Fatamorgana Cinta Nava

Fatamorgana Cinta Nava
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Akhir pekan yang di nanti pun tiba. Suasana pagi yang cerah menambah semangat Nava memulai hari. Nava tampak sibuk memilih pakaian yang akan dia kenakan. Nava sangat ingin membangun kesan yang baik pada pertemuan pertama dengan orang tua Doni. Setelah memilah baju apa yang akan dia kenakan, akhirnya Nava menemukan baju yang dirasa perfect untuknya. Nava kemudian bergegas mempersiapkan diri sambil menunggu kedatangan kekasihnya di rumah.


Waktu menunjukkan pukul 09.30 WITA, Doni telah berada di depan rumah Nava. Seperti hal nya Nava, Doni juga merasa bersemangat pagi ini. Salah satu moment yang dia nanti pun akan segera terwujud, memperkenalkan kekasih hati nya kepada kedua orang tuanya.


Tok tok tok


Terdengar suara dari pintu utama, Nava yang baru saja menyelesaikan make up nya lalu bergegas keluar kamar.


Doni yang mengetuk dan menunggu di depan pintu tak lama melihat kekasihnya keluar. Sambil menatap jam tangan di lengan kirinya Doni meminta Nava untuk bersiap.


"Sayang kamu udah selesai, yuk jalan biar gak kesiangan. "Kata Doni


"Iya aku udah siap kok, entar yah aku ambil tas dulu terus kita jalan". Jawab Nava


Nava lalu masuk kembali ke kamarnya, mencoba merapikan kembali pakaian dan hijabnya. Mengambil tas lalu keluar menemui kekasihnya.


"Ayo kita jalan sayang aku udah selesai." Kata Nava


"Loh Mama dan Papa kamu kemana? Kita gak ijin dulu?" Tanya Doni


"Hmmm iya aku lupa ngasih tau kamu, hari ini tuh Mama dan Papa aku lagi balik ke kampung. Tapi aku udah ngomong kok kalau aku mau jalan hari ini." Jawab Nava


"Oh gitu, ya udah yuk jalan sayang." Tutup Doni


Mereka pun bergegas ke sepeda motor Doni, bersiap menempuh perjalanan yang cukup jauh. Rumah Doni berada di salah satu kecamatan di Kota B***, hanya saja untuk kesana memakan waktu sekitar satu setengah jam dari pusat kota. Setelah mengenakan helm dan jaket mereka pun berangkat menuju rumah Doni.


Nava sangat bahagia akan menemui orang tua Doni, tapi juga ada rasa takut dan khawatir terbesit dihatinya, Nava takut bagaimana jika orang tua Doni tidak menyukainya.


Sepanjang jalan Doni dan Nava tampak menikmati pemandangan yang disuguhkan oleh alam. Sawah yang membentang luas, gunung yang ditanami pepohonan, jalan-jalan yang berkelok, udara yang sejuk, sungguh suatu kenikmatan dari Tuhan yang begitu sempurna.


Sepasang kekasih itu terlihat penuh senyum, sesekali senda gurau terucap dari keduanya. Waktu berlalu karena terbuai dengan kebersamaan mereka tidak terasa perjalanan yang panjang itu pun terasa singkat bagi keduanya. Doni dan Nava kini telah sampai di tempat tujuan. Perasaan Nava menjadi semakin tidak karuan, ada rasa deg-degan senang dan takut bercampur menjadi satu. Doni yang melihat kekhawatiran kekasihnya lalu berusaha menenangkannya.


"Sayang kok tegang gitu sih mukanya, santai aja, Ibu dan Ayah aku pasti suka sama kamu kok." Kata Doni


Nava yang mendengar perkataan kekasihnya hanya bisa membalasnya dengan sebuah senyuman. Setelah memarkirkan sepeda motornya, Doni berjalan lebih dulu menuntun jalan untuk Nava ke arah rumahnya.


Dari rumah Doni, terlihat sang ayah sedang duduk di teras rumahnya. Dari kejauhan beliau melihat kedatangan putranya. Doni semakin mendekat dan tiba di depan teras rumahnya, lalu mengucap salam ketika melihat sang Ayah.

__ADS_1


"Assalamualaikum Yah" ucap Doni


"Waalaikum salam,alhamdulillah nyampe rumah juga kamu nak" Jawab Ayah Doni.


"Yah ini teman dekat Doni namanya Nava" Ucap Doni


Nava yang tadinya berdiri di belakang Doni lalu melangkah maju mendekati Ayah kekasihnya mengulurkan tangan dan menjabat tangan ayah Doni sambil mencium punggung tangan beliau.


"Perkenalkan saya Nava om" Kata Nava sambil memberikan senyum terbaiknya.


"Iya nak, silahkan masuk dulu. Mamanya Doni sudah nungguin di dalam."Jawab Ayah Doni.


Mereka berdua pun lalu melangkah masuk ke dalam rumah. Dari ruang tamu mereka lalu disambut oleh Ibu kekasihnya itu. Doni lalu memperkenalkan Nava kepada ibunya, dan Nava pun mendekati sang Ibu, menjabat tangan dan mencium punggung tangan Ibu kekasihnya.


Dari pandangan Nava, Ibu Doni adalah sosok ibu yang sangat ramah, lembut dan tampak penyabar. Nava pun merasa sedikit lega karena orang tua kekasihnya terlihat sangat membuka diri untuk menerima kedatangannya.


Doni, Nava dan sang Ayah sedang duduk di ruang tamu, sedangkan ibu Doni tengah mempersiapkan makanan ringan dan teh hangat untuk disajikan. Tak lama Ibu Nava keluar dari dapur membawa baki untuk dihidangkan di meja.


Ibu Doni mempersilahkan Nava untuk mencicipi makanan dan minuman yang disajikan.


"Silahkan nak di makan dulu, perjalanan kalian cukup jauh, pasti melelahkan." ucap Ibu Doni


Mereka mengobrol bersama di ruangan itu. Ayah Doni yang cukup pendiam hanya melontarkan beberapa pertanyaan singkat kepada Nava. Tak berselang lama ayah Doni yang hendak beristirahat sejenak di kamarnya pun meminta Doni, Nava dan Ibunya untuk melanjutkan obrolan mereka.


"Ya sudah kalian lanjutkan saja obrolannya, ayah masuk ke kamar dulu istirahat ya." Kata Ayah Doni sambil beranjak meninggalkan tempat duduknya


Tak lama Doni pun meninggalkan Nava bersama dengan ibunya di ruang tamu karena hendak ke kamar mandi


"Aku ke kamar mandi dulu ya sayang, Kamu ngobrol aja dulu sama Ibu." Kata Doni lalu bergegas pergi ke kamar mandi


Tinggallah Nava dengan Ibu Doni di ruang tamu. Nava mencoba membuka obrolan dengan bercerita tentang kebiasaan Doni.


"Bu, Doni sangat suka main bola yah? Dia sering banget ngomong kalau dia ikut tanding bola." Kata Nava memulai obrolan


"Iya nak, itu memang udah jadi hobi dia sejak dulu. Kakak-kakaknya juga suka main bola. Jadi kadang tuh mereka berempat main bersama." Jawab Ibu Doni


"Wah seru juga ya Bu, bisa ngelihat semua anak-anak ibu bermain bareng." Tanya Nava lagi

__ADS_1


"Iya nak, mereka itu sering banget main bola sama-sama." Jawab Ibu Doni sambil mengukir senyum di wajahnya.


Ditengah obrolan mereka Doni pun datang dan duduk disamping ibunya.


"Obrolin apaan sih? kok senyum-senyum gitu" Kata Doni


"Kita lagi bahas hobi kamu yang suka banget main bola." Jawab Nava sambil tersenyum melihat kekasihnya. Ibu Doni yang melihat tingkah mereka berdua pun ikut tersenyum.


"Oh ya, kamu mau gak ke rumah kak Arlin? Rumahnya dekat dari sini loh. Biar bisa langsung kenalan." Tanya Doni.


"Hmmm boleh, ayo kalau gitu."Jawab Nava


"Ya udah, Bu aku sama Nava ke rumah kak Arlin dulu ya." Ucap Doni lagi


Ibu Doni pun mengiyakan perkataan putranya.


Jarak rumah Doni dan Arlin cukup dekat. Sehingga memungkinkan untuk mereka berdua berjalan kaki menuju rumah kak Arlin, saudara sepupu Doni.


Hanya sekitar tiga menit mereka pun tiba dirumah Arlin. Doni yang memang sudah menganggap Arlin sebagai kakaknya sendiri tanpa menunggu sang punya rumah mempersilahkannya masuk, terus saja melangkahkan kakinya. Setelah mengucap salam tanpa basa basi dia pun bergegas menuju ruang tamu. Tentu saja Nava hanya mengikut berjalan di belakang kekasihnya.


Kak Arlin pun keluar dari arah dapur, dan untuk pertama kalinya Nava dan Arlin bertemu secara langsung. Mereka saling berjabat tangan dan Arlin mempersilahkan keduanya untuk duduk.


"Gimana perjalanannya seru gak?" Tanya Arlin


"Seru kok kak, gak kerasa udah nyampe, soalnya sepanjang jalan pemandangannya sangat indah." Kata Nava


"Oh ya udah ketemu sama Ayah dan Ibunya Doni? Gimana rasanya bertemu beliau?" Tanya Arlin lagi.


"Iya udah kak, tadi abis ngobrol bentar sama ayah dan ibunya Doni. Alhamdulillah mereka menerima kedatangan aku dengan baik kok kak." Jawab Nava sambil tersenyum malu ke arah Arlin.


Doni yang berada di antara mereka, hanya mendengarkan percakapan keduanya.


"Kamu nginap aja ya Nav?" Kata Arlin lagi


"Duh maaf kak sepertinya aku gak bisa. insya Allah nanti lain waktu kak". Jawab Nava


"Oke deh ditunggu ya." jawab Arlin.

__ADS_1


Gimana ya perasaan Nava sekarang? Masih deg-degan atau udah mulai nyaman?


Apa orang tua Doni menyetujui hubungan mereka??


__ADS_2