Fatamorgana Cinta Nava

Fatamorgana Cinta Nava
Aku Mau Putus


__ADS_3

Siapa sangka hubungan yang berawal hanya karena keterpaksaan malah mampu membuat seorang Nava merasa nyaman dengan kehadiran Doni. Namun Nava tidak menyadari rasa nyaman itu hingga akhirnya ada satu waktu yang membuat Doni tidak lagi banyak menghabiskan waktu untuk sekedar berkomunikasi via ponsel dengan Nava. Kantor Doni sedang berada di puncak kesibukan saat itu. Dimana sebagian besar karyawan harus merasakan lembur untuk menyelesaikan deadline pekerjaan tersebut.


Doni yang harus menjalankan tugasnya dari pagi hingga sore ditambah lagi harus ekstra lembur hingga menjelang subuh. Pekerjaan itu sangat menyita waktu Doni bahkan untuk sekedar beristirahat pun ia harus mencuri-curi waktu, sehingga sangat sulit baginya untuk bisa menjalin komunikasi dengan Nava.


Doni berharap Nava bisa mengerti dengan kesibukannya sekarang terlebih sebelumnya Doni sudah menyampaikan ke Nava bahwa mungkin sebulan ini dia akan sangat sibuk dan meminta maaf kepada Nava jika dia sewaktu waktu akan sulit menghubunginya. Nava pun seolah menerima pernyataan Doni itu.


Namun ternyata perubahan drastis yang ditunjukkan Doni kepada Nava malah membuat Nava merasa ada yang berbeda. Yang sebelumnya Nava terbiasa dengan semua bentuk perhatian Doni meskipun itu lebih banyak melalui ponsel benar-benar membuat Nava merasa ada yang hilang. Terasa ada yang kurang dari dalam dirinya. Entah Nava bingung harus berbuat apa atau sekedar ingin mencari kembali perhatian itu.


Nava terlihat sedang terdiam didalam kamarnya. Ada banyak hal yang mengganggu dalam pikirannya


"Doni kemana sih? Emang sesibuk itu sampai tidak bisa mengabari aku? Emang dia gak istirahat makan dan sholat gitu? Gak mungkin banget kan? Kenapa sih dia gak ngabarin aku kalau dia lagi istirahat? Apa dia udah punya gebetan baru? Arrrgggghhh Doni ngapain sih?"


Gumam Nava dalam hati, pikirannya sungguh berkecamuk. Hingga terpikir dalam hatinya untuk menyatakan putus saja kepada Doni. Nava yang sudah tidak tahan diacuhkan oleh Doni tanpa basa basi langsung mengirimkan pesan singkat kepada kekasihnya itu.


"Aku mau putus, aku gak bisa lagi jalan sama kamu".


Doni yang masih sibuk dengan kerjaannya tak merespon pesan itu. Setelah waktu sholat magrib tiba, Doni mengambil waktu untuk beristirahat sejenak. Diambilnya ponsel yang kini betah berada dalam saku celananya. Perasaan kaget menyelimuti nya membaca pesan dari Nava yang dengan mudahnya mengucapkan kata putus kepadanya tanpa alasan yang jelas. Doni segera membalas pesan itu.


"Sayang kamu kenapa? Kok ngomong gitu sih? Aku minta maaf kalo jarang hubungi kamu. Tapi aku benar-benar sibuk sayang. Untuk sekedar beristirahat aku harus curi-curi waktu".


Ting


Nava terlihat excited untuk segera membaca pesan dari kekasihnya. Secercah senyum tampak di wajahnya. Nava bergegas membalas pesan tersebut

__ADS_1


"Iya aku tau kamu lagi sibuk tapi masa iya meski untuk sekedar ngasih info atau nanya kabar aku kamu gak ada waktu? Sekedar ngirim pesan itu gak butuh waktu lama loh?"


Doni yang sudah membaca pesan Nava pun tampak berpikir harus bagaimana dia meyakinkan kekasihnya bahwa dia memang sedang sibuk.


"Sayang tolong percaya sama aku, aku benar-benar sibuk. Ini juga aku masih harus lembur sampai beberapa waktu ke depan. Tapi aku janji, aku akan berusaha ngabarin kamu kalau aku lagi free. kita jangan putus ya. Aku gak mau."


Nava mulai tampak tenang membaca balasan pesan dari Doni. Ya kali ini dia masih memberi kesempatan kepada Doni. Toh Doni juga sudah berjanji untuk berusaha memberinya kabar.


"**Iya aku percaya sama kamu, tapi ingat ya janji kamu, akan ngasih aku kabar tiap harinya."


"Iya sayang, makasih ya. Kalau gitu aku lanjut kerja lagi, gak enak sama teman-teman yang lain. Selamat beristirahat sayang." Tutup Doni**.


Setelah kejadian itu Nava masih saja belum bisa menerima kesibukan Doni, keegoisan Nava untuk selalu mendapatkan perhatian Doni menjadi bomerang bagi hubungan mereka. Nava yang selalu merasa bahwa sikap Doni telah berubah kepadanya membuatnya sering mengungkapkan kata putus kepada Doni.


"Aku mau putus. Aku udah gak bisa sama kamu. Kamu terlalu sibuk dengan duniamu sendiri."


Dengan perasaan kesal dan pasrah Doni pun akhirnya merelakan hubungan mereka dengan menyetujui permintaan Nava


"**Ya sudah Nav, kalau kamu memang sudah gak bisa sama aku, aku gak akan maksa. Kalau menurut kamu ini yang terbaik aku ikut saja. Makasih ya untuk selama ini dan aku minta maaf kalau aku ada salah sama kamu."


DEG**


Perasaan Nava berkecamuk, entah perasaan apa ini? Nava yang harusnya lega dengan jawaban Doni, tapi ternyata malah sebaliknya. Nava tidak berharap jika Doni akan menerima kata putus itu. Harusnya Doni berjuang untuk mempertahankan hubungan mereka. Nava merasa menyesal, dia tidak sungguh-sungguh ingin berpisah dengan kekasihnya. Dia melakukan itu agar Doni lebih berusaha lagi untuk lebih rajin menghubunginya. Namun Nava salah, Doni terlanjur merasa jika Nava memang tidak mencintainya. Dalam perasaan gundah, Nava terus berdoa dalam hati. Meminta kepada Sang Pemilik Hati untuk membalikkan perasaan Doni kembali kepadanya. Dia sungguh mengulang doanya, dia berharap agar Doni kembali menghubunginya. Itulah wanita, meskipun mencintai seseorang tetapi gengsinya jauh lebih tinggi. Nava hanya bisa berharap Doni yang memulai untuk menghubunginya karena Nava merasa malu jika harus meminta mereka berbaikan sedangkan dia sendiri yang ingin mengakhirinya.

__ADS_1


Doa Nava di ijabah oleh Sang Pemilik Hati. Tidak butuh waktu satu jam ponsel Nava berdering, dilayar tertulis nama kekasihnya sedang melakukan panggilan telepon. Dengan wajah sumringah Nava bergegas menerima panggilan itu.


"Ya ada apa lagi?" Jawab Nava cuek


"Sayang aku minta maaf, tapi aku tidak mau kita putus. Aku sayang sama kamu, sungguh. " Jelas Doni.


Dalam hati Nava sangat bersyukur apa yang dia harapkan itulah yang disampaikan Doni kepadanya.


"Terus tadi kamu kan udah bilang iya mau putus"


"Iya tadi aku lagi pusing banget karena kerjaan aku dan tiba-tiba kamu ngirim pesan seperti itu. Aku udah bingung jadi aku iya-in aja perkataan kamu." Timpal Doni


"Terus sekarang kenapa ngajak balikan?" Tanya Nava


"Itu karena aku sayang sama kamu, aku gak mau putus sama kamu. kita baik-baik aja ya sayang?" Pinta Doni


"Ya udah kalau itu mau kamu kita baikan aja". Jawab Nava. Padahal dalam hatinya pun menginginkan hal yang sama.


Percakapan singkat di antara mereka pun berlanjut untuk sesaat.


Setelah berbicara dengan kekasihnya Nava tampak berpikir, dia merasa jika kini dia benar-benar menginginkan Doni untuk selalu ada bersamanya. Nava sadar dia nyaman dengan Doni. Nava mulai mengerti jika cinta untuk Doni telah hadir dalam dirinya..


Aku ingin mengatakan....

__ADS_1


AKU CINTA KAMU SAYANGKU


__ADS_2