Faceted Love 1

Faceted Love 1
Bab 21. IFL eps 21


__ADS_3

"Akhirnya dateng juga" ucap tria "kalian dari mana aja? Kok lama?" tanyanya lagi


"Ken ada meeting dulu tadi, makanya lama" ucap kenzoe berjalan meninggalkan elleya dan terus berjalan lurus menaiki tangga menuju kamarnya


"Dia kenapa?" tanya tria pada putri menantunya


Tap tap tap


Elleya berjalan menghampiri tria dan duduk di samping ibu mertuanya "ga tau, dari tadi juga diem aja ga banyak ngomong, mungkin lagi bad mood" jawab elleya


"Bad mood? Dia ga pernah loh bad mood kaya gitu, ga kaya biasanya dia kaya gitu" ucap tria "apa jangan-jangan bawaan orok yaa"


Pffttt


Elleya tertawa pelan "masaa iyaa, yg hamil kan leyaa, masa iya dia yg sensitif" ucap tria


"Jangan salah, banyak kok yg kaya gitu, ikatan batin kan kuat" ucap tria


"Hm? Masa iyaa"


"Ya udah jangan di pikirin, daffa mana? Kok ga bareng? Dia nyusul atau gimana?" tanya tria


"Ahh leya lupa kasih tau mama, tadi siang setelah mama telfon, leya langsung telfon daffa, dia bilang dia g bisa kesini, dia nginep di rumah temennya"


"Nginep? Di rumah temennya? Kok kamu ijinin?"


"Hm? Emangnya kenapa?"


"Enggak gapapa, tapi ada baiknya kamu jangan terlalu bebasin dia el, emang sih wajar, dia anak laki-laki tapi tetep aja kan, kita tetep harus pantau terus"


Elleya tersenyum dan menganggukkan "iyaa maa, makasih yaa udah mau peduli sama daffa" ucap elleya


"Kamu sama daffa udah mama anggap anak sendiri, jadi jangan sungkan yaa" ucap tria, elleya mengangguk lagi mengiyakan perkataan ibu mertuanya "ikut mama sebentar yu, mama mau kasih sesuatu buat kamu"


"Hm? Apa?" tanya elleya


"Ikut aja" ucap tria bangun dari duduknya di ikuti elleya, mereka berjalan menuju kamar tria


Tap tap tap


Ceklek


"Kamu duduk dulu" ucap tria lalu berjalan kearah lemari, mengambil dress lengan pendek dan memberikannya pada elleya "kamu pake ini" ucap tria memberikan dress itu pada elleya


"Hm?"


"Kemarin mama ke mall sama temen-temen mama trus liat baju ini, mama suka sama modelnya, tapi ga mungkin kan mama pake baju kaya gini, ini untuk anak muda, jadi mama beliin ini buat kamu, kamu pake yaa, mama udah cuci kok tinggal pake"


Elleya kembali tersenyum menatap ibu mertuanya lagi "yaa udah, sekarang leya mandi trus leya pake bajunya" ucap elleya


.


.


Elleya keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan tubuhnya, ia melihat kenzoe yg tengah sibuk sendirian di atas ranjang dengan laptop di pangkuannya, Elleya lalu berjalan kearah meja rias, menatap diri dalam cermin dan membuka tas kecilnya, ia memoles tipis wajah cantiknya dengan bedak lalu memakai lipstik berwarna merah pemberian dimas beberapa jam yg lalu, ia menatap diri lagi dalam cermin dan mengatupkan bibirnya merapikan lipstik yg ia pakai


Kenzoe melihat kearah elleya, ia beranjak turun dari ranjang dan berjalan kearah elleya "baju baru? Lipstik baru?" tanya kenzoe

__ADS_1


Elleya menganggukkan kepalanya mengiyakan "mama yg beliin" ucap elleya


"Hm.."


"Kayanya mama udah nunggu di meja makan, tadi mama bilang mau angetin lauknya, kamu belum makan kan? Makan dulu"


"Ga usah di suruh, emang mau turun, laper.." ucap Kenzoe berbalik dan keluar dari kamar, Elleya mengikuti kenzoe keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga


Tap tap tap


"Eyang mana?" tanya kenzoe


"Di kamar, tadi pagi bilang ga enak badan" ucap tria


"Ga enak badan? Udah di bawa ke dokter? Udah makan?" tanya kenzoe lalu duduk


"Tadi dokter dave kesini, dia bilang eyang gapapa kok, trus tadi mama udah bikinin bubur tapi eyang ga mau makan"


"Ya udah nanti biar leya aja yg bawain makan buat eyang" ucap elleya mengambil piring ibu mertuanya dan menyendokkan nasi di piring nya


"Lauknya mama bisa ambil sendiri, kamu ambilin nasi buat suami kamu" ucap tria


Elleya menatap Kenzoe sebentar lalu mengambil piring di hadapan Kenzoe, ia menyendokkan nasi di piring kenzoe beserta lauknya lalu memberikannya pada Kenzoe


"Warna lipstiknya bagus, beli dimana?" tanya tria


Kenzoe mengerutkan alisnya "Bukannya mama yg beliin?" tanya kenzoe


"Hm?"


"Di kasih siapa?" tanya kenzoe


"Dimas"


"Dimas? Dia siapa?" tanya tria


"Temen leya, tadinya dia mau kasih buat istrinya tapi keburu pisah, dia beli parfum sama lipstik, parfumnya dia kasih ke tiara, temen leya juga nah lipstiknya dia kasih ke leya" ucap elleya memperjelas


"Oh.." jawab kenzoe datar, ia memakan nasi yg di sediakan elleya tadi "ken kenyang, ken istirahat dulu" ucap kenzoe


"Loh kan belum habis, mama sengaja masak banyak buat kamu sama leya loh, kok ga di makan?"


"Ga napsu!!" ucap Kenzoe bangun dari duduknya dan berbalik pergi meninggalkan meja makan


"Ga sopan" gumam elleya


"Kayanya dia cemburu" ucap tria


"Cemburu?"


"Iyaa, dia cemburu, dia kesel karna kamu di kasih lipstik sama temen kamu"


"Masa iya? Lagian dimas kasih juga ga cuma ke leya kok masa iya dia cemburu, ga mungkin!"


"Coba aja kamu tanya"


"Biarin aja lah, besok juga dia lupa"

__ADS_1


"Jangan kaya gitu, ga baik loh bikin suami marah, sekarang kamu kejar dia"


"Harus?"


"Iyaa harus, sana! Samperin"


"Leya kan harus ke kamar eyang, eyang belum makan" ucap elleya


"Eyang udah minum susu kok tadi, kamu samperin aja dulu kenzoe, setelah itu baru ketemu eyang"


"Hm.. Ya udah deh.." jawab elleya "leya ke kamar dulu" ucapnya lagi bangun dari duduknya dan berjalan menaiki tangga menuju kamar


Tap tap tap


Elleya menghela dan menghembuskan napasnya berkali-kali, ia menepuk pelan dadanya saat detak jantungnya mulai berdetak tak menentu


"Cemburu? Masa iya dia cemburu! Bukannya cemburu tanda cinta? Masa iya dia cinta sama aku" gumam elleya "ga mungkin kan? Ckk.."


Ceklek


Elleya masuk dan berjalan pelan, ia menatap kenzoe sebentar yg tengah sibuk dengan laptopnya lalu berjalan kearah meja riasnya, ia duduk dan mengambil lipstik pemberian dimas "masa iya dia cemburu karna ini" ucap elleya dalam hati, ia menghela dan menghembuskan napasnya lagi "menurut kamu warna lipstiknya bagus ga?" tanya elleya memberanikan diri


Kenzoe mengenyampingkan laptop di pangkuannya dan beranjak turun dari ranjang dan berjalan menghampiri elleya "mana aku liat" ucap Kenzoe


Elleya memberikan lipstik pemberian dimas pada suaminya itu "hmm... Jelek, warnanya kaya buat tante-tante" jawab Kenzoe


"Apa? Kaya tante-tante?" ucap Elleya tak percaya


"Iyaa.." ucap kenzoe lalu berjalan kearah kamar mandi, ia melempar lipstik itu kearah kloset


Plung


"Keeeenn.." Elleya bangun dari duduknya dan berjalan kearah kamar mandi, melihat lipstik pemberian dimas itu yg sudah berada di dalam kloset "kenapa kamu lempar" ucap elleya


"Terserah aku lah"


"Keennn.." ucap elleya mulai kesal "kamu? Ckk.."


"Apa? Mau marah? Marah aja"


"Psikopat"


"Bodo.." jawab kenzoe datar, elleya berjalan menghampiri Kenzoe dan menatapnya dengan tatapan tak suka "apaa?"


"Kamu cemburu kan?"


Deg


Kenzoe menelan ludahnya tak percaya "cemburu?"


"Iya kamu cemburu, kamu cemburu sama dimas, buktinya kamu buang barang pemberian dimas"


Kenzoe terdiam tak bisa menjawab "masa iya aku cemburu? Mana mungkin!" batin kenzoe, Kenzoe maju satu langkah di hadapan elleya, ia menghapus lipstik di bibir elleya "aku hanya ga suka sama warna bibir kamu, terlalu mencolok" ucap kenzoe masih menghapus lipstik di bibir elleya dengan tangannya hingga membuat elleya tak mampu berkata, Kenzoe lalu berjalan kearah meja rias dan mengambil lipstik warna bibir yg biasa elleya pakai, ia lalu kembali berjalan menghampiri elleya dan memakaikan lipstik itu di bibir elleya "kamu lebih cocok pake yg ini, lebih fresh dan lebih keliatan natural" ucap kenzoe


Elleya menatap kenzoe tak percaya, jantungnya kembali berdetak tak menentu lagi sejak saat pria itu menyentuh bibirnya "hmm.. Mmhh aku mau ke kamar eyang, eyang belum makan, kalo kamu udah ngantuk kamu tidur duluan aja" ucap elleya lalu berjalan cepat keluar dari kamarnya, terus berada di dekat pria itu malah membuat jantungnya berdetak semakin tak menentu


Tbc

__ADS_1


__ADS_2