
Tanpa basa basi, Doni menjelaskan bagaimana dia melihat Nava berbicara dengan seorang laki-laki...
"Nav, baru aja aku lihat kamu ngobrol sama cowok di Cafe O*****. Dia siapa?" Ungkap Doni.
Nava yang mendengar perkataan Doni pun terkejut. Bagaimana bisa Doni bisa begitu jeli melihat Nava, padahal sebelumnya mereka belum pernah bertatap muka. Mau gak mau Nava akhirnya jujur ke Doni tentang lelaki itu.
"Oh, itu... Dia... dia itu pacar aku". Kata Nava dengan ragu.
"pacar?? kan kamu sendiri pernah bilang sama aku, kalau kamu gak mau pacaran, terus kok bisa sih? Tanya Doni seolah tak percaya.
"Iya dia pacar aku, baru sebulan ini aku jalan sama dia. Aku juga gak tau, semua terjadi secara tiba-tiba. Kami bertemu secara tdk sengaja, tiap hari bersama membuat kami berdua saling nyaman" Terang Nava
Doni yang merasa sudah dibohongi dengan ucapan Nava, merasa keberatan. Disaat dia sedang menunggu Nava untuk membuka hatinya, tapi ternyata di belakang Doni, Nava diam-diam malah sudah menerima seorang lelaki menjadi kekasihnya.
" Kok kamu bisa gitu sama aku? pokoknya aku mau kamu putusin cowok itu secepatnya, kamu sudah bohong sama aku. kamu bilang gak mau pacaran tapi kok malah sebaliknya?" Pungkas Doni
Nava bingung harus menjawab apa pertanyaan Doni. Di satu sisi, Nava sadar ini salah dia juga tidak jujur dari awal. Di lain sisi Nava juga bingung bagaimana dengan kelanjutan hubungannya bersama Leo. Nava benar-benar bingung menghadapi situasi itu. Untuk menenangkan Doni, Nava hanya mengiyakan semua yang dikatakan Doni.
"Iya iya Doni, nanti kalo aku udah putus sama dia aku kabarin kamu. Udah dulu ya aku mau istirahat." tutur Nava.
---Panggilan Berakhir---
Malam ini Nava terlihat gelisah, ada dua nama yang menganggu pikirannya.
Nava mengingat kembali perkataan Doni
"Hmmm bagaimana bisa laki-laki itu memintaku putus dengan Leo? Dia kan bukan siapa-siapa aku juga. Untuk apa aku merasa bersalah sudah bohong sama dia? Arrkkkhhh harus bagaimana ya?" Keluh Nava yang terlihat mengacak rambut panjangnya yang terurai.
Sesaat kemudian Nava membenarkan posisi duduknya.
"Baiknya aku menghubungi Leo, aku harus pastikan bagaimana hubungan kita. Aku gak mau ada dalam hubungan gak jelas kayak gini." gumam Nava
Nava mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Leo. Satu,,dua,, hingga tiga kali panggilan telepon Nava tak di jawab oleh Leo. Tapi Nava tetap berusaha menghubunginya, Nava tidak tenang sebelum mendapatkan penjelasan dari Leo.
---Panggilan Telepon di Terima---
__ADS_1
"Kamu kenapa sih Nav, kalo aku gak angkat itu artinya aku lagi sibuk. kamu ganggu tau" Ketus Leo
Nava tercengang, tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan seperti itu dari kekasihnya, dengan tenang tapi pasti Nava tetap kekeh ingin mendapatkan jawaban dari Leo.
"Aku hanya ingin tahu penjelasan dari kamu, bagaimana hubungan kita selanjutnya? "
"aku gak bisa bicara sekarang aku lagi sibuk, nanti aku hubungin kamu. udah dulu Nav" Masih dengan nada ketus Leo menjawab pertanyaan Nava sambil menutup teleponnya.
Nava yang sudah mulai tersulut emosinya tidak tinggal diam, dia kembali menghubungi nomor Leo dan akhirnya puncak pertengkaran mereka pun terjadi.
"Apa sih Nav? kamu kok gak bisa ngerti, tolong jangan hubungi aku dulu." Kata Leo
"Aku mau penjelasan kamu sekarang aku gak mau nunggu besok. kamu tuh udah lama ngilang gitu aja. kamu pikir aku tuh apa?" Jawab Nava yang sudah kesal
"Ya sudah kalau kamu gak bisa ngertiin aku, kita putus saja. aku udah gak bisa sama kamu!" Ungkap Leo
"Haah??"
Nava tidak menyangka seorang Leo yang tampak selalu baik memperlakukan dirinya bisa setega itu tanpa ada penjelasan yang pasti, dengan mudah mengakhiri hubungannya begitu saja.
"Oke kalau itu mau kamu. Tapi aku harus tahu salah aku apa?" pinta Nava
Nava yang melihat panggilan teleponnya sudah di akhiri hanya bisa menangis, Nava tidak menyangka semua berakhir tanpa kata, tanpa penjelasan, bahkan Nava tidak diberi kesempatan untuk tahu apa yang membuat mereka harus berakhir.
Waktu berlalu, tiga hari setelah kejadian itu Nava mulai move on tidak lagi mau memikirkan Leo. Malam itu setelah beristirahat dari aktivitasnya, Nava memilih berehat dalam kamar sambil memainkan ponselnya.
Tak lama ponsel Nava berdering, terlihat panggilan masuk tertera Nama Doni.
"Huftt,,, dia lagi dia lagi..ngapain sih"gumam Nava dalam hati
"Ya..Halo Doni" Sapa Nava
"Hai Nav, gimana kabar kamu?" sahut Doni
"Kabar aku baik kok". Jawab Nava singkat
__ADS_1
"Syukurlah kalo gitu, gimana Nav yang kemarin? kamu udah putusin dia gak?" Tanya Doni to the point.
Astaga nih orang benar-benar ya, masih di ungkit juga. gumam Nava dalam hati
"Iya aku udah putus sama dia!"
"Oh, baguslah kalo gitu, sekarang kamu jadi pacar aku kan?" Tanya Doni
Nava terkejut sambil menatap layar ponselnya.
" Ni cowok ngotot banget sih, masa iya aku harus jadian sama dia. aku kan gak suka sama dia" katanya dalam hati
"Nav, halo... Nava kamu bisa dengar aku gak?" ucap Doni
"I-iya aku denger kok. Tapi aku gak bisa secepat itu terima seseorang jadi pacar aku Doni"
"Kok bisa kamu bilang secepat itu? aku udah nunggu kamu beberapa bulan loh Nav, tapi kamu malah bisa terima cowok lain dengan mudah jadi pacar kamu. Tapi aku??" pinta Doni
Kembali pertanyaan Doni membuat Nava berpikir
"Hmmm apa aku terima dia aja yah? Toh kalau gak seminggu atau tidak sebulan lah, paling akhirnya putus juga. Yang penting aku penuhi janji aku dulu, kalau gak dia gak bakalan berhenti menagih janji itu ke aku."
"Ya udah, aku terima kamu jadi pacar aku Doni" Jawab Nava
"ya aku terpaksa nerima kamu biar kamu gak ngatain aku pembohong Doni" bisik Nava dan tentunya itu gak di dengar oleh Doni
" Serius Nav, wah Makasih ya, jadi sekarang kita resmi pacaran ya Nav" ucap Doni yang berbahagia
"Iya iya Doni sekarang kita udah pacaran" balas Nava.
Malam itu menjadi malam yang menyenangkan untuk Doni karena penantian dan usaha dia untuk menjadikan Nava sebagai kekasihnya sudah terwujud. Doni merasa ini semua jawaban dari doa nya kepada Tuhan dan dia merasa sangat bersyukur.
Di lain sisi, Nava tampak murung, Nava merasa memiliki tugas baru lagi, bagaimana cara agar dia bisa lepas dari hubungannya dengan Doni. Lelaki yang saat ini menjadi kekasihnya. yang tak pernah terpikirkan oleh Nava bahwa lelaki inilah yang nantinya akan membawa sejuta warna dalam hidupnya.
Bagaimana cara Nava menghindari Doni...
__ADS_1
Apakah Nava benar-benar akan melepaskan Doni?
Apakah benar Doni hanya memiliki rasa suka sesaat untuk Nava??