Faceted Love 1

Faceted Love 1
Bab 18. IFL eps 18


__ADS_3

Kenzoe keluar dari mobilnya dan menatap lurus rumah elleya "Kenapa ga tinggal di apartemen aku aja, disana ada dua kamar kok, satu untuk kita dan satu lagi untuk daffa, daffa juga ga bakal terlalu jauh pergi ke sekolahnya kalo kita tinggal di apartemen"


"Enggak, aku tinggal di sini, kalo kamu mau tinggal di apartemen ya udah, tinggal aja sendirian disana, jangan ajak aku atau daffa"


"Tapi.. Aku.."


"Perjanjiannya kita tinggal di sini yaa ken, ga ada penolakan, atau mau aku bilang sama eyang atau mama kalo kamu.."


"Okee.." ucap kenzoe cepat


"Ya udah, masukin koper kamu ke dalem, setelah itu anterin aku kerja" ucap elleya


Tanpa jawaban, kenzoe berjalan kearah bagasi mobilnya dan mengambil koper beukuran besar miliknya, menariknya masuk ke dalam rumah elleya


"Kopernya simpen aja dulu di kamar, nanti malem baru di beresin, aku harus kerja" ucap elleya


Tap


Tap


Tap


Elleya mengunci rapat pintu rumahnya dan berjalan kearah mobil kenzoe


"Ayoo, udah siang aku bisa telat" ucap elleya


"Mas nya sekarang tinggal di sini juga?" tanya tetangga elleya yg tempo hari memperhatikan perdebatan antara elleya dan kenzoe


"Iya bu.." jawab Kenzoe tersenyum canggung


"Tuh kan mba apa saya bilang, mau sejauh mana suami mba jalan sama pelakor, baliknya pasti sama istri, apalagi mba nya lagi hamil" ucap si ibu "buat mas nya, jangan di ulangi lagi loh, kasian sama istrinya lagi hamil kaya gitu, jangan ke goda sama pelakor, mas nya beruntung punya istri yg baik kaya mba nya, kalo perempuan lain mungkin udah ninggalin mas nya, perempuan mana yg ga sakit kalo suaminya selingkuh, jadi jangan main perempuan lagi yaa"


Kenzoe tersenyum canggung menatap si ibu yg terus berbicara tanpa jeda


"Suami saya so ganteng bu, makanya banyak perempuan yg godain dia" ucap elleya


"Ckk.." kenzoe menatap elleya sengit lalu masuk ke dalam mobilnya


"Suaminya emang ganteng mba, ga aneh kalo banyak perempuan yg mau godain, mba nya beruntung loh"


Elleya tersenyum miris mendengarkan si ibu berkata "saya duluan ya bu, saya harus kerja" pamit elleya


"Iyaa hati-hati"

__ADS_1


Elleya masuk ke dalam mobil dan duduk di samping kenzoe


"Ibu-ibu kaya gitu harusnya ga usah di layanin, mulutnya udah kaya 4g lte,  belum sehari tinggal disini udah kena semprot" ucap kenzoe mulai melajukan mobilnya


"Ga baik ngomongin orang kaya gitu" ucap elleya memakai sabuk pengamannya


"Terserah aku lah"


"Ya udah.."


***


Ckiittt


Kenzoe menekan pelan pedal rem mobilnya di depan restaurant dimana elleya bekerja "jangan pulang sendirian, nanti malem aku jemput, tunggu sampe aku dateng jemput kamu" ucap kenzoe


"Hmm.." jawab elleya hendak membuka pintu mobil


"Lebih sopan sedikit, gini-gini sekarang aku ini suami kamu"


Elleya tersenyum manis menatap pria di sampingnya "iyaa kang mas" ucap elleya tersenyum paksa lalu keluar dari mobil kenzoe


Tap


Elleya menoleh saat sudah beberapa langkah dari mobil kenzoe "apa lagi?" tanya elleya


Kenzoe mengulurkan tangan kanannya menatap wanita yg sudah resmi menjadi istrinya itu "salim" ucap Kenzoe


"Apa?" tanya elleya kaget dengan apa yg kenzoe katakan "apa aku tak salah dengar?"


"Kamu istriku bukan? Dulu mama sering melakukannya, jadi.. cium tanganku" ucap kenzoe


"Enggak, aku bukan mama kamu"


"Ohh ga mau? Oke ga masalah, aku bisa telfon eyang atau mama kalo kamu istri yg ga patuh sama suami, dan setelah anakku lahir aku akan bercerita bahwa ibunyaaa..."


"Okee.." sela elleya, ia menghela dan menghembuskan napasnya dan berjalan menghampiri kenzoe, ia meraih telapak tangan Kenzoe dan mencium punggung tangan kenzoe


"Istri yg baik" ucap kenzoe tersenyum dan membelai rambut elleya pelan "inget yaa, nanti malem tunggu aku dan jangan pulang sendirian, apalagi sampe di anterin orang, kalo eyang sama mama tau, aku bisa abis sama mereka"


"Iyaa" jawab elleya "aku ga bakalan kabur"


Cup

__ADS_1


Kenzoe mencium pucuk kepala elleya beberapa detik hingga membuat wanita itu terdiam dengan seribu bahasa


Deg deg deg


"Ini biar keliatan suami yg baik" ucap kenzoe "papaa kerja dulu yaa" ucap kenzoe lagi mengelus perut elleya yg masih terlihat datar "jangan nakal dan jangan buat mamanya sakit"


Elleya menelan ludah masih tak percaya saat pria itu mencium kepalanya dan mengelus perutnya


"Aku pergi, byee" ucap kenzoe berbalik dan masuk ke dalam mobilnya, ia mulai memutar mobil yg ia kendarai dan melaju pelan meninggalkan restauran dimana elleya bekerja


"Cieee manisnya" goda dimas menghampiri elleya


"Kamu ngintip?" tanya elleya


"Iyaa" jawab dimas datar "gimana liburannya? Kayanya hubungan kamu sama suami kamu makin membaik yaa?"


"Seperti yg kamu liat, semua baik-baik aja"


"Pertahanin terus, awal nikah emang pasti banyak cobaan nya, entah itu tentang masa lalu, orang ketiga atau apapun itu, kamu harus kuat, jangan sampe emosi, atau nanti kamu bakal kaya aku"


"Bawel.."


"Aku serius el, aku per..nah, ehhh.. Pak" ucap dimas menghentikan ucapannya saat rheiner sudah berada di sampingnya


"Tiara kayanya butuh bantuan kamu di belakang" ucap rheiner


"Iya pak saya kesana" ucap dimas berbalik dan pergi meninggalkan elleya dan rheiner


"Pak.." sapa elleya tersenyum dan mengangguk pelan sembari menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal, rheiner dengan tak sengaja melihat cincin yg melingkar di jari manis elleya "saya bantuin dimas sama tiara dulu"


"Kamu rujuk?" tanya rheiner to the point saat setelah melihat cincin tersebut


"Hm? Ehh.. Kayanya iya pak" jawab elleya tersenyum canggung


"Kamu yakin rujuk sama dia? Dia kasar loh, kamu ga takut sama dia?" tanya rheiner


"Dia ga kasar kok pak, emang sifatnya aja yg agak keras, lagian biar bagaimanapun dia ayah dari bayi yg saya kandung, jadi mau ga mau saya harus sama dia, saya ga mau anak saya lahir tanpa ayah, ga tau ayahnya siapa dan berpikir kalo ayahnya lepas tanggung jawab"


"Tapi diaa.."


"Mmhh saya ke dalem dulu pak" sela elleya memotong perkataan rheiner dan berjalan masuk ke dalam restauran


Tbc

__ADS_1


__ADS_2