Fatamorgana Cinta Nava

Fatamorgana Cinta Nava
Pengakuan Teman


__ADS_3

Sore ini Nava sudah berada di tempat kursusnya, tengah melakukan aktivitasnya seperti biasa. Tiba-tiba ponselnya berdering.


"Hallo, Nav ntar malam jalan yuk, bete nih dirumah terus" Kata Ira tanpa basa basi ketika Nava menerima panggilan teleponnya.


"Hmmm,iya iya kirain kenapa, langsung nyerocos aja. Emang mau kemana?" Timpal Nava


"Hehehe, kayak gak kenal aku aja, entahlah mau kemana, keliling kota juga boleh, yang penting temani aku jalan ya. nanti abis ngajar aku langsung jemput kamu, ok see you". Tutup Ira


"Dasar nih anak, heboh banget." sahut Nava dalam hati sambil meletakkan kembali ponselnya di meja dan melanjutkan aktivitasnya. Namun tak lama kemudian ponselnya kembali berbunyi, kali ini sebuah pesan singkat datang dari yang terkasih


"Selamat sore sayang, kamu lagi ngapain?"


Nava yang membaca pesan itu lalu membalasnya, ya semenjak mereka jadian Nava sudah merespon dan menanggapi dengan baik setiap pesan ataupun panggilan dari Doni.


"Seperti biasa aku lagi ngajar, kamu masih kerja?" balas Nava


"Aku udah dikantor sayang, lagi istirahat" Balas Doni


Ya seperti itulah obrolan-obrolan ringan di antara mereka.


"Yeyy waktunya pulang asik" kata para peserta didik yang tampak bahagia ketika jam belajar mereka telah usai. Mereka berpamitan lalu berlarian keluar. Dan benar saja si heboh Ira sudah berada di parkiran kursus Nava, siap siaga untuk menjemput sahabat baiknya.


"Gak lama kan nunggunya? ucap Nava


"Iya gak lama kok, tuh buktinya ayam jantan belum bertelur juga" Ledek Ira


Mereka berdua pun tertawa bersama mendengar lelucon itu.


"Hahahaha, iya maaf maaf, tadi telat dikit, ada materi yang harus aku print out dulu buat besok. "


"Iya santai aja, lagian kalo aku marah gak makan kamu kok" timpal Ira


"Trus makan apa?" balas Nava


"Makan bakso nya Mas Anto lah, kan kalo marah jadi laper ya udah ke Mas Anto dulu yah?"


"Hahaha bisa aja kamu tuh, ok let's go"


Nava dan Ira pun bergegas pergi ke tempat makan favorit mereka. Mereka tengah asik menyantap bakso kuah yang tampak merah karena dipenuhi saus sambal di mangkoknya. Tak lama ponsel Nava berdering


"Ya Hallo, ada apa kak? Sahut Nava


"Kamu lagi ngapain sayang? aku ganggu gak?" Jawab Doni


"Oh aku lagi diluar nih, lagi makan sama teman."


"Hmmm gitu, abis itu mau kemana?" jawab Doni lagi


"Gak tau juga sih, paling keliling aja makan angin".

__ADS_1


"Boleh gak kita ketemu bentar aja, aku lagi di samping kantor nih nyantai". Pinta Doni


"Oh, iya ntar aku tanya teman aku dulu. kalau dia oke nanti aku mampir kesana" Ucap Nava


"Baik sayang, ya udah lanjut aja dulu makannya."


Setelah menutup teleponnya, Nava pun menanyakan kesanggupan Ira menemaninya bertemu Doni dan Ira pun menyetujuinya.


Setelah selesai menyantap baksonya, mereka pun pergi ke tempat Doni berada. Ira yang penasaran akan bertemu siapa pun bertanya


"Nav, emang mau ketemu siapa sih disana? Beberapa waktu lalu aku yang ajakin kamu kesana, kamu nya malah nolak."


"Ada deh, mau tau aja atau mau tau banget? Timpal Nava membuat Ira makin penasaran.


"Ntar aku turunin nih dijalan jawabnya kayak gitu, serius loh Nav aku nanya... Eits, jangan bilang cowok kamu ya?" Balas Ira


"Hahaha, kalo cowok aku gimana? Jalan aja, ntar aku kenalin deh."


Ira yang masih penasaran tidak menyadari bahwa sahabatnya sedang merasa deg-degan akan bertemu Doni untuk kali pertama.


"Kok aku deg-degan yah? Perasaan aku B aja sama dia tapi kok aneh pas mau ketemu dia?" gumam Nava dalam hati.


Akhirnya pertemuan pertama mereka pun terjadi. Nava dan Ira menghampiri Doni yang sedang duduk di atas sepeda motornya. Awal pertemuan yang cukup kikuk, Nava tampak bingung harus berkata apa. Keduanya hanya saling melempar senyum satu sama lain.


Di lain sisi yang cukup mengejutkan Ira, ternyata Nava bertemu dengan lelaki yang ditemuinya beberapa waktu lalu. Mereka sudah saling kenal sebelumnya.


Karena waktu mulai larut, mereka berpamitan pulang dengan Doni, dan siapa sangka ditengah perjalanan Ira mengungkapkan sebuah pernyataan tentang dirinya dan Doni.


"iya ngomong aja Ra, ngapain juga aku harus marah?"


"Nav, kamu serius jadian sama si Doni? Sejak kapan sih?"


"Iya aku beneran jadian sama dia, belum juga seminggu ini Ra, emang kenapa sih?"


"Tapi kamu jangan kaget ya Nav, Doni itu mantan aku, waktu itu yang aku minta kamu temanin aku ke kantor *** itu untuk ketemu dia Nav."


"What... a-apa??? Mantan kamu? kok bisa? gimana ceritanya? Terus kapan kalian putusnya? Dia ngaku jomblo loh ke aku Ra"


" Kamu tanya aja langsung ke dia Nav, biar dia yang jelasin ke kamu. Nav, tapi kamu gak marah kan sama aku?" Tanya Ira


"Gak kok ngapain juga harus marah, kan aku gak tau juga" Sahut Nava


"Lagipula aku emang gak ada niat pacaran lama ama dia, paling lama juga sebulan bakal putus" Gumam Nava dalam hati


Akhirnya Nava pun tiba dirumah, karena penasaran dengan ucapan Ira tadi, Nava segera menghubungi Doni, Nava ingin meminta kejelasan tentang hubungannya dengan Ira.


"Halo sayang, tumben kamu nelpon, udah dirumah?" Kata Doni


"Iya aku udah dirumah, oh ya ternyata kamu udah kenal ya ama teman aku Ira?"

__ADS_1


"Oh iya aku udah kenal ama dia, beberapa waktu lalu dia ke kantor untuk ngambil paketan" jawab Doni


"Trus kenapa kamu gak bilang kalau dia mantan kamu?"


"Hahh, astaga, kok kamu ngomong gitu sih sayang. aku gak pernah pacaran sama dia. Serius. Tolong percaya sama aku." Tegas Doni


"Gak mungkinlah teman aku mau bohong, untuk apa coba dia mau bohongin aku?"


"Yah, aku juga gak tau sayang, mungkin aja dia gak senang lihat kita jadian. Tapi serius aku gak pernah pacaran sama dia." Kata Doni meyakinkan.


"Hmmm entahlah, ya udah aku mau istirahat dulu."


Panggilan telepon pun berakhir.


Nava masih bingung harus percaya kepada siapa. Tapi tiba-tiba sebuah ide muncul dalam pikirannya.


"Ahh aku tau, aku akan jadikan ini alasan untuk putus sama dia. Ya aku bilang aja karena dia udah gak jujur sama aku dan ternyata dia udah pacaran sama teman aku padahal ngaku jomblo."


Keesokan harinya, setelah beraktivitas seperti biasa, Nava memilih untuk merebahkan diri di tempat tidur kesayangannya, sambil menunggu kabar dari Doni, menunggu moment untuk berpisah dengannya.


Yang ditunggu pun datang juga, sebuah panggilan masuk tampak dilayar ponsel Nava, dengan semangat Nava menerima panggilan itu


"Hai sayang kamu lagi ngapain?" kata Doni mengawali percakapan


"Aku lagi rebahan aja dikamar, Doni aku mau ngomong sesuatu sama kamu". Sahut Nava


"Ya ngomong aja sayang, emang mau omongin apa?"


"Ini, aku masih kepikiran dengan perkataan Ira kemarin. Aku minta maaf tapi sepertinya aku gak bisa lanjutin hubungan ini sama kamu. Aku gak bisa jalan sama mantan teman aku sendiri". Kata Nava ragu


"Astaga sayang, kamu ngomong apa sih. aku kan sudah bilang, aku sama dia itu gak ada hubungan apa-apa!" Jelas Doni


"Tapi" baru saja Nava ingin mengatakan sesuatu Doni memotong perkataan Nava


"Oke gini aja, kalau kamu tetap gak percaya sama aku, aku mau kok bertemu sama Ira, kita ketemu bertiga dan jelaskan semuanya. biar kamu percaya sama aku."


Nava sempat terdiam mendengar perkataan Doni, dia tak menyangka Doni akan seserius itu hingga ingin bertemu dengan Ira. Nava yang tidak mau semua menjadi makin runyam pun mengalah.


"Apaan sih, ngapain ketemu sama Ira. Itu gak perlu."


"Aku mau kita bertiga bertemu sayang supaya kamu gak salah paham lagi, aku mau tau maksud Ira yg kami jadian itu yang mana?". Pungkas Doni


"Udah,, udah,, aku percaya sama kamu kok. kamu gak usah bertemu dengan Ira." timpal Nava


"Tapi kita gak putus kan sayang? kamu percaya sama aku kan? Tanya Doni


"Iya kita gak putus, kita masih pacaran." Jawab Nava dengan nada lemah.


Rencananya untuk berpisah dengan Doni harus ditunda lagi.

__ADS_1


Tetapi Nava masih saja mencari alasan untuk membuat Doni merasa illfeel dengannya...


Putus gak yah???


__ADS_2