
Elleya menghembuskan nafasnya kasar setelah melihat mobil yg tak asing ia lihat akhir-akhir ini ia temui kini kembali terparkir di parkiran depan restauran dimana ia bekerja
"El.. Kita duluan yaa" ucap tiara
Elleya mengangguk pelan dan tersenyum "hati-hati" ucap elleya
Tap
"Mau bareng sampe depan lagi ga?" tanya dimas menghampiri elleya
Elleya menggigit bibir bawahnya bingung
"Suami kamu jemput?" ucap rheiner tiba-tiba sembari melihat kearah mobil kenzoe
"Suami?" ucap dimas kaget "yg di mobil itu suami kamu?" tanya dimas lagi
Elleya menyeringai canggung, entah apa yg harus ia katakan sekarang
"Aku denger gosip bukannya udah pisah?" tanya dimas
"Lagi proses, iya kan?" ucap rheiner menatap elleya
Elleya masih bungkam tak mengeluarkan sepatah kata pun
"Kalo mau, kamu bisa bareng sama saya" ajak rheiner
"Enggak deh pak ga usah" ucap elleya, ia kembali melihat kearah mobil kenzoe, pria itu keluar dari mobil dan bersandar pada mobilnya menatap kearahnya "dim.. Mmhh kayanya hari ini ga ikut deh, aku..." ucap elleya terhenti saat pria yg bersandar pada mobilnya tadi berjalan cepat kearahnya
Kenzoe meraih pergelangan elleya cepat "kita duluan" ucap kenzoe "ada beberapa masalah yg harus cepat kita selesaikan" ucapnya lagi lalu menatap rheiner dan dimas bergantian dan tersenyum paksa
"Pak rhei.. Dimas, saya duluan" ucap elleya saat kenzoe menarik tangannya
"Suaminya ganteng juga" gumam dimas
"Ganteng tapi kasar buat apa?" ucap rheiner
.
.
Kenzoe menarik pelan pergelangan tangan elleya dan membawanya masuk ke dalam mobil
Ia mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan normal
Mereka masih bungkam dalam hening, baik kenzoe maupun elleya tak ada satu pun yg mengeluarkan kata
"Turunin aku di depan" ucap elleya setelah Hampir 10 menit dalam hening
"Kita harus menyelesaikan masalah kita" ucap kenzoe
"Masalah kita sudah selesai saat aku menemui mu waktu itu"
Kenzoe tak membalas ucapan elleya, ia fokus mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata hingga elleya memegang kuat sabuk pengaman yg ia kenakan sembari memejamkan matanya
30 menit kemudian
Ckitttttt
Elleya membuka matanya cepat saat mobil yg ia tumpangi terhenti
"Kau sudah gila? Aku bisa mati!!" ucap elleya
Kenzoe keluar dari mobilnya dan berjalan cepat membuka pintu mobil dimana elleya terduduk
__ADS_1
"Turun!!"
"Ini rumah siapa?" ucap elleya
Tanpa kata kenzoe meraih pergelangan elleya dan menariknya pelan keluar dari dalam mobil
"Lepas.." ronta Elleya berusaha melepaskan tangan kenzoe namun tak berhasil
Kenzoe masih terus berjalan dan masuk ke dalam rumah itu
"Ini rumah siapa?" tanya elleya saat tangannya masih di tarik paksa
"...."
"Aku bertanya ini rumah siapa?"
"...."
"Kenzoe.. Aku bertanya padamu" teriak elleya
Kenzoe menghentikan langkahnya dan menatap elleya "ini rumah siapa? Kenapa membawaku kemari?" tanya elleya
"Rumahku, dan sebentar lagi akan menjadi rumahmu, kau akan tinggal disini" ucap kenzoe
Huh?
Elleya menghembuskan nafasnya kasar dan menghempaskan tangan kenzoe di pergelangan tangannya
"Kau masih menganggap aku ini rendah huh? Kau fikir aku akan luluh dengan rumah yg kau tawarkan ini? Sampai kapan pun aku tak akan pernah mau menyerahkan anakku untuk seorang pria sepertimu, anakku tak memerlukan seorang ayah sepertimu" ucap elleya "dengarkan aku, berapapun harta yg kau tawarkan aku tak akan pernah mau menerimanya, harga diriku tak akan pernah bisa kau beli" ucap elleya berbalik dan pergi
Huh?
Kenzoe menghembuskan nafasnya kasar "apa yg dia pikirkan?" gumam kenzoe mengerutkan alisnya
.
.
"Ga tau, ini tria mau liat paa" ucapnya saat melewati kamar ayahnya
Jonas dan tria menyaksikan perdebatan antara kenzoe dan elleya
"Anakku tak memerlukan seorang ayah sepertimu"
"Anak?" ucap Jonas dan tria bersamaan dan saling beradu pandang
Tap
Tap
Tap
Jonas dan tria menghampiri kenzoe setelah melihat wanita yg berteriak pada kenzoe itu pergi dan menghilang di balik pintu
"Dia siapa?" tanya Jonas "kenapa dia bilang anaknya tak memerlukan seorang ayah sepertimu" tanyanya lagi
"Hmm.. Mmhh.. Diaa.."
"Dia siapa?" tanya tria
"Dia wanita yg sedang mengandung anak kenzoe" ucap kenzoe ragu-ragu "waktu itu kita melakukannya karna kesalahan.. Kenzoe mau bertanggung jawab tapi eyang sama mama liat kan apa yg dia bilang tadi, jadi bukan salah kenzoe lah"
"Dia marah pasti ada alasan kan, ga mungkin dia marah gitu aja" ucap Jonas
__ADS_1
Kenzoe tak menjawab apa yg eyang nya katakan
"Kenapa dia bisa marah?" tanya tria
"Kenzoe tawarkan sejumlah uang dan apapun yg dia mau waktu dia bilang dia hamil" ucap kenzoe "kenzoe juga bilang mungkin aja kan dia melakukannya dengan pria lain"
"Kamu jelasin semuanya nanti, sekarang kamu kejar dia, ini udah malem" ucap tria
"Dia yg pergi, ngapain di kejar. Toh kenzoe udah berbaik hati mau menyelesaikan masalah ini kan"
"Dia perempuan, dan dia lagi hamil, mau hamil anak kamu atau bukan dia tetep seorang perempuan, sekarang kamu kejar dan bawa dia kesini" ucap tria
Kenzoe menghembuskan nafasnya kasar, berbalik dan berjalan cepat keluar dari kamarnya,
Ia melihat ke segala arah mencari keberadaan elleya
.
.
Elleya berlari cepat keluar dari rumah kenzoe "dia fikir dia siapa" gumamnya pelan "pria sialan.. psikopat.. arrogant"
Elleya terus berjalan lurus dengan langkah gontai, ia tak tahu jalan kearah rumahnya, air mata mulai menetes membasahi pipinya
Kenapa harus pria brengsek itu yg menjadi ayah dari bayi yg sedang ia kandung
Pria sialan
Brengsek
Hatinya terus mengatakan kata-kata kotor untuk kenzoe
Tap
Seseorang meraih pergelangan tangannya cepat
"Kamu lagi" ucap elleya saat kenzoe memegang tangannya
"Aku minta maaf, ikutlah denganku sebentar, aku sama sekali tak pernah bermaksud untuk memandang mu rendah, aku membawamu ke rumahku agar kamu bisa bertemu dengan ibu dan kakekku lalu kita bisa menyelesaikan masalah kita" ucap kenzoe
"Dengan hitam di atas putih, iya kan?"
Kenzoe menggelengkan kepalanya cepat
"Tidak akan ada kontrak atau perjanjian di antara kita"
"Tapi waktu itu kamu bilang.."
"Kita menikah bukan atas dasar cinta, jadi kita akan menikah hanya untuk bayi dalam kandunganmu, kau tentu tak mau kan dia lahir di luar pernikahan, setidaknya dia tahu siapa ayah dan keluarganya, setelah dia lahir, terserah apa mau mu, berpisah atau tetap bersama tapi.."
"Tapi apa?"
"Kau tak berhak melarang ku untuk dengan siapa saja aku bermain.."
Huh?
Elleya menatap kenzoe tak percaya
"Apa katamu barusan?" tanya elleya
"Kita menikah bukan atas dasar cinta kan? Harusnya itu tak masalah untukmu"
"Ken?" panggil tria lalu berjalan menghampiri kenzoe dan elleya "jangan bicarakan ini di jalanan, pulang, kita bicarakan di rumah" ucapnya lagi
__ADS_1
TBC
Please like, comment, share dan bantu vote yg guys