Faceted Love 1

Faceted Love 1
Bab 14. IFL eps 14


__ADS_3

"Jadi kamu beneran hamil anaknya ken?" tanya tria


Elleya menganggukkan kepalanya cepat mengiyakan perkataan tria


"Kenapa kamu bisa ga yakin kalo elleya bukan mengandung anak kamu?" tanyanya menatap sang putra "kenapa kamu menuduh dia melakukan dengan pria lain? Padahal kamu sendiri lihat kalo waktu itu kamu melihatnya dengan betul kalo dia masih virgin"


"Ken shock waktu itu maa, mama pikir aja. Seorang wanita datang dan tiba-tiba ngaku hamil anaknya ken, ken fikir dia pasti mau memanfaatkan keadaan"


"Tapi ga sepantasnya kamu mengatakan itu pada seorang wanita" kata Jonas ikut bersuara "siapa pun pasti akan marah jika di perlakukan seperti itu ken" ucapnya lagi


"Apa yg eyang katakan bener, coba kalo kamu ada di posisi elleya gimana? Kehormatan dia kamu ambil, terus dia hamil, saat dia mengatakan dia hamil pada pria yg menghamilinya tapi malah di hina, kalo mama di posisi dia mama udah pasti laporin kamu ke polisi" ucap tria


"Intinya, jalan keluar dari masalah ini, kalian harus nikah" ucap Jonas "bayi dalam kandungan elleya ga berdosa, dia butuh ayah dan ibunya saat di lahir nanti"


"Mama setuju sama apa yg eyang kamu bilang, kalian harus menikah" ucap tria "terus orang tua kamu gimana?" tanyanya menatap elleya


"Ayah saya sudah meninggal waktu saya masih kuliah, terus bunda saya baru aja meninggal, saya tinggal berdua sama adik saya" ucap elleya "dan saya juga ga punya apa-apa, saya sama sekali ga ada maksud untuk memanfaatkan kenzoe, jadi ga masalah kalo kenzoe tidak mau bertanggung jawab, saya sama sekali ga masalah, lagian orang-orang juga berpikir kalo saya sedang dalam proses berpisah dengan kenzoe, orang-orang ga bakal hina saya dan anak saya nanti"


"Tante ga masalah kamu punya sesuatu atau enggak, kita ga pernah berfikir kamu memanfaatkan keadaan kok, tante percaya kamu perempuan baik-baik"


"Iyaa, toh bayi dalam kandungan kamu itu cicit eyang kan, eyang udah lama pengen punya cicit tapi ken selalu pergi tanpa kata tiap kita bahas pernikahan"


"Besok kita atur pernikahan kalian" ucap tria


"Jika kenzoe punya syarat untuk pernikahan ini, Elleya juga punya syarat"


Deg


Sontak kenzoe langsung menatap elleya


"Syarat? Kamu kasih syarat apa?" tanya tria menatap putranya


"Hm?"


"Tante tenang aja, syaratnya ga masalah kok buat elleya, elleya setuju sama syarat yg dia ajuin tapi elleya juga punya syarat"

__ADS_1


"Syarat apa?" tanya jonas


"Elleya punya adik, dan dia ga mau tinggal sendirian, jadi elleya ga bisa tinggal di sini setelah pernikahan nanti, kalo mau kenzoe harus tinggal di rumah yg elleya tempatin sekarang"


"Kau gila?" ucap kenzoe "rumahmu kecil, mana mungkin aku tinggal di sana"


"Setuju, tante ga masalah sama syarat kamu" ucap tria


"Maa.." protes kenzoe


"Eyang juga setuju, anggap aja kamu belajar bagaimana di posisi mereka yg hidup sederhana" ucapnya lagi


"Ckk.."


"Syarat kedua, elleya tidak mau kenzoe mengatur hidup elleya, elleya di bolehkan dan di bebaskan untuk bekerja"


"Tapi kamu lagi hamil" ucap tria


"Terus kenapa? Hamil ga harus jadi pemalas kan?" ucap elleya "di luar sana banyak kok ibu-ibu hamil yg masih tetap kerja padahal perut mereka udah besar, kalo mereka bisa kenapa leya ga bisa"


"Elleya tetap kerja di tempat yg sekarang"


"Loh kenapa?" tanya Jonas


"Kalo kerja di kantor kenzoe, itu sama dengan memanfaatkan kan? Lagian Elleya udah nyaman di tempat kerja yg sekarang"


"Ya udahlah deal.. No problem" ucap kenzoe


"Ken.. Dia hamil masa dia kerja sebagai waiters"


"Itu mau nya dia" jawab kenzoe


"Kalo dua syarat itu di setujui, elleya mau nikah sama dia" ucapnya menatap pria yg duduk di sampingnya


"Okee.. Tapi setelah 7 bulan kamu berhenti kerja, mau tidak mau pokoknya harus" ucap Jonas

__ADS_1


Elleya mengangguk pelan mengiyakan


"Besok kita mulai atur pernikahannya, malam ini kamu nginep disini aja" ucap Jonas


"Maaf eyang, elleya harus pulang, adik elleya pasti khawatir di rumah"


"Ken, antar elleya pulang, pastikan dia masuk ke rumahnya dengan selamat baru kamu boleh pulang" ucap Jonas


***


"Sebisa mungkin jangan pernah jatuh cinta padaku nanti atau kau akan terus menangisiku karna patah hati" ucap kenzoe sembari mengendarai mobilnya


"Jangan harap!! Suka saja tak pernah aku bayangkan sama sekali apalagi jatuh cinta, kau sama sekali bukan tipeku" ucap elleya


"Sekarang masih belum, tapi nanti? Aku yakin cepat atau lambat kau akan jatuh cinta padaku dan menangis karna terluka"


"Bermimpilah sebelum terbangun, aku tak mungkin jatuh cinta pada pria arrogant sepertimu"


"Jangan terlalu membenci, atau kau akan benar-benar jatuh cinta, tak ada satu wanita pun yg tak mau denganku"


"Whatever.."


Kenzoe menghentikan mobilnya tepat di depan pagar pintu rumah elleya


"Besok pagi aku antar kerja, minta izin setengah hari, aku akan menjemputmu untuk membicarakan pernikahan


Tanpa kata, Elleya keluar dari mobil kenzoe dan berjalan masuk ke dalam rumahnya


"Balikkan wajahmu.. Please" gumam kenzoe saat elleya membuka pintu pagar rumahnya "balikkan wajahmu dan tatap aku.." gumamnya lagi, namun elleya sama sekali tak menoleh dan tetap berjalan lurus masuk ke dalam rumahnya


"Cih.. Sial.." ucap kenzoe lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan normal


.


Elleya berjalan lurus masuk ke dalam rumahnya, ia memegang gagang pintu dan menoleh, mobil yg mengantarnya pulang sudah berjalan jauh meninggalkan rumahnya

__ADS_1


Tbc


__ADS_2