Faceted Love 1

Faceted Love 1
Bab 8. IFL eps 8


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


"Maaf yaa, rumah kita sekarang ga sebesar rumah kita yg dulu"


"Gapapa kak, rumahnya nyaman kok" ucap daffa "besok daffa mau cari sekolah baru yg deket-deket sini biar bisa jalan kaki"


Elleya mengangguk pelan mengiyakan "ya udah, kamu istirahat, pasti capek kan habis beres-beres"


Daffa mengangguk dan berjalan kearah kamarnya


Elleya dan daffa kini tinggal di komplek perumahan Harmoni, mereka membeli sebuah rumah yg Sederhana, hanya ada dua kamar, satu kamar mandi, dapur dan satu ruang tamu


Esoknya


Elleya berjalan pelan masuk dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya untuk menyimpan cv lamaran kerjanya, sebagian dari mereka bahkan menolak dan menyuruhnya untuk pergi


Terakhir, ia mulai masuk ke sebuah perusahaan besar


Tap tap tap


"Ada yg bisa saya bantu?" tanya seorang satpam


"Saya mau simpen lamaran disini bisa pak?" tanya elleya


"Bisa, titip sama saya aja, nanti saya kasih sama personalianya" ucap satpam itu lagi


Elleya tersenyum dan memberikan satu amplop besar berisi cv miliknya pada si satpam


Pandangannya beralih ke arah bibir pintu kaca, ia melihat seorang pria yg ia cari beberapa hari lalu di kota asalnya namun nihil, Elleya berjalan cepat masuk ke dalam kantor tersebut


"Pria itu?" batin elleya, ia berlari ke arah pria itu secepat mungkin

__ADS_1


"Ehh.. Mbaa.." ucap satpam ikut berlari mengejar Elleya


"Stoop.." ucap elleya memegang pergelangan tangan kenzoe


"Apa yg kau lakukan huh?" ucap kenzoe melepas kasar tangan elleya "kamu?" ucapnya kaget saat melihat Elleya


"Maaf pak, ini salah saya" ucap satpam yg tadi mengejar elleya


"Waktu itu aku belum selesai bicara, ada hal penting yg harus ku katakan padamu" ucap elleya terengah-engah


"Kamu bisa pergi" ucap kenzoe pada si satpam "dan kamu, ikut aku" ucapnya menatap elleya lalu berjalan masuk ke arah pintu lift


Ia menekan angka menuju atas untuk menuju ruangannya


Ting


Pintu lift terbuka


Ting


Puntu lift kembali terbuka


Kenzoe dan elleya berjalan keluar dari lift tersebut, Elleya terus berjalan mengikuti kenzoe dari belakang


Ceklek


"Kau mengikutiku sampai kemari?" tanya kenzoe "Katakan apa yg mau kamu katakan, waktuku tak cukup banyak" ucap kenzoe


Elleya memejamkan matanya sebentar, ia menarik dan menghembuskan napasnya pelan "aku hamil.." ucap elleya to the point


"Apa?" ucap kenzoe kaget "hamil? Kenapa mengatakannya padaku?"

__ADS_1


"Aku hamil mengandung anakmu" ucap elleya "kepada siapa lagi aku mengatakannya jika bukan padamu, aku hanya melakukannya sekali dan itu hanya denganmu"


"Kau sudah gila? Hamil? Anakku? Yg benar saja" ucap kenzoe


"Kau lupa? Malam itu? Aku melakukannya untuk yg pertama kali denganmu"


Kenzoe menelan ludahnya, malam itu ia dan wanita itu memang melakukannya, ia juga melihat ada noda darah disana


Tapi tiba-tiba saja harus menjadi seorang ayah? Tak pernah ia pikirkan sama sekali, memiliki seorang istri saja tak pernah ia bayangkan, apalagi menjadi seorang ayah


"Mungkin saja setelah itu kau juga melakukannya lagi dengan pria lain" ucap kenzoe


"Apa kamu bilang?" tanya Elleya


"aku sudah banyak melihat wanita sepertimu.. Kau pasti sama seperti mereka, semua wanita pasti butuh uang kan? Aku sudah tau wanita seperti apa dirimu, katakan berapa yg kau mau? Aku akan memberikannya padamu, atau kau mau cek?" tanya kenzoe "aku akan berikan cek kosong dan tulis berapapun yg kau mau"


Huh?


Elleya memalingkan wajahnya dan tersenyum miris "kau pikir aku wanita murahan huh? Berpindah dari satu pria ke pria yg lain? Itu maksud ucapanmu barusan? Iya kan?" ucap Elleya "aku tak semurahan itu, aku mengatakannya karna kau memang ayah dari janin yg aku kandung saat ini, terserah kau mau percaya atau tidak, aku tak peduli, setidaknya aku sudah mengatakannya padamu, dan perlu kau tau, aku tak butuh uangmu, simpan saja untuk para wanita yg kau katakan tadi, aku tak sudi anakku makan uang dari seorang ayah brengsek sepertimu, aku masih sanggup membesarkan anakmu dengan uang yg ku hasilkan sendiri" ucap elleya berbalik berjalan keluar dari ruangan kenzoe


Setetes air mata berhasil menerobos keluar dari matanya, dengan cepat elleya langsung menghapusnya


"Dan satu lagi" ucap elleya berbalik "setidaknya gunakan hatimu saat berbicara dengan seseorang, belajarlah menghargai seorang wanita karna kau di lahirkan dari seorang wanita, kau bahkan akan menjadi ayah berkat seorang wanita juga" ucapnya lagi membuka pintu dan berjalan keluar


Kenzoe masih dalam posisinya, entah mengapa, perkataan yang elleya katakan membuat hatinya terasa sesak dan menusuk hatinya


Apakah perkataannya terlalu menyakitkan? Hingga membuat wanita itu berkata seperti itu padanya


Kenzoe berjalan kearah mejanya dan menelpon seseorang


Tbc

__ADS_1


__ADS_2