
"Loh mau kemana?" tanya irma saat melihat elleya keluar dari kamarnya dengan satu koper kecil yg kemarin ia bawa
"Leya harus balik bun, ada kerjaan yg ga bisa leya tinggal ternyata"
"Terus kapan pulang lagi?"
"Secepatnya leya pasti pulang kok bun" ucap elleya "bunda baik-baik yaa, salam buat daffa"
"Kamu hati-hati" ucap irma
Elleya mengangguk, mencium punggung tangan irma lalu pergi, air mata menetes membasahi pipinya, dengan sigap ia langsung menghapusnya lagi, ia bingung harus bagaimana sekarang, janin dalam perutnya sama sekali tak berdosa tapi tak mungkin jika ia mengatakan pada ibunya bahwa ia tengah mengandung, ibunya mempunyai riwayat jantung. Ia tak mungkin berkata jujur
***
Elleya keluar dari salah satu hotel yg pernah ia inapi satu malam dengan seorang pria yg tak ia kenali. Ia keluar dengan wajah kecewa, ia tak menemukan sedikitpun informasi tentang pria itu
Mencari seseorang yg hanya ia temui satu kali, bagai mencari sebuah jarum dalam jerami, sulit untuk di temukan
Elleya menghembuskan nafasnya kasar dan menatap langit yg terasa sangat panas dan terik
"Aku harus bagaimana?" ucap batin elleya "menggugurkannya?"
Elleya berjalan lurus dan kembali ke rumah kost nya
"Tuhan.. Kumohon, bantu aku" ucap elleya
***
"Tumben kok ijinnya cuma sebentar" ucap aira
"Raa.. Kita bisa bicara"
"Ini juga kan lagi bicara"
"Aku serius.."
"Ya udah ngomong aja, kenapa?" tanya aira
__ADS_1
"Aku.. Mmhh.. Ntar deh aku ngomongnya" ucap elleya
"Ckk dasar"
Pukul 12.00
"Ayo.. Udah jam istirahat, kamu ga laper?"
"Iya ayo" jawab elleya mengambil dompetnya, bangun dari duduknya dan menghampiri aira yg sudah berada di bibir pintu
Tap tap tap
"Makan apa?" tanya aira
"Bakso aja gimana?"
"Boleh, ayo" ucap aira
Elleya dan aira keluar dari perusahaan dimana mereka bekerja, mereka menyebrang jalan dan masuk ke dalam tempat makan bakso dan mulai memesannya
Tak berselang lama, makanan yg mereka pesan sudah siap di atas meja
"Aku bingung harus mulai dari mana" ucap elleya
"Kenapa bingung? Ngomong aja" ucap aira
"Raa.. Aku..." ucap Elleya terhenti saat matanya menangkap seorang pria yg tengah ia cari di sebrang jalan sana, pria itu baru saja keluar dari mobilnya dan berjalan kearah restauran
"Nanti kita terusin lagi, aku ada perlu sebentar" ucap elleya bangun dari duduknya dan bergegas keluar, ia berjalan cepat menyebrang jalan mengejar pria itu
Ia menarik dan menghembuskan nafasnya berulang kali tepat di hadapan si pria
"Kamu?" ucap kenzoe kaget saat melihat elleya berada di hadapannya
"Kita perlu bicara, ini penting" ucap Elleya terengah-engah
"Tentang?"
__ADS_1
"Malam itu, aku dan kamu"
Kenzoe menelan ludahnya tak percaya "kita bicarakan itu nanti, aku ada meeting penting"
"Masa depanku jauh lebih penting, ku mohon, tak sampai lima menit" ucap elleya
"Baiklah, masuk ke dalam mobilku" ucap kenzoe berbalik dan masuk kembali ke dalam mobilnya
Elleya berjalan mengikuti kenzoe dan ikut masuk ke dalam mobil milik pria itu
"Hanya lima menit, katakan apa yg ingin kau katakan, waktuku tak cukup banyak" ucap Kenzoe
"Malam itu, antara aku dan kamu melakukan..."
"Bukankah waktu itu kau mengatakan untuk menganggap bahwa tidak terjadi apapun di antara kita? Kau juga mengatakan untuk tidak pernah bertemu lagi satu sama lain, anggap saja kita tak pernah bertemu, iya kan?"
"Aku akui aku memang mengatakan itu, tapi ini keadaannya berbeda. Aku punya alasan kenapa aku mencari dan ingin bertemu denganmu lagi"
"Katakan, Apa yg kau mau dariku? Bertanggung jawab? Jangan harap!! Atau kau mau memerasku. Kau butuh uang?"
Elleya mengepalkan tangannya kuat-kuat "Aku tidak semurahan itu" ucap Elleya
"Lalu?"
"Aku.."
Drrttt ddrrtt
Elleya melihat layar handphone dalam genggaman tangannya, tertera nama daffa, ia lantas langsung menggeser panel hijau di layar handphonenya
"..."
"Kakak pulang sekarang" ucap elleya menjawab apa yg adiknya katakan
Tanpa pamit, elleya langsung keluar dari mobil kenzoe dan berlari cepat menuju kantornya
"Heeiii.. Apa yg mau kamu katakan" teriak kenzoe namun sama sekali tak di gubris
__ADS_1
Elleya terus berlari masuk ke dalam kantornya, mengambil tas kecil miliknya dan kembali berlari keluar, menghentikan salah satu taksi yg lewat dan masuk ke dalamnya
Tbc