
Setelah menunggu beberapa menit, pesanan Nava dan Zuhri pun siap. Mereka pun menyantap makanan yang telah disajikan. Mereka sesekali mengobrol dan bercerita tentang keseharian mereka.
Zuhri merasa jika mereka sudah cukup lama berada di café itu. Zuhri pun melihat jam tangan di pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 Wita, Zuhri lalu mengajak Nava Kembali ke lokasi ujian sebelum Fenny selesai mengerjakan soal ujiannya.
“Nav, balik yuk kayaknya bentar lagi Fenny juga udah selesai ujiannya.” Kata Zuhri
“Oh iya kak, ya udah yuk balik.” Jawab Nava.
Nava lalu segera berdiri meninggalkan kursinya dan bergegas untuk ke meja kasir membayar pesanannya. Namun tiba-tiba Zuhri muncul dari belakang dan segera memberikan selembar uang kertas kepada kasirnya.
“Kak gak usah, biar aku aja yang bayar, hitung-hitung aku traktir kakak, karena kakak udah baik sama aku dan Fenny.” Kata Nava
“Gak usah biar aku aja Nav, lagian juga kalau kamu mau traktir aku nanti aku tagih kalau kamu udah diterima kerja di tempat itu. Gimana deal kan?” Jawab Zuhri
Nava yang mendengar ucapan Zuhri lalu tersenyum dan dia pun mengalah membiarkan Zuhri yang membayar pesanan makanannya.
“Ya udah deh kak. Aamiin semoga ya aku diterima biar bisa traktir kakak nanti. By the way makasih kak Zuhri.” Kata Nava
“ Iya sama-sama Nav, santai aja.” jawab Zuhri
Zuhri dan Nava pun berjalan menuju mobil dan bergegas Kembali ke tempat ujian. Tidak berselang lama mereka pun tiba ditempat itu dan kebetulan fenny pun telah keluar dari ruang ujian.
“Huh soalnya susah juga yah Nav.” Kata Fenny yang tampak lesu keluar dari ruangan itu.
“Ya gitulah Fen, kita berdoa aja semoga kita bisa lanjut ke tahap selanjutnya.” Jawab Nava sambil tersenyum menyemangati temannya.
“Ya udah kita balik istirahat aja dulu. Ntar sore aku mau ngajak kalian keliling kota L****** biar kalian bisa refreshing sejenak." Ucap Zuhri
Nava dan Fenny kompak mengiyakan tawaran Zuhri, mereka tampak sumringah akan menghabiskan waktu luang dengan mengunjungi tempat-tempat baru di kota itu.
Sekitar lima belas menit kemudian, mereka pun tiba dirumah Zuhri. Fenny dan Nava lalu masuk ke kamar untuk beristirahat. Fenny tampak sangat Lelah setelah berpikir sangat keras karena mengerjakan ujian tadi. Tidak butuh waktu lama dia pun terlelap dalam tidurnya.
Sedangkan Nava masih terjaga dengan ponsel di jarinya. Entah mengapa pikirannya tertuju kepada kekasihnya. Nava merasakan kerinduan kepada kekasihnya itu. Selama berada di kota L******, intensitas komunikasi mereka memang tidak terlalu sering, dikarenakan Nava sibuk mempersiapkan diri menghadapi ujian, disamping itu Nava merasa tidak enak hati jika harus berbicara via telepon dengan kekasihnya dalam waktu yang lama. Apalagi dia berada satu kamar dengan temannya, terasa tidak leluasa untuk mengobrol banyak hal dengan Doni jika ada orang lain yang mendengarkan pembicaraan mereka.
Nava pun segera mengetik pesan dan mengirimkannya kepada Doni.
__ADS_1
Ditempat yang berbeda, Doni yang tengah beristirahat di sebuah masjid langsung saja mengambil ponsel dari saku celananya ketika mendengar ponselnya berbunyi.
Sayang kamu lagi sibuk gak? Aku kangen sama kamu
Doni yang awalnya tampak Lelah seketika binar diwajahnya berubah membaca pesan dari kekasihnya. Doni merasa Bahagia mengetahui kekasihnya pun merindukan dirinya seperti yang dia rasakan. Doni pun segera membalas pesan itu
Gak kok sayang aku lagi istirahat di masjid abis sholat juga. Aku juga kangen sama kamu sayang
Nava yang membaca balasan pesan kekasihnya tampak senyum-senyum sendiri.
Oh ya sayang ntar sore Kak Zuhri ngajakin aku jalan-jalan lihat kota L******
Senyum yang tadinya menghiasi wajah Doni seketika berubah, ada rasa cemburu di hati Doni saat Nava menyebut nama laki-laki itu.
Sayang kamu keluarnya berdua aja sama dia yah?
Gak kok sayang, kak Zuhri ngajak aku dan fenny.
Oh gitu ya udah ntar kabarin aku yah kalau udah mau jalan. Sayang aku lanjut kerja lagi yah. I miss you
Nava pun meletakkan ponselnya di atas meja dan mencoba untuk memejamkan mata agar bisa terlelap.
Di sisi lain Zuhri sedang menghubungi seorang temannya. Zuhri ingin mengajak Nava dan Fenny berkeliling kota dengan menggunakan sepeda motor, agar mereka lebih leluasa untuk berpindah ke beberapa tempat dalam waktu yang singkat.
Zuhri lalu menekan nomor ponsel temannya Rudi.
“Assalamualaikum, Rud ntar sore sibuk gak? Ucap Zuhri
“waalaikum salam, Gak sih, tumben amat nelpon. Ada apa Zuhri?’ Jawab Rudi
“ Gini Rud, aku lagi kedatangan teman dari Sulsel, kamu bisa gak temani aku buat ngajak mereka jalan-jalan ntar sore. Soalnya kalau pake motor lebih mudah jalannya. Kata Zuhri lagi
“Oh gitu, oke boleh lah, ntar abis shalat Ashar aku ke tempat kamu." Jawab Rudi
"Oke thank you ya Rud" kata Zuhri
__ADS_1
"Iya sama-sama"Tutup Rudi
Sambil menunggu waktu, Zuhri mengambil laptopnya dan mengerjakan tugasnya yang belum selesai dia kerjakan. Suara Azan di masjid menandakan waktu Ashar telah tiba. Fenny dan Nava pun terbangun mendengar suara azan yang jaraknya memang cukup dekat dari rumah Zuhri.
Mereka berdua keluar dari kamar dan menuju ruang tamu, mereka mendapati Zuhri tengah sibuk dengan laptopnya. Mereka pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Zuhri. Fenny lalu berkata kepada Zuhri
“Kak sibuk yah? Maaf ya pekerjaan kakak jadi terganggu karena kami.
“Ah gak kok, santai aja. Lagian kerjaannya juga bisa aku selesaikan dirumah. Yah udah kalian Bersiap-siap aja dulu. Teman aku bakal datang kesini terus kita keluar jalan-jalan."Jawab Zuhri lagi
“Oh baik kak"Kata nava
Nava dan Fenny pun Bersiap-siap mengganti pakaian mereka dan berdandan seperlunya. Rudi pun telah tiba di rumah Zuhri. Zuhri lalu menutup laptop di depannya lalu mengajak Rudi masuk ke rumah terlebih dahulu menunggu Nava dan Fenny selesai bersiap.
Nava dan fenny pun telah selesai bersiap untuk jalan-jalan.
“Kak kita udah siap nih." Kata fenny
Ya udah kalian kenalin dulu ini teman ku Rudi, ntar dia nemenin kita jalan, soalnya aku mau ngajak kalian keliling kota pake sepeda motor." Kata Zuhri
“Oh iya kak, lebih seru juga kalau pake motor lebih luas memandangnya." Kata Nava yang memang lebih suka berkendara dengan menggunakan sepeda motor dari pada mobil.
Rudi pun memperkenalkan diri kepada Nava dan Fenny, dia mengulurkan tangan sambil menyebut Namanya. Nava dan Fenny pun membalas jabat tangan Rudi dan memperkenalkan diri mereka.
Mereka pun meninggalkan rumah dan berjalan keluar. Nava bingung harus ikut dengan siapa. Zuhri yang menyadari gerak gerik Nava lalu memberitahu Fenny.
"Fen kamu ikut sama Rudi yah. Nava biar ikut sama aku aja." kata Zuhri.
Fenny pun menjawabnya dengan sebuah anggukan tanda setuju.
Zuhri yang telah menyalakan mesin motornya lalu menengok ke arah Nava sebagai tanda meminta Nava duduk di belakangnya. Nava pun mengerti lalu naik ke atas motor duduk di belakang Zuhri. Mereka pun mulai berjalan-jalan dan diikuti oleh Rudi juga Fenny.
Estimasi tempat pertama mereka adalah Kawasan perkantoran di kota itu. Mereka berjalan melihat kantor-kantor milik pemerintah yang berjejer dengan rapi. Setelah puas melihat bangunan-bangunan di tempat itu mereka berpindah ke sebuah masjid besar yang mewah di kota L******.
Nava dan Fenny tampak terpesona melihat keindahan masjid Besar itu. Arsitekturnya sangat indah dan pemandangan alam sekitarnya sungguh menyatu dengan keberadaan masjid itu. Mereka tidak lupa mengabadikan momen tersebut. Mengambil beberapa foto dengan background mesjid besar itu
__ADS_1
Sibuk menikmati keindahan kota dan ber foto ria, membuat Nava melupakan sesuatu yang seharusnya dia lakukan sedari tadi…