
"Elleya bangun, udah siang" ucap kenzoe yg tengah bercermin sembari memakai dasinya "elleya..." panggilnya lagi saat elleya sama sekali tak menanggapinya "kamu ga kerja? Ini udah mau jam 8"
"Aku udah izin, aku ga masuk hari ini" ucap elleya lirih
"Kenapa?" tanya kenzoe menghampiri ranjang dimana elleya terbaring
"Gapapa" jawab elleya
Kenzoe duduk di samping elleya yg masih terpejam "yakin kamu gapapa?" tanya kenzoe sembari menyentuh lengan elleya "ehh kamu demam? Badan kamu anget kaya gini?" tanya kenzoe
"Aku gapapa" ucap elleya berbalik membelakangi kenzoe
"Ini pasti karna semalem kamu makan sop buah, udah aku bilang jangan pake es, bener kan kata aku, kamu jadi demam kaya gini"
"Kamu berisik, kamu pergi aja sana aku mau istirahat"
"Kita ke rumah sakit sekarang" ucap kenzoe
"Ga!! aku ga mau" jawab elleya menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya
Tanpa menjawab kenzoe menyelimuti seluruh tubuh elleya dan mengangkat tubuh elleya, sontak elleya langsung membuka matanya cepat dan menatap kenzoe "kamu mau ngapain?" tanya elleya
"Kita ke rumah sakit" ucap kenzoe berjalan keluar dari kamar menuruni anak tangga
Tap tap tap
"Ken turunin aku, aku ga mau ke rumah sakit" ucap elleya
"Kita ke rumah sakit, kamu harus di periksa, kamu juga lagi hamil, setidaknya pikirkan anak kamu" ucap kenzoe
"Loh kenapa? Elleya kenapa?" tanya tria tiba-tiba saat melihat putranya tengah menggendong elleya dengan seluruh tubuh elleya terbungkus selimut
"Elleya demam, badannya anget, ken mau bawa ke rumah sakit"
"Demam?" tanya tria
Elleya memejamkan matanya dan menenggelamkan wajahnya di dada kenzoe karna malu, ia hanya demam dan kenzoe dengan sangat berlebihan akan membawanya ke rumah sakit, ia bukan pasien gawat darurat kenapa harus ke rumah sakit
__ADS_1
Tria berjalan cepat menghampiri putranya dan mengecek suhu tubuh elleya "iyaa demam" ucap tria "tapi ga usah di bawa ke rumah sakit, biar mama telfon dokter aja biar kesini" ucap tria mengambil handphone di dalam kamarnya untuk menghubungi dokter
"Turunin!! Aku malu" ucap elleya
Kenzoe menurunkan elleya pelan, iya memegang tubuh elleya saat tubuh elleya berdiri tak stabil
"Gapapa?" tanya kenzoe
"Enggak" ucap elleya melepas selimut yg masih membungkusnya "tapi agak pusing, aku mau duduk" ucap elleya berjalan sangat pelan ke arah sofa dan terbaring di sana, ia kembali menyelimuti seluruh tubuh nya lagi dengan selimut, kenzoe duduk di ujung sofa, ia mengangkat kepala elleya sebentar lalu meletakkan kepala elleya di pangkuannya
"Makanya kalo aku ngomong itu dengerin" ucap kenzoe
"Ini bukan sepenuhnya salah aku, ini salah kamu" ucap elleya
"Salah aku? Letak kesalahan aku dimana coba?" tanya kenzoe
"Semalem kamu biarin aku nunggu kamu di luar resto lama, kamu pikir ga dingin apa" ucap elleya
"Kamu kenapa ga keluar aja sih, aku sanggup biayain kamu sama daffa, suami kamu itu CEO, punya perusahaan masa istrinya kerja jadi pelayan restoran" ucap kenzoe
"Jangan sombong" ucap elleya "kamu mungkin bisa biayain aku sama daffa sekarang, tapi ga lama kan? Setelah anak ini lahir kamu bakalan ninggalin aku" ucap elleya "aku ga mau terlalu bergantung sama kamu, aku sudah pernah berharap terlalu jauh sama seseorang tapi ujung-ujungnya aku di tinggalin, aku ga mau mengulang kesalahan yg sama" ucap elleya mempererat selimut yg menutupi tubuhnya
Elleya diam tak menjawab apa yg kenzoe katakan tapi hatinya bahagia saat mendengar apa yg kenzoe katakan
"Mama udah telfon dokter dave" ucap tria tiba-tiba "dokter dave lagi perjalanan ke sini" ucap tria menghampiri elleya "kamu gapapa kan?" tanya tria membelai pipi sang menantu yg tengah terbaring di pangkuan kenzoe
"Gapapa maa, cuma agak pusing aja sedikit" ucap elleya
"Ya udah ken, kamu bawa elleya ke atas, jangan tiduran di sini, mama mau bikinin dulu elleya sayur sop, dia harus makan sayur"
"Kenapa ga minta tolong mbok jul aja maa, kenapa mama yg masak" ucap elleya "elleya jadi ga enak, harusnya kan leya yg masakin mama"
"Mbok jul biar beres-beres rumah aja" ucap tria "kamu kan jarang di sini, kalian lebih sering tinggal di rumah elleya jadi mama mau masakin kamu biar kamu betah di sini"
"Mama ga masakin juga leya betah kok di sini" ucap elleya
"Makanya tinggal di sini aja yaa" ucap tria
__ADS_1
"Iya nanti setelah 7 bulan... Hehe" ucap elleya tersenyum menyeringai
"Iya... Iya oke..." ucap tria "ya udah ken bawa istri kamu ke atas" ucap tria bangun dari duduknya dan berjalan ke arah dapur
"Ya udah ayo, pindah ke atas" ucap kenzoe
"Iyaa" jawab elleya berusaha bangun dari baringannya "sebentar" ucap elleya saat pandangannya mulai kabur
"Kenapa?" tanya kenzoe
"Pusing..." ucap elleya
Kenzoe mengangkat tubuh elleya lagi dan berjalan pelan ke arah tangga
"Keeeen.. Aku bisa jalan" ucap elleya
"Jangan banyak protes, diem" ucap kenzoe menaiki anak tangga berjalan ke arah kamarnya
Ceklek
Kenzoe menurunkan elleya di atas ranjang
"Kamu ga ke kantor?" tanya elleya
"Enggak, mama bisa marah kalo aku ngantor ninggalin kamu kaya gini" ucap kenzoe
"Kalo mau pergi, kamu pergi aja, mama bisa aku yg urus" ucap elleya "lagian kamu rugi kalo ga ngantor, ga bisa ketemu pacar-pacar kamu" sindir elleya
"Kamu cemburu?" tanya kenzoe
"Cemburu? Untuk apa? Enggak lah" ucap elleya
"Ya udah" ucap kenzoe datar
"Ya udah sana pergi!! Temuin pacar kamu" ucap elleya mencebik, entah mengapa ia merasa kesal pada pria di hadapannya itu
"Aku di sini ga akan kemana-mana" ucap kenzoe "ini mau telfon damar biar dia yg urus masalah kantor, untuk para fans aku, aku bisa video call mereka nanti" ucap kenzoe
__ADS_1
"Terserah!!" ucap elleya kembalikan badannya membelakangi kenzoe
Tbc