nya kaya gitu?" tanya kenzoe
"Enggak, siapa juga yg liatin kamu" ucap elleya "aku turun duluan, aku tunggu di bawah aja, lagian kamu juga mau pake baju kan" ucap elleya berbalik pergi keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga menuju dapur
"Pagi maa" sapa elleya "eyang mana? Masih sakit?" tanya elleya duduk di kursi biasa ia duduk
"Eyang baru aja beres makan, dia di kamar" ucap tria "kamu gimana? Udah enakan?" tanya tria
"Iyaa udah enakan kok ma" jawab elleya
"Ken mana?" tanya tria
"Baru beres mandi, lagi pake baju" jawab elleya
"Ya udah kamu sarapan dulu, banyakin makan sayur biar cucu mama makin sehat" ucap tria "kamu kapan mau check up kandungan?" tanya tria
"Ga tau, leya belum pernah ke dokter check kandungan" ucap elleya menyeringai
"Loh kok belum pernah?" tanya tria
__ADS_1
"Leya ga tau, ga ngerti dan ga pernah ke dokter juga, pas pertama kali tau hamil leya cuma pake test pack doang, ga pernah ke dokter" ucap elleya
"Kamu tuh gimana sih? Ya udah besok kita ke dokter ya, hari ini mama ga bisa, harus belanja bulanan dulu, isi kulkas udah kosong"
Elleya tersenyum menyeringai menatap ibu mertuanya
Tap tap tap
"Morning mam" sapa kenzoe lalu duduk di samping elleya
"Kamu ini suaminya elleya atau bukan sih? Masa istri kamu hamil tapi dia belum pernah check kandungan sama sekali, kamu jadi laki-laki tanggung jawab sedikit kenapa" ucap tria menceramahi putranya
"Ken kan ga ngerti ma" ucap kenzoe "lagian kok kamu ga bilang?" tanya kenzoe
"Ya aku juga ga ngerti, ini kan pertama kali aku hamil"
"Ya udah nanti sore kita check, udah? masalah selesai kan?"
"Ga usah, biar mama aja yg anterin besok, lagian mama juga pengen tau cucu mama laki-laki atau perempuan"
"Laki-laki atau perempuan sama aja" ucap kenzoe mengambil nasi dan menyendokkannya di piring "yg penting baby sama mommy nya sehat aja itu udah cukup kok" jawab kenzoe
Elleya kembali tersenyum menatap kenzoe yg berada di sampingnya, kali ini ia mulai tersanjung, terpesona, terharu dan banyak kata yg tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata atas perlakuan yg kenzoe berikan
***
"Maa leya pulang yaa" ucap elleya menghampiri tria yg tengah terduduk santai di ruang keluarga sembari menonton televisi
"Pulang? Kenapa? Kamu kan masih sakit" ucap tria
"Leya udah sehat kok maa" ucap elleya
"Terus kenapa mau pulang? Di rumah juga ga ada siapa-siapa kan? Daffa masih sekolah jam segini, ngapain pulang?" tanya tria lagi
"Pengen pulang aja, sekalian jalan-jalan, leya bosen di rumah"
"Enggak, jangan!! Kalo mau jalan-jalan, keluar rumah atau mau pulang tunggu ken pulang" ucap tria
"Ken kan pulangnya sore, lama maa, leya bisa pulang sendiri kok"
"Mamaa ga ijinin kamu pulang, di rumah kamu sendirian leya, atau gini aja deh, kalo kamu bosen kamu main aja ke kantornya ken"
"Hm? Ngapain?"
"Katanya bosen, ya jalan-jalan aja, kamu liat-liat kantornya ken"
"Boleh emang?" tanya elleya
"Ya boleh lah" ucap kenzoe "kamu minta anter supir aja sana"
"Kalo ken marah gimana?"
"Bilang sama mama, dia ga bakalan berani" ucap tria
__ADS_1
Tbc